CIREBON, muhammadiyahciko
Suasana khidmat menyelimuti kegiatan kuliah setelah salat malam menjelang salat Subuh pada acara Perkaderan Fungsional Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Cirebon (30/8/26). Bertindak sebagai narasumber, Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, S.H.I., M.Ag., menyampaikan materi mendalam seputar sunnah-sunnah dalam shalat, khususnya amalan menjelang waktu subuh. Kajian ini menjadi bekal penting bagi para dosen AIK dalam mengamalkan dan mengajarkan sunnah Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam secara komprehensif.

A. Kaifiyah Shalat Lail dan Witir: Penutup Ibadah Malam yang Mulia
Mengawali tausiyahnya, Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi menjelaskan tentang shalat lail dan witir. Shalat witir merupakan shalat sunnah muakkad yang sangat dianjurkan sebagai penutup rangkaian ibadah malam. Terdapat tuntunan khusus dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam mengenai bacaan surat pada shalat witir tiga rakaat.
Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abbas RA, beliau mencontohkan:
أَنَّهُ كَانَ يُوتِرُ بِثَلاَثٍ بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى} وَ {قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ} وَ {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Artinya: “Bahwa Ibnu Abbas biasa shalat witir tiga rakaat dengan membaca: ‘Sabbihisma rabbikal a’la’ (Al-A’la), ‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun’ (Al-Kafirun), dan ‘Qul huwallahu ahad’ (Al-Ikhlas).” (HR. An-Nasa’i)
Tuntunan ini diamalkan pada masing-masing rakaat. Rakaat pertama membaca Surat Al-A’la, rakaat kedua membaca Surat Al-Kafirun, dan rakaat ketiga membaca Surat Al-Ikhlas. Hal ini berdasarkan riwayat dari Sayyidah Aisyah RA tentang bacaan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dalam shalat witir.

B. Keutamaan dan Tuntunan Bacaan Shalat Jumat
Pada kesempatan yang sama, narasumber juga menyampaikan tuntunan bacaan surat dalam shalat Jumat. Terdapat beberapa pilihan bacaan yang disunahkan, di antaranya adalah membaca Surat Al-A’la pada rakaat pertama dan Surat Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.
Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan dari Nu’man bin Basyir RA:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ وَفِي الْجُمُعَةِ بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى} وَ: {هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ
Artinya: “Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam pada shalat ‘iedain (dua hari raya) dan pada shalat Jumat, membaca surah: Al-A’la dan surah: Al-Ghasyiyah.”
Imam Zainuddin al-Malibari dalam kitab Fath al-Mu’in juga menjelaskan disunahkannya membaca kedua surat ini pada shalat Jumat. Beliau juga menyebutkan alternatif membaca Surat Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun.
C. Bacaan Qabliyah Subuh: Dua Rakaat Penuh Keberkahan
Materi selanjutnya yang disampaikan adalah tentang bacaan pada shalat sunnah qabliyah Subuh (dua rakaat sebelum Subuh). Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi menjelaskan bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam memiliki kebiasaan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Hal ini berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah RA:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ- أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ-: قَرَأَ فِي رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ: قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَ: قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ
Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam membaca dalam dua rakaat fajar (qabliyah Subuh): ‘Qul yaa ayyuhal kaafiruun’ dan ‘Qul huwallahu ahad’.” (HR. Muslim)
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga menjelaskan keutamaan kedua surat ini. Dari Abdullah bin Umar RA, beliau bersabda:
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ تَعْدِلُ ثُلُثَ الْقُرْآنِ، وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ تَعْدِلُ رُبُعَ الْقُرْآنِ
Artinya: “Surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran, sedangkan Surat Al-Kafirun setara dengan seperempat Alquran.”
D. Aplikasi untuk Mengetahui Waktu Salat
Di era digital ini, umat Islam dimudahkan dengan adanya aplikasi penunjuk waktu salat yang akurat. Aplikasi seperti “Jadwal Sholat” menyediakan berbagai fitur untuk membantu ibadah, di antaranya:
- Jadwal waktu salat 5 waktu (Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, Isya) yang akurat
- Notifikasi otomatis di waktu azan dengan suara azan yang berbeda untuk Subuh
- Kompas kiblat digital yang akurat
- Pengaturan manual penyesuaian waktu salat
- Kalender Islam Hijriyah
Beberapa pengguna muslim menambahkan waktu +8 menit untuk waktu Subuh sebagai bentuk kehati-hatian (ihtiyat) dalam memastikan masuknya waktu fajar. Fitur penyesuaian waktu manual pada aplikasi ini memungkinkan pengaturan tersebut.
Demikian rangkuman materi perkaderan fungsional dosen AIK UMC yang disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, S.H.I., M.Ag. Semoga ilmu yang disampaikan menjadi amal jariyah dan bermanfaat bagi para peserta serta umat Islam pada umumnya. Wallahu a’lam bish-shawab. (*)


Tinggalkan Balasan