SURAKARTA, muhammadiyahciko — Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang digelar di Kota Surakarta secara resmi menetapkan 13 orang formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) untuk masa bakti 2026–2030. Penetapan tersebut dilaksanakan melalui sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting yang diikuti oleh seluruh peserta muktamar dari berbagai provinsi di Indonesia.

Proses penetapan 13 formatur ini menjadi titik kulminasi dari rangkaian seleksi dan kaderisasi yang telah berjalan secara bertahap. Pada tahap awal, sebanyak 68 kader Nasyiatul Aisyiyah tercatat sebagai calon sementara anggota PPNA periode 2026–2030. Kemudian, dalam forum Tanwir III, jumlah tersebut disaring menjadi 39 calon tetap yang berhak maju dalam proses pemilihan di Muktamar ke-15.

Sebanyak 855 pemilik suara menggunakan hak pilihnya dalam pemungutan suara. Melalui sistem e-voting, total suara yang masuk tercatat mencapai 11.115 suara. Angka ini menjadi dasar perhitungan dalam menentukan 13 formatur tetap PPNA untuk lima tahun ke depan.

Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah, Ni’matul Azizah, mengumumkan hasil perolehan suara para formatur terpilih. Berikut daftar 13 nama beserta raihan suara masing-masing:
- Monica Subastia — 725 suara
- Desi Ratna Sari — 680 suara
- Syahdara Anisa Makruf — 675 suara
- Uswatun Hasanah Sain — 661 suara
- Sumarni Susilowati — 651 suara
- Dwi Setyowati — 604 suara
- Oom Komariah — 569 suara
- Dwi Astuti — 556 suara
- Mutmainnah — 541 suara
- Rini Marlina — 527 suara
- Fatihah Nur — 514 suara
- Lia Karisma Saraswati — 444 suara
- Lesti Kaslati Siregar — 380 suara
Terpilihnya 13 formatur tersebut menjadi pintu masuk bagi tahapan selanjutnya dalam pembentukan struktur kepemimpinan PP Nasyiatul Aisyiyah periode 2026–2030. Berdasarkan aturan organisasi yang berlaku, para formatur akan menggelar musyawarah untuk menyusun komposisi pimpinan dan menetapkan Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah beserta jajaran pengurus inti.
Muktamar ke-15 ini menjadi peristiwa strategis bagi Nasyiatul Aisyiyah dalam memperkuat estafet kepemimpinan di kalangan kader muda perempuan Muhammadiyah. Melalui kepemimpinan yang baru, organisasi diharapkan mampu melanjutkan gerakan dakwah, memperkuat pemberdayaan perempuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan kemanusiaan secara luas.
Peliput : Vianty Mutya Sari, Bendahara PDNA Kota Cirebon.


Tinggalkan Balasan