SEMARANG, muhammadiyahciko — Lapangan Pancasila, kawasan Simpang Lima Kota Semarang, berubah menjadi lautan merah pada Sabtu pagi, 8 Agustus 2026. Ribuan kader, pesilat, dan pendekar Tapak Suci Putera Muhammadiyah memadati lokasi untuk mengikuti pembukaan Muktamar XVI yang mengusung tema “Berakar Tradisi Menuju Tapak Suci Modern, Mandiri, dan Mendunia”.

Apel akbar yang menjadi rangkaian awal kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional dan pejabat tinggi negara. Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, M.Si., Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., serta Penasihat Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Haji Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P.
Kehadiran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn.) Drs. Ahmad Luthfi dan Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M. turut memeriahkan gelaran akbar ini.
Pelantikan Pendekar Kehormatan
Salah satu momen puncak dalam pembukaan muktamar adalah pelantikan 11 Pendekar Kehormatan Tapak Suci. Mereka terdiri atas anggota DPR RI, para rektor perguruan tinggi Muhammadiyah, presiden direktur perusahaan, hingga tokoh lainnya yang dinilai berkontribusi nyata bagi kemajuan organisasi .
Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP Tapak Suci Drs. H. Muhammad Afnan Hadikusumo, P.Br. dengan khusyuk. “Dengan mengucapkan bismillah, saya melantik saudara-saudara sebagai Pendekar Kehormatan Tapak Suci,” ucapnya di hadapan ribuan peserta.

Anugerah Anggota Kehormatan
Dalam kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti secara resmi dianugerahi sebagai Anggota Kehormatan Tapak Suci. Penghargaan berupa jaket anggota, slayer anugerah, dan plakat Tapak Suci diserahkan langsung oleh Ketua Umum PP Tapak Suci.
Penganugerahan ini merupakan bentuk apresiasi atas kontribusi dan perhatian kedua tokoh terhadap perkembangan Tapak Suci. Kapolri dinilai berjasa karena banyak anggota Tapak Suci yang berkiprah di institusi Kepolisian, sementara Wali Kota Semarang memberikan dukungan penuh fasilitas dan logistik selama pelaksanaan muktamar, termasuk penggunaan kawasan Simpang Lima dan bantuan konsumsi.
Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa anugerah ini menjadi pengikat tali persaudaraan antara Polri dan keluarga besar Tapak Suci. “Saya yakin kita memiliki filosofi yang sama. Filosofi pendekar adalah selalu membela kebenaran dan melindungi orang-orang yang lemah,” tegasnya.
Kapolri juga mengajak Tapak Suci bersinergi dengan Polri menjadi cooling system di tengah masyarakat, mencegah konflik sosial, menangkal hoaks, serta membentengi generasi muda dari ancaman narkoba, judi online, dan kekerasan.

Harapan Peserta Muktamar
Suasana haru dan gembira mewarnai gelaran akbar ini. Andriyan Sarnubi, S.T., P.Ma., Komandan Pimpinan Daerah (Pimda) 222, mengungkapkan rasa lega dan syukurnya. “Muktamar berjalan sesuai harapan, lancar dan khidmat,” tuturnya.

Perasaan serupa disampaikan oleh dua peserta lainnya, Kusen Saidin, A.Md., P.Ma., dan M. Wahyu Jatun, S.Pd., K.Ka., yang turut didampingi puluhan penggembira dari PDM Kabupaten Cirebon dan kader Tapak Suci lainnya.
Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah dijadwalkan berlangsung hingga 9 Agustus 2026, dengan rangkaian persidangan di kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). Forum tertinggi organisasi ini diharapkan menghasilkan rumusan strategis bagi kemajuan Tapak Suci di kancah nasional maupun internasional. (*)
Peliput : Andriyan Sarnubi, Ketua Pimda 222 Putra Muhammadiyah Kabupaten Cirebon.


Tinggalkan Balasan