PCM dan PCA Kesambi Kota Cirebon Gelar Pengajian Akidah: Memahami Takdir dan Qada Bersama Ustadz Dr. Maman Rusman, M.Si.

CIREBON – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kesambi, Kota Cirebon, menggelar pengajian rutin yang berlangsung khidmat pada Ahad (3/5/2026). Kegiatan yang diikuti oleh puluhan warga Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kecamatan Kesambi ini menghadirkan narasumber utama, Ustadz Dr. Maman Rusman, M.Si., dengan materi pokok tentang Akidah, khususnya mengenai Takdir dan Qada.

Pengajian bertujuan untuk memperkuat pemahaman umat terhadap rukun iman yang keenam, sekaligus menanamkan sikap tawakal dan ikhtiar maksimal dalam kehidupan sehari-hari.

Landasan Al-Qur’an: QS. Al-Hadid Ayat 22-23

Dalam pemaparannya, Ustadz Dr. Maman Rusman memfokuskan kajian pada Surat Al-Hadid ayat 22–23. Beliau menjelaskan bahwa ayat ini menjadi landasan fundamental dalam memahami konsep takdir dalam Islam.

Berikut teks Arab, latin, dan arti dari QS. Al-Hadid ayat 22–23:

Ayat 22:

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

Latin: Mā aṣāba min muṣībah fī al-arḍi wa lā fī anfusikum illā fī kitābin min qabli an nabra’ahā. Inna dālika ‘alallāhi yasīr.

Artinya: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hadid: 22)

Ayat 23:

لِكَيْلَا تَأْسَوْا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا تَفْرَحُوا بِمَا آتَاكُمْ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Latin: Likailā ta’saw ‘alā mā fātakum wa lā tafraḥū bimā ātākum. Wallāhu lā yuḥibbu kulla mukhtālin fakhūr.

Artinya: “(Ketentuan demikian) agar kamu tidak bersedih hati terhadap apa yang luput dari kamu, dan tidak pula terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al-Hadid: 23)

Tafsir Singkat dan Hikmah

Ustaz Maman menjelaskan bahwa kedua ayat ini mengajarkan keseimbangan hidup seorang mukmin. Pertama, setiap musibah—baik bencana alam, sakit, kehilangan, atau kegagalan—telah ditetapkan Allah sejak sebelum penciptaan. Hal ini bukan untuk melemahkan semangat, melainkan untuk menguatkan keyakinan bahwa semua terjadi dengan izin Allah.

Kedua, ayat ini melarang dua sikap ekstrem: berlebihan bersedih atas hal yang hilang dan berlebihan bergembira atas hal yang didapat. “Kebahagiaan yang melampaui batas sering kali melahirkan kesombongan, kelalaian, dan lupa bersyukur. Sementara kesedihan yang berlebihan bisa menjerumuskan pada putus asa dari rahmat Allah,” tuturnya.

Beliau juga mengutip hadits Rasulullah ﷺ yang menguatkan konsep ini:

Hadits Riwayat Muslim:

عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَلِكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

Latin: ‘Ajaban li amril mu’min, inna amrahu kullahu khair, wa laysa dālika li aḥadin illā lil mu’min, in aṣābat-hu sarra’u syakara fa kāna khairan lahu, wa in aṣābat-hu ḍarra’u ṣabara fa kāna khairan lahu.

Artinya: “Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik baginya, dan hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun selain mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia mendapatkan kesusahan, ia bersabar, maka itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Pesan Akhir: Antara Ikhtiar dan Tawakal

Menutup pengajian, Ustadz Dr. Maman Rusman menegaskan bahwa beriman kepada takdir bukan berarti pasrah tanpa usaha. “Takdir yang baik diraih dengan ikhtiar dan doa. Takdir yang buruk dihadapi dengan sabar dan tetap optimis. Jangan pernah tinggalkan ikhtiar, lalu menyalahkan takdir. Justru takdir itulah yang seharusnya mendorong kita untuk terus bergerak, karena Allah telah menuliskan segala sesuatu dengan penuh keadilan dan hikmah,” pesannya.

Ketua PCM Kesambi H Digyono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran jamaah dan berharap pengajian semacam ini terus berlanjut secara rutin guna membentengi umat dari pemahaman menyimpang tentang akidah.

Kegiatan ditutup dengan doa dan silaturahim, diikuti suasana hangat penuh ukhuwah Islamiyah.


Redaktur: Tim Media PCM Kesambi

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *