Pengajian Tarhib Ramadhan 1447 H PCM Lemahwungkuk: Ustadz Ahmad Nurjanah Ajak Hidupkan Tajdid di Bulan Suci

CIREBON, 16 Februari 2026 – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Lemahwungkuk Kota Cirebon menggelar Pengajian Tarhib Ramadhan yang berlangsung khidmat di Klinik PKU Muhammadiyah, Grubugan, Lemahwungkuk, Senin (16/2/2026). Mengusung tema “Ramadhan Momentum Hidupkan Tajdid”, pengajian ini menghadirkan penceramah Ustadz Ahmad Nurjanah, S.E., S.Pd., M.Si., yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua PCM Lemahwungkuk Kota Cirebon, Nasri Yusuf, beserta jajaran pengurus cabang, anggota Aisyiyah, serta warga Muhammadiyah sekitar. Acara yang dimulai pukul 09.30 WIB ini berlangsung dalam suasana kebersamaan dan kerinduan menyambut Ramadhan yang tampak jelas terpancar dari wajah para jamaah yang memadati lokasi pengajian.


Sambutan Ketua PCM: Bersihkan Hati dan Persiapkan Diri

Dalam sambutannya, Ketua PCM Lemahwungkuk, Nasri Yusuf , menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang hadir dalam pengajian tarhib ini. “Alhamdulillah, kita masih diberikan kesempatan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadhan. Mari kita sambut bulan yang mulia ini dengan hati yang bersih dan persiapan yang matang,” ujarnya.

Nasri Yusuf juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah di bulan Ramadhan. “Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Mari kita manfaatkan momen ini untuk mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan, dan meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan,” pesannya.


Ramadhan: Momentum Emas Menghidupkan Tajdid

Memasuki tausiyah, Ustadz Ahmad Nurjanah menjelaskan makna tajdid yang menjadi tema utama pengajian. “Tajdid berarti pembaruan atau penyegaran. Ramadhan adalah momentum emas untuk menghidupkan tajdid dalam aspek iman, ibadah, dan akhlak. Sebagai sekolah kehidupan, Ramadhan memberikan kesempatan bagi kita untuk melakukan metamorfosis diri, mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik, serta meningkatkan kepedulian sosial,” paparnya.

Beliau mengingatkan bahwa berdasarkan maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. “Ini menjadi titik awal untuk melakukan perubahan radikal: dari yang tidak baik menjadi baik, atau dari yang sudah baik menjadi lebih baik. Tujuan akhirnya adalah menjadi pribadi yang bertakwa,” tegas Ustadz Ahmad Nurjanah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)


Empat Dimensi Tajdid di Bulan Ramadhan

Ustadz Ahmad Nurjanah menguraikan empat dimensi tajdid yang harus dihidupkan oleh setiap muslim di bulan Ramadhan:

1. Tajdid Iman dan Spiritual (Tazkiyatun Nafs)

“Ramadhan adalah momen tepat untuk mengembalikan kesucian jiwa dan memperbarui iman yang mungkin menurun selama sebelas bulan sebelumnya. Puasa menahan hawa nafsu, mendisiplinkan diri untuk lebih taat kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” jelasnya.

Beliau mengutip firman Allah tentang tujuan pensucian jiwa:

قَدْ أَفْلَحَ مَن زَكَّاهَا . وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh rugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9-10)

2. Tajdid Ibadah (Kembali ke Sunnah)

Tajdid di bulan Ramadhan juga bermakna memurnikan ibadah (purifikasi) dari amalan yang tidak berdasar, sekaligus menyesuaikannya dengan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Ini mencakup peningkatan kualitas shalat, tilawah Al-Qur’an, dan dzikir.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari & Muslim)

“Perhatikan sabda Nabi ini: imanan wahtisaban—karena iman dan mengharap pahala. Ini menunjukkan bahwa ibadah kita harus dilandasi iman yang kuat dan niat yang ikhlas, bukan sekadar rutinitas,” tegas Ustadz Ahmad.

3. Tajdid Akhlak dan Sosial (Filantropi)

Ramadhan membentuk empati. Tajdid dalam bidang sosial ditandai dengan semangat berbagi melalui zakat, infak, sedekah, dan memberi makan orang berbuka (iftar). Allah berfirman:

لَن تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ

“Kamu tidak akan memperoleh kebajikan, sebelum kamu menginfakkan sebagian harta yang kamu cintai.” (QS. Ali ‘Imran: 92)

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaan memberi makan orang berbuka:

مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

“Barangsiapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun.” (HR. Tirmidzi)

4. Perubahan Gaya Hidup (Istiqamah)

“Ramadhan mengajarkan kedisiplinan tinggi. Target kita adalah menjadikan kebiasaan baik di bulan Ramadhan—seperti bangun sahur, shalat tepat waktu, dan membaca Al-Qur’an—terus berlanjut setelah Ramadhan berakhir. Inilah makna istiqamah,” papar Ustadz Ahmad.

Beliau mengutip firman Allah:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqamah), maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), ‘Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.’” (QS. Fussilat: 30)


Lima Persiapan Utama Menyambut Ramadhan

Sebagai panduan praktis, Ustadz Ahmad Nurjanah memaparkan lima persiapan utama yang harus dilakukan seorang muslim dalam menyambut bulan suci Ramadhan, sebagaimana sering disampaikan dalam khutbah Jumat di lingkungan Muhammadiyah:

1. Persiapan Ruhiyah (Pembersihan Jiwa)

Persiapan pertama dan paling fundamental adalah membersihkan hati, meluruskan niat, dan melakukan taubat nasuha (taubat yang sebenar-benarnya). Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya.” (QS. At-Tahrim: 8)

2. Persiapan Amaliyah (Target Ibadah)

Hendaknya seorang muslim menyusun rencana target ibadah yang ingin dicapai selama Ramadhan, seperti target khatam Al-Qur’an, sedekah harian, tarawih berjamaah, dan qiyamul lail. Target-target ini perlu disiapkan agar menjadi panduan dan motivasi selama berada di bulan Ramadhan.

3. Persiapan Ilmiyah (Memahami Fiqih Ramadhan)

Seorang muslim hendaknya membekali diri dengan ilmu seputar Ramadhan, baik ilmu tentang fiqih puasa, tata cara shalat tarawih, maupun amalan sunnah lainnya. Hal ini agar ibadah yang dilakukan menjadi benar dan sah di sisi Allah. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

4. Persiapan Maliyah (Harta untuk Infak dan Sedekah)

Mempersiapkan harta untuk infak, sedekah, dan zakat fitrah. Ramadhan adalah bulan yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Rasulullah SAW adalah manusia yang paling dermawan, dan beliau lebih dermawan lagi di bulan Ramadhan.

5. Persiapan Jasadiyah (Kesehatan Fisik)

Menjaga kesehatan fisik agar mampu berpuasa dengan maksimal. Ini termasuk mengatur pola makan, istirahat yang cukup, dan berolahraga ringan secara teratur.


Keutamaan Bulan Ramadhan

Ustadz Ahmad Nurjanah juga mengingatkan beberapa keutamaan bulan Ramadhan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadis:

  1. Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
    شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
    “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
  2. Bulan Penuh Ampunan
    Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
    الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ
    “Shalat lima waktu, dari Jumat ke Jumat, dan dari Ramadhan ke Ramadhan, menghapuskan dosa-dosa di antara masa tersebut, selama dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim)
  3. Bulan Terdapat Lailatul Qadar
    لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
    “Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Penutup: Menjemput Ramadhan dengan Kesiapan Utuh

Acara pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Nurjanah. Sebelum doa, Ketua PCM Lemahwungkuk, Nasri Yusuf , kembali menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah dan berharap pengajian ini menjadi bekal berharga dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadhan.

Dalam pesan terakhirnya, Ustadz Ahmad Nurjanah mengajak seluruh jamaah untuk mempersiapkan diri menyambut Ramadhan dengan sebaik-baiknya.

“Marhaban ya Ramadhan. Sambutlah kedatangannya dengan hati yang bersih, dengan semangat tajdid—pembaruan iman, ibadah, dan akhlak. Jadikan Ramadhan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Semoga kita semua dipertemukan dengan Lailatul Qadar dan meraih derajat takwa. Aamiin ya Rabbal ‘alamin,” tutupnya.

Acara berlangsung lancar dan khidmat hingga selesai, menandai kesiapan warga Muhammadiyah Cabang Lemahwungkuk untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dengan penuh kegembiraan dan kesungguhan.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *