CIREBON, 15 Februari 2026 – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cirebon menggelar Pengajian Tarhib Ramadhan 1447 H di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Ahad (15/2/2026). Acara ini dihadiri oleh ribuan jamaah dari seluruh penjuru Kabupaten Cirebon, termasuk jajaran pimpinan daerah, organisasi otonom (Ortom), Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta simpatisan.
Hadir sebagai penceramah utama, Ustadz Drs. H. Jamjam Erawan, MAP., dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat. Turut hadir Bupati Cirebon beserta jajaran Forkopimda, Rektor UMC, Arief Nurudin, MT., serta Ketua PDM Kabupaten Cirebon, Novan Hardiyanto, MM., beserta seluruh pimpinan daerah.

Pembacaan Maklumat PP Muhammadiyah: Awal Ramadhan 1447 H Jatuh pada 18 Februari 2026
Acara diawali dengan pembacaan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang hasil hisab awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1447 H. Maklumat ini dibacakan oleh Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, SHI., M.Ag., yang menyampaikan bahwa berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026 Masehi.
Penetapan ini tertuang dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah 1447 H. Dengan demikian, warga Muhammadiyah di seluruh Indonesia telah memiliki pedoman yang jelas untuk memulai ibadah puasa Ramadhan 1447 H.

Sambutan Rektor UMC: Target Gedung 20 Lantai, Akreditasi Unggul, dan Fakultas Kedokteran
Dalam sambutannya, Rektor UMC, Arief Nurudin, MT., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh panitia serta jamaah yang hadir. Ia juga memohon maaf apabila ada kekurangan dalam penyelenggaraan acara.
“Insyaallah, ke depan UMC akan terus berkembang. Kami sedang merencanakan pembangunan gedung 20 lantai sebagai ikon baru pendidikan tinggi Muhammadiyah di Cirebon. Kami juga terus berupaya mencapai Akreditasi Unggul untuk seluruh program studi, dan yang paling membanggakan, kami baru saja membentuk Fakultas Kedokteran UMC yang akan segera menerima mahasiswa baru,” papar Arief Nurudin disambut tepuk tangan meriah jamaah.

Sambutan Ketua PDM Kabupaten Cirebon: QS. Ali Imran 134 dan Semangat Saling Memaafkan
Ketua PDM Kabupaten Cirebon, Novan Hardiyanto, MM., dalam sambutannya mengajak seluruh jamaah untuk saling memaafkan menjelang bulan suci Ramadhan. Beliau mengutip firman Allah dalam QS. Ali Imran ayat 134:
الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan (ihsan).”
“Marilah kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih. Saling memaafkan adalah kunci untuk meraih keberkahan. Jika kita ingin diperlakukan baik oleh Allah, maka berbuat baiklah kepada sesama, dan balaslah keburukan dengan kebaikan yang lebih baik,” ujar Novan Hardiyanto.
Sambutan Bupati Cirebon: Bangga dengan UMC dan Program untuk Masyarakat
Bupati Cirebon dalam sambutannya menyampaikan kebanggaannya terhadap perkembangan Universitas Muhammadiyah Cirebon. “Saya merasa bangga dengan UMC yang terus berkembang pesat. Apalagi program-program yang dilaksanakan selalu berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat luas. Ini adalah wujud nyata kontribusi Muhammadiyah bagi pembangunan di Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Bupati juga mengucapkan selamat menjalankan ibadah saum Ramadhan kepada seluruh warga Muhammadiyah dan masyarakat Kabupaten Cirebon. “Semoga ibadah puasa kita diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi kita semua,” tambahnya.

Tausiyah Tarhib Ramadhan: Meraih Ramadhan yang Istimewa dan Menggembirakan
Memasuki acara inti, Ustadz Drs. H. Jamjam Erawan, MAP., menyampaikan tausiyah bertema “Meraih Ramadhan yang Istimewa dan Menggembirakan”. Beliau membuka dengan mengingatkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang agung, bulan yang penuh berkah, dan bulan yang ditunggu-tunggu oleh setiap muslim yang beriman.
1. Hakikat Puasa: Bukan Sekadar Menahan Lapar dan Dahaga
Ustadz Jamjam mengingatkan bahwa banyak orang berpuasa di bulan Ramadhan, namun hanya mendapatkan lapar dan dahaga. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
رُبَّ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوعُ وَالْعَطَشُ
“Betapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya selain rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al-Albani)
“Puasa bukan hanya menahan makan dan minum. Puasakan seluruh anggota tubuh kita dari segala perbuatan dosa. Mata kita, telinga kita, lisan kita, tangan kita, dan kaki kita harus ikut berpuasa, karena semua anggota tubuh akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT,” tegas Ustadz Jamjam.
2. Landasan Al-Qur’an: QS. Al-Baqarah 183-187
Ustadz Jamjam kemudian menguraikan ayat-ayat puasa dalam Al-Qur’an, yaitu QS. Al-Baqarah ayat 183 hingga 187. Beliau menyoroti tiga tujuan utama puasa yang disebutkan dalam ayat-ayat tersebut:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah: 185)
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
“Ada tiga kata kunci dalam ayat-ayat ini: La’allakum tattakun (agar kamu bertakwa), La’allakum tasykurun (agar kamu bersyukur), dan petunjuk serta pembeda (Al-Qur’an) yang akan mengantarkan manusia kepada kebenaran (yarsyudun) ,” papar Ustadz Jamjam.
3. Jalan Kemudahan dan Keberkahan: QS. Ath-Thalaq 2-3 dan QS. Al-A’raf 96
Beliau juga mengutip firman Allah tentang jaminan kemudahan bagi hamba-Nya yang bertakwa:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)
Dan firman-Nya tentang keberkahan yang turun atas suatu negeri:
وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi.” (QS. Al-A’raf: 96)
“Ramadhan adalah bulan latihan ketakwaan. Jika kita sungguh-sungguh menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari segala kesulitan dan melimpahkan keberkahan dalam hidup kita,” jelas Ustadz Jamjam.
4. Menggembirakan dengan Ibadah: Rujukan HPT Halaman 241
Mengacu pada Himpunan Putusan Tarjih (HPT) halaman 241, Ustadz Jamjam menjelaskan bahwa amalan utama di bulan Ramadhan adalah saum Ramadhan itu sendiri. Namun, ada beberapa amalan yang sangat dianjurkan untuk mengisi bulan suci ini:
a. Taubat dan Saling Memaafkan
Sebelum memasuki Ramadhan, kita dianjurkan untuk segera bertaubat kepada Allah dan saling memaafkan dengan sesama manusia. Hal ini sesuai dengan namanya, dahulu dikenal dengan “Qobla Ramadhan”, kini disebut “Tarhib Ramadhan”. Tarhib artinya menyambut dengan lapang dada dan penuh kegembiraan.
b. Shalat Tarawih yang Khusyuk
Ustadz Jamjam mengingatkan bahwa shalat Tarawih harus dilakukan dengan khusyuk. Ia menyindir fenomena “pindah-pindah masjid” untuk Tarawih, namun hati tetap lalai. “Shalat yang khusyuk memiliki lima syarat: tepat niat, tepat syariat (tahu dasar hukum), tepat kaifiyat (tata cara), tepat waktu, dan tepat tempat. Pakaian juga harus bersih dan rapi, karena kita sedang menghadap Allah,” tegasnya.
Terkait bacaan dalam shalat witir, beliau mengingatkan sunnah membaca surat Al-A’la ( Sabbihisma) pada rakaat pertama, Al-Kafirun pada rakaat kedua, dan Al-Ikhlas pada rakaat ketiga, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
c. Tadarus Al-Qur’an dengan Terjemah
Memperbanyak membaca Al-Qur’an adalah inti ibadah Ramadhan. Namun, Ustadz Jamjam menekankan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan terjemahannya , agar kita tidak sekadar membaca, tetapi juga memahami pesan-pesan Allah yang terkandung di dalamnya.
d. Zakat Fitrah
Jangan lupa menunaikan Zakat Fitrah sebelum shalat Idul Fitri, sebagai penyempurna ibadah puasa dan bentuk kepedulian kepada fakir miskin.
Penutup: Doa dan Harapan
Ustadz Jamjam menutup tausiyahnya dengan doa yang diajarkan Rasulullah SAW:
اللَّهُمَّ نَوِّرْ قَلْبِي وَلِسَانِي وَسَمْعِي وَبَصَرِي وَأَشْعَارِي وَبَشَرِي وَلَحْمِي وَدَمِي وَعِظَامِي وَعَصَبِي وَمَا أَقَلَّتِ الْأَرْضُ مِنِّي
“Ya Allah, sinari hatiku, lisanku, pendengaranku, penglihatanku, rambutku, kulitku, dagingku, darahku, tulangku, ototku, dan seluruh yang ada di bumi dariku.”
“Ya Allah, sinari hari-hari kami, lindungi pandangan kami, berkahi setiap langkah kami. Jadikan Ramadhan tahun ini sebagai Ramadhan yang istimewa dan menggembirakan bagi kita semua. Aamiin,” pungkasnya.
Acara pengajian ditutup dengan doa dan ramah tamah, menandai kesiapan seluruh jamaah untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H dengan penuh kegembiraan dan kesungguhan.


Tinggalkan Balasan