CIREBON, 18 Desember 2025 – Kegiatan pengkaderan Taruna Melati 1 Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMK Muhammadiyah Kota Cirebon resmi digelar hari ini. Acara ini berlangsung dari Kamis hingga Sabtu, 18-20 Desember 2025 Masehi atau 27-29 Jumadil Akhir 1447 H, mulai pukul 07.45 WIB hingga selesai di Komplek Gedung Dakwah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon.

Salah satu materi unggulan adalah “Fiqih Ibadah dan Tata Cara Ibadah yang Benar” yang disampaikan oleh Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd. Melalui sesi ini, peserta diharapkan mampu menjelaskan konsep dan hukum ibadah, mempraktikkannya dengan benar dan khusyuk, serta mengamalkannya sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT.
Pengertian dan Pembagian Ibadah
Pengertian ibadah menurut Al-Qur’an ditegaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 21:
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُمْ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 21).
Menurut Tarjih Muhammadiyah, makna ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, serta mengamalkan apa saja yang diperkenankan-Nya (Himpunan Putusan Tarjih, hal. 276). Ibadah dibagi menjadi dua: ibadah khusus (mahḍoh) seperti shalat dan puasa, serta ibadah umum (ghairu mahḍoh) seperti kerja keras dan silaturahmi.

Mengapa Manusia Wajib Beribadah?
Ustadz Yandi menjelaskan tiga alasan utama:
- Allah SWT sebagai Pencipta paling tahu apa yang terbaik bagi ciptaan-Nya, sebagaimana QS. Al-Anbiya: 92:
إِنَّ هَـٰذِهِۦٓ أُمَّتُكُمْ أُمَّةًۭ وَٰحِدَةًۭ وَأَنَا۠ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُونِ
Artinya: “Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku.” (QS. Al-Anbiya: 92). - Allah sebagai Pemilik dan Penguasa (al-Malik), sehingga seluruh aktivitas hidup harus dipersembahkan kepada-Nya, seperti QS. Al-An’am: 162:
قُلْ إِنَّ صَلَـٰتِىٓ وَنُسُكِى وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), ‘Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.’” (QS. Al-An’am: 162). - Manusia sebagai makhluk paling sempurna dan dimuliakan, QS. At-Tin: 4:
لَقَدْ خَلَقْنَا ٱلْإِنسَـٰنَ فِىٓ أَحْسَنِ تَقْوِيمٍۢ
Artinya: “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk sebaik-baiknya.” (QS. At-Tin: 4).
Dan QS. Al-Isra: 70:
وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَـٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَـٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَـٰتِ وَفَضَّلْنَـٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍۢ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًۭا
Artinya: “Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan sempurna.” (QS. Al-Isra: 70).

Prinsip-Prinsip Ibadah yang Dianjurkan
Prinsip ibadah yang ditekankan mencakup:
- Hanya menyembah Allah (tauhid billah), QS. An-Nahl: 36:
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍۢ رَّسُولًۭا أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلطَّـٰغُوتَ
Artinya: “Dan sungguh, Kami telah mengutus seorang rasul untuk setiap umat (untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah, dan jauhilah taghut.’” (QS. An-Nahl: 36). - Tanpa perantara, QS. Qaf: 16:
وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ ٱلْوَرِيدِ
Artinya: “Dan sungguh, Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16). - Dilakukan dengan ikhlas, QS. Al-Bayyinah: 5:
وَمَآ أُمِرُوا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ حُنَفَآءَ وَيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ ٱلْقِيمَةِ
Artinya: “Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah: 5). - Sesuai tuntunan, QS. Al-Kahfi: 110:
قُلْ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٌۭ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰٓ إِلَىَّ أَنَّمَآ إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌۭ وَٰحِدٌۭ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًۭا صَـٰلِحًۭا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۭا
Artinya: “…Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 110).
Untuk melengkapi, Rasulullah Shalallahu yang bersabda dalam hadits riwayat Muslim:
“إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى”
Artinya: “Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan.” (HR. Muslim). Hadits ini menekankan ikhlas sebagai pondasi ibadah.
Kegiatan ini tidak hanya menyemai pemahaman fiqih, tapi juga membentuk generasi pelajar Muhammadiyah yang taat dan berprestasi. Peserta antusias mempraktikkan ibadah secara langsung, siap mengamalkannya sehari-hari.


Tulis Balasan ke muhamad haikal Batalkan balasan