Cirebon, 30 November 2025 – Halaman Gedung Dakwah Muhammadiyah Kota Cirebon menjadi saksi kemeriahan dan kekhidmatan Resepsi Puncak Milad Muhammadiyah ke-113, Minggu (30/11/2025). Acara yang dihadiri oleh segenap jajaran pimpinan, kader, dan warga persyarikatan ini dibuka dengan penampilan istimewa Grup Tarling Amparanjati pimpinan Akbarudin Sucipto, menghadirkan nuansa budaya lokal yang mendalam.

Ketua Panitia, Budi Sy, dalam laporannya melaporkan seluruh rangkaian kegiatan Milad yang telah diselenggarakan. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya pelaksanaan Milad Muhammadiyah ke-113 dan panitia yang telah bekerja keras, serta memohon maaf atas segala kekurangan selama penyelenggaraan acara.

Dukungan penuh terhadap kegiatan Muhammadiyah disampaikan oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Eko Iskandar, S.H., S.I.K., M.Si., dalam sambutannya beliau berjanji akan selalu mendukung setiap kegiatan positif yang dilaksanakan oleh persyarikatan.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, menegaskan bahwa peringatan Milad yang diselenggarakan dari tingkat pusat hingga ranting ini mengusung tema strategis, “Mewujudkan Kesejahteraan Bangsa”. Rangkaian Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 di Kota Cirebon digelar selama lebih dari satu bulan. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kembali gerakan Muhammadiyah di Kota Cirebon. Salah satu penanda pentingnya adalah pelaksanaan napak tilas perkembangan Muhammadiyah di Kota Cirebon, serta peluncuran buku sejarah Muhammadiyah di Kota Cirebon yang memuat perjalanan organisasi sejak tahun 1936 hingga 2025.

“Buku ini disusun sebagai pedoman berharga bagi generasi penerus agar senantiasa mengingat dan menghargai perjuangan para pendahulu, sekaligus menjadi inspirasi dalam melanjutkan dakwah dan memajukan Persyarikatan Muhammadiyah di masa yang akan datang” ujarnya.

Muhammadiyah dan Konsensus Kebangsaan
Dr. Agung Danarto, M.Ag., Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, hadir sebagai pembicara kunci dan menyampaikan orasi ilmiah yang menggugah. Beliau menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah konsensus final bangsa untuk mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang baik dan Allah Yang Maha Pengampun).
“Tugas Muhammadiyah adalah berperan aktif mewujudkan negara yang aman, damai, dan tenteram. Kepribadian Muhammadiyah mengajak untuk bekerja sama dengan golongan mana pun dalam dakwah. Sejarah mengajarkan, jika Indonesia diadu domba, bangsa ini bisa dijajah selama 3,5 abad,” tegasnya.


Sang Surya
Milad Sebagai Ancang-ancang, Keikhlasan sebagai Fondasi
Dr. Agung menekankan bahwa esensi Milad bukanlah sekadar mengenang masa lalu. “Milad bagi Muhammadiyah adalah ancang-ancang untuk lompatan ke depan,” ujarnya. Beliau mengajak hadirin merefleksikan kembali kesucian niat dan keikhlasan para pendiri.
“Untuk membuat sekolah pimpinan mencari tanah sendiri, rapat berkali-kali, dan setelah sekolah jadi, diserahkan begitu saja kepada PP Muhammadiyah. Kepala sekolah pertama bekerja bakti dengan gaji ala kadarnya. Inilah wakaf, di mana semuanya diserahkan kepada Allah. Saking banyak dan ikhlasnya amal ini, Muhammadiyah menjadi organisasi yang ‘kaya’. Seorang pimpinan dapat dianggap gagal jika ada wakaf atau amal usaha Muhammadiyah yang gagal dan mati,” tuturnya dengan penuh ketegasan.
Pilar Gerakan dan Strategi Berkembang
Untuk mewujudkan tujuan menghantarkan manusia ke pintu surga, Dr. Agung merinci pilar-pilar gerakan yang harus diperkuat:
- Gerakan yang Menyeluruh (Al-Harikah ad-Diniyah wa ad-Dunyawiyah): Menyeimbangkan aspek ukhrawi dan duniawi.
- Pondasi Individu yang Kuat: Menjaga tauhid, ibadah (terutama salat lima waktu), dan akhlak mulia di tengah maraknya kejahatan.
- Penguatan Jamaah: Pengajian rutin di tingkat Pimpinan Cabang dan Ranting harus digalakkan sebagai tulang punggung persyarikatan.

Sebagai gerakan yang menghendaki kemajuan (at-tajdid), Muhammadiyah harus menghilangkan kejumudan. Dr. Agung mencontohkan Nabi Muhammad SAW yang mampu mengubah masyarakat Arab menjadi peradaban unggulan.
“Dengan 165 perguruan tinggi, 20 fakultas kedokteran, dan program spesialis seperti di UMY, Muhammadiyah membuktikan komitmennya. Kita punya konsep ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi. Yang penting adalah mindset untuk bermimpi dan maju ke depan. Inilah Islam Berkemajuan, yang membawa cara pikir unggul untuk mengungguli peradaban,” paparnya.

Di akhir pidatonya, Dr. Agung menekankan pentingnya penguatan literasi dan berharap agar Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) dapat mengembangkan lembaga yang mampu menciptakan lapangan kerja bagi alumninya, sebagai kontribusi nyata dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Acara resepsi ini dihadiri pula oleh Rektor UMC dan Rektor Ummada, mengukuhkan semangat untuk menjadikan Milad ke-113 ini sebagai pijakan bagi Muhammadiyah Kota Cirebon untuk melangkah lebih maju dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi bangsa dan negara.


Tulis Balasan ke DAKUM Batalkan balasan