Oleh : Mochamad Sidik Sadali
CIREBON, 29 Desember 2025. Beberapa kampus Muhammadiyah telah berhasil diterima dan berkembang pesat di daerah yang mayoritas penduduknya non-Muslim, terutama di Indonesia bagian timur. Kampus-kampus ini bahkan kerap disebut sebagai Kampus Krismuha (“Kristen Muhammadiyah”), karena mayoritas mahasiswanya beragama Kristen atau Katolik, dengan persentase terkadang mencapai 70–90%.
Berikut adalah contoh perguruan tinggi Muhammadiyah yang berkembang di wilayah dengan penduduk mayoritas non-Muslim:
- Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong, Papua Barat
Sekitar 70% mahasiswa di Unimuda Sorong beragama non-Islam. - Universitas Muhammadiyah Sorong, Papua Barat
Kampus ini juga didominasi oleh mahasiswa dari latar belakang non-Muslim. - Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Wilayah Lain
Kampus serupa juga tersebar di beberapa provinsi lain yang mayoritas penduduknya non-Muslim, seperti di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Utara.
Keberhasilan tersebut menunjukkan sikap inklusif Muhammadiyah dalam menyediakan akses pendidikan bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang agama. Mahasiswa non-Muslim di kampus-kampus ini tidak diwajibkan mengikuti ajaran Islam, melainkan diberi kebebasan untuk beribadah sesuai keyakinannya masing-masing. Sementara itu, materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) disampaikan dengan pendekatan yang toleran dan dialogis, menekankan nilai-nilai universal kemanusiaan dan etika.
Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak hanya untuk umat Islam, tetapi juga menjadi wahana pelayanan dan persaudaraan bagi seluruh anak bangsa, sesuai dengan semangat Islam Berkemajuan dan misi rahmatan lil ‘alamin.
#Universitas #Kampus #Muhammadiyah #PendidikanInklusif #IndonesiaTimur


Tinggalkan Balasan