CIREBON, 26 Juli 2026 – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid Annur Sangkana Muhammadiyah yang terletak di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, pada Ahad pagi ini. Ratusan jamaah tampak hadir memenuhi ruang utama masjid untuk mengikuti pengajian rutin Ahad pagi yang digelar dengan penuh khidmat.

Kegiatan pengajian yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga selesai tersebut menghadirkan penceramah kondang, Ustadz H. Dedi Ahyadi, yang menyampaikan materi tentang “Peristiwa Hari Kiamat”. Acara ini turut dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, Dien Yani Arif, serta pimpinan cabang, Fery Johari, yang memberikan sambutan hangat kepada seluruh jamaah yang hadir.

Materi Pengajian
Dalam ceramahnya, Ustadz Dedi Ahyadi membagi materi menjadi tiga pokok bahasan utama, yakni:
A. Peristiwa Hari Akhir
Ustadz Dedi menjelaskan secara rinci tentang kehancuran alam semesta dan binasanya seluruh makhluk hidup sebagai tanda datangnya hari kiamat. Beliau mengutip gambaran dari Bey Arifin dalam bukunya Hidup Sesudah Mati bahwa pada saat puncak kebobrokan dan kekufuran manusia, Allah memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup sangkakala. Tiupan pertama mengakibatkan goncangan dahsyat di bumi, gunung-gunung meletus menjadi abu, lautan bergulung-gulung, dan terjadilah kematian total bagi seluruh makhluk. Yang tetap hidup hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala, Zat Yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dedi membacakan firman Allah dalam Al-Qur’an:
QS Az-Zalzalah (99): 1-3
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا
Artinya: “Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung) nya, dan manusia bertanya: ‘Mengapa bumi (jadi begini)?’”
QS Al-Qari’ah (101): 1-5
الْقَارِعَةُ مَا الْقَارِعَةُ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْقَارِعَةُ يَوْمَ يَكُونُ النَّاسُ كَالْفَرَاشِ الْمَبْثُوثِ وَتَكُونُ الْجِبَالُ كَالْعِهْنِ الْمَنْفُوشِ
Artinya: “Hari Kiamat, apakah hari Kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu? Pada hari itu manusia seperti anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.”

Selanjutnya, Ustadz Dedi juga mengutip ayat tentang tiupan sangkakala:
QS Az-Zumar (39): 68
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَى فَإِذَا هُمْ قِيَامٌ يَنْظُرُونَ
Artinya: “Dan ditiuplah sangkakala, maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu (putusannya masing-masing).”

B. Surga dan Neraka
Pada sesi kedua, Ustadz Dedi Ahyadi menerangkan tentang kenikmatan surga yang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa, serta pedihnya siksa neraka bagi mereka yang ingkar dan durhaka. Beliau mengingatkan bahwa surga dan neraka adalah tempat akhir yang abadi, sebagai manifestasi keadilan Allah atas setiap amal perbuatan manusia selama di dunia.

C. Iman Kepada Hari Akhir
Pada bagian penutup, Ustadz Dedi menegaskan pentingnya mengimani hari akhir sebagai rukun iman yang kelima. Keimanan kepada hari kiamat harus tercermin dalam perilaku sehari-hari, yakni dengan senantiasa mempersiapkan bekal amal saleh, karena tidak seorang pun mengetahui kapan kiamat akan datang. Beliau mengutip hadis Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam:
عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيدُ سَوَادِ الشَّعْرِ لَا يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ وَلَا يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنِ الْإِسْلَامِ… ثُمَّ قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ الْإِيمَانِ… قَالَ: أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ… (رواه مسلم)
Artinya: “Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Suatu hari kami sedang duduk di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan pakaian sangat putih dan rambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas perjalanan dan tidak ada seorang pun di antara kami yang mengenalnya, hingga ia duduk di hadapan Nabi… kemudian ia berkata: ‘Kabarkanlah kepadaku tentang iman.’ Beliau menjawab: ‘Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk.’” (HR Muslim)

Suasana Pengajian
Pengajian berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Jamaah tampak menyimak dengan saksama setiap penjelasan yang disampaikan oleh Ustadz Dedi Ahyadi dan mengajak seluruh jamaah untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Setelah ceramah inti, pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Dedi Ahyadi, memohon perlindungan Allah dari siksa kubur dan siksa neraka, serta memohon agar dimasukkan ke dalam surga-Nya. Acara kemudian diakhiri dengan ramah tamah dan santap pagi bersama jamaah.
Penutup
Pengajian Ahad pagi di Masjid Annur Sangkana Muhammadiyah ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat, khususnya mengenai hari akhir yang pasti akan terjadi. Dengan memahami peristiwa hari kiamat, surga, neraka, dan pentingnya iman kepada hari akhir, diharapkan setiap muslim senantiasa memperbaiki amal perbuatannya dan mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Peliput : Humas Masjid Annur Sangkana Muhammadiyah Kalijaga, Harjamukti, Kota Cirebon
“Dan tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (QS Al-Hadid: 22)
Editor : Arofah Firdaus


Tinggalkan Balasan