Khutbah Jum’at di Masjid Santun: Menjaga Kualitas Taqwa dan Bijak Bermedia Sosial

CIREBON, 14 November 2025. Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali menyelenggarakan khutbah Jum’at pada 14 November 2025 dengan menghadirkan Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd. sebagai imam dan khatib. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan penting tentang menjaga dan meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, khususnya dalam konteks kehidupan modern yang erat dengan media sosial.

Taqwa adalah pondasi utama kehidupan seorang Muslim. Ustadz Yandi menjelaskan bahwa taqwa dibangun dari tiga unsur penting: pertama, hati yang ikhlas, kedua amal perbuatan yang mencerminkan keimanan, dan ketiga komitmen untuk menjauhi larangan-Nya dan menunaikan perintah-Nya secara konsisten.

Beliau mengingatkan hadits Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

“Idza mata al-insanu inqata’a ‘amaluhu illa min thalatsin: shadaqatin jariyatin, aw ‘ilmin yuntafa’u bihi, aw waladin shalihin yad’u lahu.”

Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.”
(HR. Muslim)

Namun, beliau juga menegaskan adanya dosa jariyah — amalan buruk yang terus mengalirkan dosa, terutama di era digital ini. Salah satu bentuknya adalah menyebarkan konten negatif, provokatif, atau menyesatkan di media sosial. Konten yang kita bagikan bisa menjadi amal atau dosa yang terus mengalir tergantung pada dampaknya.

Ustadz Yandi mengutip hadits dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Man sanna fil-Islami sunnatan hasanatan falahu ajruha wa ajru man ‘amila biha ba’dahu min ghairi an yanqusa min ujurihim syai’un. Waman sanna fil-Islami sunnatan sayyi’atan kana ‘alaihi wizruha wa wizru man ‘amila biha min ba’dihi min ghairi an yanqusa min auzarahim syai’un.”
(HR. Muslim)

Barang siapa yang memulai suatu sunnah (perbuatan) baik dalam Islam, maka baginya pahala dan pahala orang-orang yang mengikutinya. Dan barang siapa yang memulai suatu sunnah (perbuatan) buruk, maka baginya dosa dan dosa orang-orang yang mengikutinya.

Beliau juga mengingatkan tentang kisah Qabil yang membunuh Habil, sebagai bentuk awal dari kejahatan pembunuhan. Nabi bersabda:

“Lā tuqtalu nafsun ẓulman illā kāna ‘ala ibni Ādama al-awwali kibluhā min al-dam, liannahu awwala man sannā al-qatl.”

Tidak ada satu jiwapun yang terbunuh secara zalim kecuali anak Adam (Qabil) pertama akan menanggung dosa darahnya, karena dialah yang pertama memulai pembunuhan.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Ustadz Yandi menutup khutbah dengan ajakan untuk lebih cerdas dan selektif dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, tidak semua yang viral itu berkah. Maka penting bagi umat Islam untuk memastikan setiap tindakan, termasuk di dunia digital, bernilai ibadah dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai Islam.

Firman Allah dalam QS. Al-Baqarah ayat 2:

“Dzalikal-kitabu la raiba fihi hudan lil muttaqin.”
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa.”

Nampak hadir Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon Drs. Puji Nirmo dan pimpinan lainnya. Semoga khutbah ini menjadi pengingat agar kita semua senantiasa menjaga akhlak dan ketakwaan, baik dalam lisan, tindakan, maupun dalam jejak digital kita.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan ke CHARITZA AULIA AZ-ZAHRA Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

92 tanggapan untuk “Khutbah Jum’at di Masjid Santun: Menjaga Kualitas Taqwa dan Bijak Bermedia Sosial”

  1. Avatar Ikah solikah
    Ikah solikah

    Masha Allah
    Pemaparan khutbah yang sangat bermanfaat bagi pendengar di masjid dan kita yng baca artikell ini, tentu dijaman skrng kita hrus bner bner meningkatkan takwa biar ga ke bawa arus sama jalan yng negatif😇

  2. Avatar Ade tiara lestari
    Ade tiara lestari

    Ade

  3. Avatar inaayah
    inaayah

    maasyaallah, materinya menarik dan pastinya bermanfaat bagi orang yg membacanya

  4. Avatar CHARITZA AULIA AZ-ZAHRA
    CHARITZA AULIA AZ-ZAHRA

    Sangat bermanfaat sekali,karena saya dapat memahami gimana caranya menjaga kualitas taqwa di era digital dengan pentingnya kualitas taqwa dan bijak bermedia sosial ternyata dapat mempengaruhi pola pikir dan perilaku kita ya😇

    Charitza aulia az-zahra

  5. Avatar Alishia galih
    Alishia galih

    Masyallah sangat bermanfaat ilmunya bapak terimakasih

  6. Avatar Devira Adji Permata
    Devira Adji Permata

    MasyaAllah, terimakasih bapak materinya sangat bermanfaat bagi pembaca🙏🏻

  7. Avatar Arintika Eka Pramety
    Arintika Eka Pramety

    Materinya menarik dan pastinya bermanfaat bagi orng yang membacanya

  8. Avatar Sinta Arumsari
    Sinta Arumsari

    Artikel yang sangat bermanfaat. Pesan tentang taqwa dan bijak bermedia sosial sangat relevan dan menjadi pengingat penting bagi kita semua. Terima kasih atas inspirasinya.

  9. Avatar WINDI
    WINDI

    masyaa allah sangat bermanfaat

  10. Avatar sofwa zab zabilah
    sofwa zab zabilah

    massyallah bapak terimakasi banyak, ini bermanfaat sekali bagi kehidupan kita. semoga bermanfaat untuk orang’ di sekeliling kita