KOTA CIREBON — Ahad, 18 Januari 2026. Majelis Tabligh Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Cirebon menyelenggarakan pengajian bertempat di Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon. Kegiatan ini mengangkat tema Sosialisasi Daurah Ketarjihan untuk memahami lebih dalam tentang Tarjih dan Tajdid sebagai pedoman berislam yang mencerahkan dan berkemajuan.

Pengajian menghadirkan pemateri Ustadzah Dra. Ainun Jakut, yang memaparkan secara sistematis pengertian Tarjih dan Tajdid, pengenalan Himpunan Putusan Tarjih (HPT), serta peran dan kontribusi para ulama tarjih Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, Ustadzah Ainun menjelaskan metodologi penetapan hukum dalam Muhammadiyah melalui pendekatan bayani (tekstual), burhani (rasional-empiris), dan irfani (spiritual-intuitif), sebagai ikhtiar menghadirkan hukum Islam yang berlandaskan dalil, rasional, dan berakhlak.

Ketua PDA Kota Cirebon, Retno Kuntjorowati, S.Pd., turut mengulas konten tematis dari buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) 3 yang mencakup persoalan ibadah, ahwal syakhshiyah (tuntunan menuju keluarga sakinah), serta mu‘amalat dan sosial budaya. Menurutnya, pemahaman Himpunan Putusan Tarjih adalah penting agar umat mampu menjawab dinamika kehidupan dengan tuntunan Islam yang benar, moderat, dan solutif.
Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa Buku HPT Muhammadiyah Jilid 3 menjadi pedoman rujukan yang komprehensif bagi warga Persyarikatan dan umat Islam pada umumnya, karena memuat putusan-putusan yang relevan dengan persoalan kontemporer dan berlandaskan manhaj tarjih.

Landasan normatif pengajian ini dikuatkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah, di antaranya firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
(QS. An-Nisā’ [4]: 59)
“Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nabi Muhammad), serta ulil amri di antara kamu.”
Serta sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّتِي
(HR. Malik)
“Aku tinggalkan kepada kalian dua perkara; kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh kepada keduanya, yaitu Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnahku.”

Pengajian berlangsung khidmat dan interaktif, diikuti oleh peserta dari berbagai unsur ‘Aisyiyah. Kegiatan ini diharapkan semakin menguatkan pemahaman keislaman yang berlandaskan Al-Qur’an dan Sunnah, sekaligus meneguhkan peran ‘Aisyiyah dalam membumikan Islam berkemajuan di Kota Cirebon.


Tulis Balasan ke hamba Allah Batalkan balasan