SEMARANG, muhammadiyahciko – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, memberikan apresiasi tinggi kepada Tapak Suci Putera Muhammadiyah dalam sambutannya pada Sidang Muktamar ke-16 di Universitas Muhammadiyah Semarang, Jumat (7/8).

Abdul Mu’ti menilai Tapak Suci terus menorehkan berbagai prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Tapak Suci bukan sekadar organisasi bela diri, melainkan juga wahana pembentukan karakter, penguatan mental, dan media dakwah yang efektif.

“Tapak Suci menjadi sarana olahraga sekaligus dakwah. Dakwah melalui bela diri sangat efektif karena mampu melintas batas dan diterima oleh semua kalangan. Dari olahraga, kita juga membangun generasi yang sehat, kuat, dan berkarakter,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan utama Tapak Suci terletak pada perpaduan nilai keimanan, akhlak, dan kemampuan bela diri. Menurutnya, perpaduan itu menjadi modal penting menghadapi tantangan zaman.
Abdul Mu’ti juga menyoroti tantangan kesehatan mental generasi muda. Mengutip data Kementerian Kesehatan, ia menyebut satu dari sepuluh anak muda Indonesia mengalami gangguan jiwa berat, sementara angka bunuh diri terus meningkat. Kondisi itu menjadi pengingat bahwa olahraga berfungsi menjaga kebugaran fisik sekaligus membangun kesehatan mental dan budaya hidup sehat.
Lebih lanjut, ia mendorong Tapak Suci memperluas kiprah di tingkat internasional hingga dapat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade. Dengan 31 Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) di berbagai negara dan sekolah Muhammadiyah di Australia, jaringan global itu dinilai sebagai modal besar untuk memperkenalkan Tapak Suci ke dunia.
“Berdakwah tidak hanya dilakukan melalui ceramah, tetapi juga dapat dilakukan melalui olahraga,” ungkapnya.
Menutup sambutannya, Abdul Mu’ti mengaitkan peran Tapak Suci dengan visi Indonesia Emas 2045. Ia mengajak seluruh kader menjadikan organisasi ini sebagai media dakwah yang mencerahkan sekaligus wadah mencetak generasi unggul yang sehat secara fisik, matang emosional, cerdas intelektual, dan kokoh dalam nilai-nilai keislaman.
“Teruslah berdakwah melalui Tapak Suci dan bersama-sama membangun generasi Indonesia Emas melalui Tapak Suci,” pesannya. (*)


Tinggalkan Balasan