Menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H: PDM Kota Cirebon Ajak Muhasabah dan Karya Nyata

CIREBON – Umat Islam di seluruh dunia, termasuk di Kota Cirebon, akan segera memasuki tahun baru Hijriah 1 Muharram 1448 H. Momen pergantian tahun ini menjadi pengingat akan perjalanan waktu serta kesempatan untuk memperbaiki diri. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, mengajak seluruh warga persyarikatan untuk menjadikan tahun baru ini sebagai momentum kebangkitan semangat baru dalam berkarya.

“Selamat Tahun Baru Hijriah 1 Muharram 1448 H. Semoga dengan tahun baru ini, bisa memberikan semangat yang baru bagi seluruh warga Muhammadiyah di Kota Cirebon untuk terus bekerja dan berkarya bagi kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah, bangsa, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Aamiin yaa Rabbal ‘alamiin,” ujar Drs. Puji Nirmo dalam sambutannya baru-baru ini.

Ajakan bermuhasabah ini sejalan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

Artinya: “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 197)

Tidak Ada Ibadah Ritual Khusus, Umat Diajak Bermuhasabah

Sementara itu, Ustadz Dedi Ahyadi, tokoh Mubaligh Muhammadiyah di Kota Cirebon, memberikan penjelasan penting terkait amalan menyambut tahun baru Hijriah menurut tuntunan HPT. Ia menegaskan bahwa dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah, tidak ditemukan tuntunan khusus berupa doa, dzikir, atau ritual tertentu untuk mengawali 1 Muharram.

“Dalam tuntunan ibadah Muhammadiyah (Himpunan Putusan Tarjih / HPT), tidak terdapat tuntunan khusus berupa doa, dzikir, atau amalan ritual tertentu untuk mengawali tahun baru Hijriyah. Pergantian tahun murni sebagai penanda kalender, sehingga tidak ada ibadah yang disyariatkan secara khusus pada malam atau hari tersebut,” jelas Ustadz Dedi.

Namun demikian, Majelis Tarjih menganjurkan umat Islam untuk mengisi awal tahun dengan amalan-amalan umum yang bernilai ibadah dan bisa dilakukan kapan saja, di antaranya:

  1. Muhasabah Diri: Mengevaluasi amal ibadah di tahun yang telah berlalu dan memperbarui niat untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun mendatang.
  2. Meningkatkan Amal Saleh: Memperbanyak puasa sunah (seperti puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh), infak, dan zikir secara umum.

Anjuran bermuhasabah ini juga ditegaskan dalam hadis Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :

حَاسِبُوا أَنْفُسَكُمْ قَبْلَ أَنْ تُحَاسَبُوا

Artinya: “Hisablah (evaluasi) dirimu sendiri sebelum kamu dihisab (kelak di hari kiamat).” (H.R. Tirmidzi)

Menjadikan Hijriah sebagai Spirit Peradaban

Dengan berpedoman pada Al-Qur’an dan Sunnah, semangat tahun baru Hijriah diharapkan tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam peningkatan kualitas diri dan kontribusi sosial. PDM Kota Cirebon mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen 1 Muharram 1448 H sebagai titik tolak perbaikan akhlak dan peningkatan amal saleh demi kemajuan Kota Cirebon yang berkemajuan.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 tanggapan untuk “Menyambut Tahun Baru Hijriah 1448 H: PDM Kota Cirebon Ajak Muhasabah dan Karya Nyata”

  1. Avatar Nurzini Fazilet
    Nurzini Fazilet

    Semoga kita menjadi lebih baik, aamiin.

  2. Avatar Uung Qurochtul'ain
    Uung Qurochtul’ain

    Hijrah ke arah yg lebih baik,Baarokallohu fiikum.

  3. Avatar puji nirmo
    puji nirmo

    Dengan momen tahun baru Hijriah 1448, bs dijadikan sbg wahana utk muhasabah dan berbenah utk meningkatkan semangat bekerja dan berkarya demi kemajuan persyarikatan, bangsa dan negara di masa yg akan datang.