CIREBON, 16 Juli 2026 – Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, SDIT Muhammadiyah Harjamukti Kota Cirebon menggelar kegiatan dengan tema sosialisasi anti-bullying serta pawai keliling lingkungan sekolah. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/7) ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa baru dan didampingi oleh dewan guru.

Sosialisasi Anti-Bullying oleh Kepala Sekolah
Kepala SDIT Muhammadiyah Harjamukti, Encup Supriatna, S.Pd., secara langsung menyampaikan materi sosialisasi anti-bullying di hadapan para siswa. Dalam arahannya, beliau menekankan bahwa sekolah adalah rumah kedua yang harus menjadi tempat aman dan nyaman bagi setiap anak.
“Tidak boleh ada perundungan di lingkungan sekolah kita. Setiap anak adalah saudara yang harus kita jaga dan sayangi. Mari kita bangun suasana belajar yang penuh dengan kasih sayang dan saling menghormati,” ujar Encup Supriatna di hadapan para siswa .

Beliau juga mengingatkan bahwa perbuatan bullying tidak hanya merugikan secara psikologis, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan umatnya untuk saling menyayangi. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَتَرَاحُمِهِمْ وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى
Artinya: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling mencintai, menyayangi, dan mengasihi bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh lainnya akan ikut terjaga (tidak bisa tidur) dan merasakan demam (turut sakit).” (HR. Muslim)

Pawai Keliling Lingkungan Sekolah
Setelah sosialisasi, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pawai keliling lingkungan sekolah. Para siswa berjalan bersama guru sambil membawa balon dan poster bertema anti-bullying serta ajakan mencintai lingkungan. Pawai ini bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru pada lingkungan sekitar sekolah sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan.
Encup Supriatna menjelaskan bahwa kegiatan pawai ini menjadi sarana pembelajaran karakter bagi siswa. “Dengan berkeliling, anak-anak belajar mengenal lingkungan, bersosialisasi dengan warga sekitar, dan menumbuhkan kebanggaan terhadap sekolahnya,” jelasnya .

Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Islam
SDIT Muhammadiyah Harjamukti secara konsisten mengintegrasikan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam dalam setiap kegiatan pembelajaran, termasuk dalam pelaksanaan MPLS. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 10:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)
Dengan mengusung tema anti-bullying dan kepedulian lingkungan, MPLS hari ke-4 ini diharapkan mampu membentuk generasi siswa yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan kepedulian sosial yang tinggi.
Liputan : Tim Media SDIT Muhammadiyah Harjamukti Kota Cirebon
Editor : Arofah Firdaus


Tinggalkan Balasan