YOGYAKARTA, [muhammadiyahciko.or.id] – Kabar duka menyelimuti seluruh warga Persyarikatan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Prof. Dr. Chamamah Soeratno, Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah periode 2000-2005 dan 2005-2010, telah berpulang ke rahmatullah pada Selasa, 7 Juli 2026, pukul 20.13 WIB .
Kepergian sosok guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) ini dirasakan sebagai kehilangan besar bagi bangsa dan organisasi. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan duka cita yang mendalam. Menurutnya, almarhumah adalah tokoh cendekiawan dengan dedikasi, keluasan pemikiran, dan semangat pengabdian yang luar biasa bagi Persyarikatan .
“Kita kehilangan tokoh ‘Aisyiyah dan Muhammadiyah yang cendekia serta memiliki spirit tinggi dalam perjuangan Persyarikatan. Beliau bahkan pernah menyampaikan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mewakili ‘Aisyiyah,” ujar Haedar dikutip dari laman resmi Muhammadiyah .
Saat menerima kabar musibah ini, umat Islam dianjurkan untuk mengucapkan kalimat istirja’ sebagai bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya: “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali.”
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surah Al-Baqarah ayat 156:
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
Artinya: “(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan ‘Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn’ (sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya hanya kepada-Nya kami akan kembali).”
Keteguhan dalam menghadapi ujian ini juga ditegaskan dalam sebuah hadis riwayat Muslim. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي، وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا، إِلَّا آجَرَهُ اللَّهُ فِي مُصِيبَتِهِ، وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا
Artinya: “Tidaklah seorang hamba ditimpa musibah lalu dia mengucapkan, ‘Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn, Allāhumma ujurnī fī muṣībatī wa akhlif lī khairan minhā’ (Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan berilah aku ganti yang lebih baik darinya), melainkan Allah akan memberinya pahala dan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR Muslim)
Sosok Pemimpin yang Berwawasan Global
Sepanjang hidupnya, Prof. Chamamah dikenal sebagai pribadi yang ramah namun teguh pada prinsip. Ia terbuka terhadap perbedaan pandangan dan selalu menghormati siapa pun yang berdialog dengannya. Kepada generasi muda, ia menunjukkan rasa hormat yang tinggi dan tidak segan menerima pandangan serta masukan .
Pengabdiannya bagi kemajuan ‘Aisyiyah menjadi teladan berharga. Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah, mengenangnya sebagai pemimpin yang tegas dalam pengambilan keputusan, penuh semangat, cermat, dan bertanggung jawab. Integritasnya akan selalu menjadi inspirasi bagi kader ‘Aisyiyah .
“Bagi para pimpinan ‘Aisyiyah generasi setelah beliau, penting untuk belajar tentang kegigihan, spirit berkhidmat, keluasan pergaulan, serta yang terpenting terus memperluas ilmu dan pemikiran. Itulah kekuatan yang sangat berharga bagi seorang pemimpin penggerak Persyarikatan,” pesan Haedar Nashir .
Doa untuk Almarhumah
Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kota Cirebon ikut berduka dan mengajak seluruh warga untuk mendoakan almarhumah. Semoga Prof. Dr. Chamamah Soeratno husnul khatimah, dilapangkan kuburnya, diterima seluruh amal ibadahnya, diampuni segala kesalahannya, dan dianugerahi tempat di surga dalam rida Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan keikhlasan dan kesabaran. Jejak kebaikan dan perjuangan beliau semoga dapat dilanjutkan oleh keluarga dan generasi penerus yang mencintai ilmu serta pengkhidmatan dakwah di jalan Allah .


Tinggalkan Balasan