PCM Kesambi Gelar Pengajian Ahad Pagi, Ustadz DR. Alvien Haerisma Uraikan Makna Rabiul Awal dan Ekonomi Islam

·

Editor:

|

5 menit

|

📋

Dibaca: 9 x

CIREBON, muhammadiyahciko – Suasana khidmat menyelimuti Aula Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, pada Ahad pagi ini (30/8/26). Puluhan jamaah tampak antusias mengikuti pengajian rutin yang menghadirkan penceramah kondang, Ustadz Dr. Alvien Haerisma, S.E.I., M.S.I. Acara yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB ini juga dihadiri langsung oleh Ketua PCM Kesambi, H. Digyono, beserta jajaran pimpinan dan warga Muhammadiyah se-Kecamatan Kesambi.

Ketua PCM Kesambi, H. Digyono, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya pengajian ini sebagai wadah peningkatan keimanan dan ketakwaan, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. “Kami berharap kajian ini membawa berkah dan manfaat bagi kita semua, terutama dalam menyambut bulan mulia Rabiul Awal,” ujarnya.

Memasuki inti kajian, Ustadz Dr. Alvien Haerisma membawakan tema bertajuk “Memaknai Rabiul Awal sebagai Momentum Pertumbuhan dan Implementasi Ekonomi Islam”. Dengan gaya bahasa yang lugas, ilmiah, dan menyejukkan, beliau mengupas tuntas makna bulan kelahiran Baginda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam.

A. Memaknai Bulan Rabiul Awal

  1. Definisi
    Ustadz Alvien mengawali dengan menjelaskan secara etimologi dan terminologi. “Rabiul Awal adalah bulan ketiga dalam kalender Hijriah. Kata ‘Rabi’ berasal dari bahasa Arab yang berarti musim semi atau masa pertumbuhan, sedangkan ‘Awal’ berarti pertama. Ini adalah bulan yang agung karena di dalamnya terdapat peristiwa terbesar dalam sejarah umat manusia, yaitu kelahiran Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam,” jelasnya.
  2. Yang Perlu Disiapkan (Fokus)
    Beliau menekankan bahwa menyambut bulan mulia ini bukanlah dengan seremoni berlebihan, melainkan dengan persiapan hati dan amal. “Yang perlu kita siapkan adalah kesungguhan untuk meneladani sifat-sifat Rasulullah. Fokus kita bukanlah pada perayaan, tetapi pada upaya transformasi diri agar akhlak kita semakin mencerminkan akhlak beliau,” tegasnya.
  3. Dikaitkan dengan Ekonomi Islam
    Menariknya, Ustadz Alvien mengaitkan semangat Rabiul Awal dengan konsep ekonomi Islam. “Musim semi identik dengan tumbuhnya tanaman dan menghijaunya bumi. Dalam konteks ekonomi, ini mengajarkan kita bahwa rezeki itu bertumbuh. Pertumbuhan ekonomi seorang muslim haruslah berbasis pada nilai-nilai kejujuran dan keberkahan, sebagaimana diajarkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dalam setiap lini kehidupannya, termasuk berniaga,” paparnya.

B. Rabiul Awal: Rabi dan Awal

Lebih dalam, Ustadz Alvien mengurai dua kata pembentuk bulan ini.

  • Rabi (musim semi/masa pertumbuhan): Beliau mengibaratkan bulan ini sebagai masa subur bagi amal kebaikan. “Sama seperti tanah di musim semi yang subur dan menumbuhkan tanaman, maka hati kita pun harus subur dengan iman dan takwa,” katanya.
  • Awal (pertama): Ini menandakan bahwa segala kebaikan harus dimulai dari bulan yang penuh berkah ini. Bulan ini juga menjadi pengingat bahwa di dalamnya terdapat dua peristiwa monumental: kelahiran dan wafatnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam. “Kelahiran dan wafatnya beliau adalah dua sisi mata uang yang mengajarkan kita tentang siklus kehidupan dan pentingnya mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Kelahiran beliau membawa rahmat, dan wafatnya beliau meninggalkan warisan ilmu dan sunnah yang abadi,” tuturnya.

C. Amalan yang Dianjurkan di Bulan Rabiul Awal

Ustadz Alvien mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak tiga amalan utama di bulan ini:

  1. Perbanyak Shalawat
    Beliau membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًاArtinya: “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al-Ahzab: 56) “Ini adalah perintah langsung dari Allah. Perbanyaklah shalawat sebagai bentuk cinta dan kerinduan kita kepada Rasulullah,” serunya.
  2. Perbanyak Sedekah
    Beliau mengingatkan bahwa sedekah adalah salah satu amalan yang sangat dicintai oleh Rasulullah, terlebih di bulan kelahirannya. “Sedekah tidak akan pernah mengurangi harta, malah akan dilipatgandakan pahalanya dan menjadi penolak bala,” imbuhnya, merujuk pada sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam: مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍArtinya: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta.” (HR. Muslim)
  3. Perbaiki Akhlak
    Poin ini menjadi penekanan khusus. Ustadz Alvien menyatakan bahwa tujuan utama diutusnya Rasulullah adalah untuk menyempurnakan akhlak. إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِArtinya: “Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad) “Jadikan bulan ini sebagai momentum untuk introspeksi diri. Mulailah dari hal kecil, seperti berkata jujur, menepati janji, dan bersikap ramah kepada sesama,” pesannya.

D. Ekonomi Islam dalam Bingkai Keteladanan

Pada sesi akhir, Ustadz Alvien mengupas tuntas bagaimana nilai-nilai Rabiul Awal diaplikasikan dalam kegiatan ekonomi.

  1. Niatkan Semua Amalan dengan Niat dan Teladan yang Baik (Jujur dan Profesional)
    “Seorang muslim yang berprofesi sebagai pedagang, karyawan, atau pengusaha harus meniatkan pekerjaannya sebagai ibadah. Kejujuran dan profesionalitas adalah kunci utama. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dikenal dengan gelar Al-Amin (yang terpercaya). Inilah yang harus kita tiru,” tegasnya.
  2. Larangan dalam Berniaga (Menghindari Maisir dan Gharar)
    Beliau mengingatkan tentang dua hal yang sangat dilarang dalam transaksi ekonomi Islam.
    • Maisir (Judi/Spekulasi): Segala bentuk transaksi yang mengandung unsur untung-untungan dan merugikan salah satu pihak.
    • Gharar (Ketidakjelasan): Transaksi yang tidak jelas barangnya, jumlahnya, ataupun waktu penyerahannya. “Jual beli harus jelas dan transparan. Ketidakjelasan akan memicu perselisihan dan menghilangkan berkah,” terangnya.
  3. Keseimbangan Dunia dan Akhirat
    Ustadz Alvien mengutip firman Allah yang menjadi pegangan umat Islam dalam menyeimbangkan kehidupan: وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ ۖ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا ۖ وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ ۖ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَArtinya: “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari kenikmatan duniawi, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77) “Bekerjalah dengan giat untuk mencari rezeki, tetapi jangan pernah lupa bahwa ada kehidupan akhirat yang abadi. Jadikan harta sebagai wasilah untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai tujuan akhir,” ujarnya.
  4. Kepedulian Sosial: Wakaf, Infak, dan Sedekah
    Di akhir tausiyahnya, Ustadz Alvien mendorong kesadaran sosial di antara jamaah. “Ekonomi Islam tidak hanya berbicara tentang keuntungan pribadi, tetapi juga tentang kepedulian terhadap orang lain. Lahirnya Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam adalah rahmat bagi seluruh alam. Wujudkan rahmat itu dengan peduli kepada sesama melalui wakaf, infak, dan sedekah. Ini akan menjadi investasi sosial yang besar dan membersihkan harta kita,” pungkasnya.

Pengajian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Alvien Haerisma, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang interaktif. Para jamaah terlihat sangat antusias dan mendapatkan pencerahan baru tentang bagaimana memaknai bulan Rabiul Awal tidak hanya sebagai bulan sejarah, tetapi juga sebagai bulan aktualisasi diri dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di bidang ekonomi.

Acara yang berlangsung hingga pukul 08.00 WIB ini berakhir dengan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan khas warga Muhammadiyah Kesambi. (*)

Peliput : Muryanto dan Tim Media PCM Kesambi


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *