Pengajian Ahad Pagi PCM Kesambi Hadirkan Ketua PWM Jabar, Bahas Islam Berkemajuan dan Lima Level Kehidupan Manusia

CIREBON – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi Kota Cirebon menggelar pengajian rutin Ahad pagi pada 5 Juli 2026 di Balai Pengajian PCM Kesambi Jalan Simaja, Kota Cirebon. Pengajian yang berlangsung khidmat ini menghadirkan penceramah utama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Barat, Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, M.Ag., dengan tema sentral mengenai hubungan antara Al-Qur’an dan Al-Hadits dalam kehidupan serta konsep Islam berkemajuan.

Acara yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai itu tampak dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo; Ketua PCM Kesambi Kota Cirebon, H. Digyono; serta jajaran pimpinan dan warga Muhammadiyah se-Kota Cirebon. Suasana pengajian terasa hangat dan penuh kekhusyukan dengan antusiasme jamaah yang memenuhi ruang utama.


Al-Qur’an dan Al-Hadits: Sumber Primer yang Tak Terpisahkan

Dalam tausiyahnya, Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, M.Ag. menegaskan bahwa Al-Qur’an dan Al-Hadits merupakan dua sumber primer ajaran Islam yang tidak dapat dipisahkan. Beliau mengawali ceramah dengan membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنكُمْ

“Wa aṭī‘ullāha wa aṭī‘ur-rasūla wa ulil-amri minkum.”

Artinya: “Dan taatilah Allah dan taatilah Rasul-Nya, dan ulil amri di antara kamu.”
(QS. An-Nisa: 59)

Beliau menjelaskan bahwa ketaatan kepada Allah diwujudkan melalui pengamalan Al-Qur’an, sedangkan ketaatan kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam diwujudkan melalui pengamalan hadits. Keduanya merupakan pedoman hidup yang saling melengkapi dan menjadi rujukan utama dalam seluruh aspek kehidupan.

Selain itu, beliau juga menyampaikan sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:

تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ

“Taraktu fīkum amraini lan taḍillū mā tamassaktum bihimā: Kitāballāhi wa sunnata nabiyyihi.”

Artinya: “Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya.”
(HR. Malik dalam Al-Muwaththa’)

“Dengan berpegang pada Al-Qur’an dan As-Sunnah, umat Islam akan selamat dunia dan akhirat. Keduanya adalah cahaya yang menerangi jalan kehidupan,” ujar Prof. Ahmad Dahlan di hadapan jamaah.


Islam Berkemajuan dan Prinsip Al-Islamu Wa La Yu’la ‘Alaih

Mengangkat tema Islam berkemajuan, Prof. Ahmad Dahlan menyampaikan bahwa Muhammadiyah sejak didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan telah mengusung semangat tajdid (pembaruan) dan gerakan Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Beliau mengutip prinsip agung:

الْإِسْلَامُ وَ لَا يُعْلَى عَلَيْهِ

“Al-Islāmu wa lā yu‘lā ‘alaih.”

Artinya: “Islam itu tinggi dan tidak ada yang mengunggulinya.”

Beliau menjelaskan bahwa kemuliaan Islam bukanlah semata-mata klaim, melainkan harus dibuktikan dengan akhlak mulia, ilmu pengetahuan, peradaban, dan kontribusi nyata bagi kemanusiaan. “Islam berkemajuan adalah Islam yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri. Ia tetap teguh pada sumber utamanya, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah, namun bergerak dinamis dalam ijtihad dan amal usaha,” tegasnya.


Lima Level Kehidupan Manusia: Renungan untuk Diri dan Masyarakat

Salah satu bagian paling menarik dalam ceramah Prof. Ahmad Dahlan adalah paparannya mengenai lima level kehidupan manusia. Beliau menguraikan secara gamblang tingkatan-tingkatan hidup yang dijalani oleh manusia berdasarkan orientasi dan tujuannya:

1. Orang Hidup yang Bermakna (Ḥayātun ma‘nawiyyah)

Tingkatan tertinggi adalah kehidupan yang bermakna, yaitu hidup untuk diri sendiri dan orang lain dengan tujuan dunia dan akhirat. Orang pada level ini memiliki kesadaran penuh bahwa kehidupannya adalah ibadah dan amal saleh. Ia tidak hanya mencari kebahagiaan pribadi, tetapi juga menjadi manfaat bagi sesama. Prof. Ahmad Dahlan mengutip hadits:

خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Khairun-nāsi anfa‘uhum lin-nās.”

Artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Ahmad, Thabrani, dan Daruquthni)

2. Orang Hidup Berdasarkan Ilmu (Ḥayātun bi al-‘ilmi)

Level kedua adalah kehidupan yang dilandasi ilmu. Orang pada tingkatan ini menjadikan ilmu sebagai cahaya dan pedoman. Ia senantiasa belajar, mengkaji, dan mengamalkan ilmu. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“Yarfa‘illāhullazīna āmanū minkum wallazīna ūtul-‘ilma darajāt.”

Artinya: “Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kalian dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

3. Orang Hidup karena Cita-cita (Ḥayātun bi al-amal)

Level ketiga adalah kehidupan yang digerakkan oleh cita-cita mulia. Orang pada level ini memiliki visi dan misi hidup yang jelas. Ia tidak menjalani hari-hari tanpa arah. Cita-cita yang lurus akan membawa seseorang pada perbuatan-perbuatan produktif dan konstruktif.

4. Orang Hidup berdasarkan Hobi (Ḥayātun bi al-hiwāyah)

Level keempat adalah kehidupan yang didasari oleh hobi atau kesenangan semata. Pada tingkatan ini, seseorang mungkin aktif dan bersemangat, tetapi motivasinya masih terbatas pada kepuasan pribadi dan kesenangan duniawi. Beliau mengingatkan agar hobi tidak melampaui batas dan tetap dalam koridor syariat.

5. Orang Hidup Tanpa Tujuan (Ḥayātun bidūni hadaf)

Level terendah adalah kehidupan tanpa tujuan. Orang pada level ini menjalani hari-hari tanpa arah, tanpa rencana, dan tanpa makna. Mereka laksana kapal tanpa nahkoda yang terombang-ambing oleh arus kehidupan. “Inilah kondisi yang harus kita hindari. Setiap Muslim harus memiliki tujuan hidup yang jelas, yakni mengabdi kepada Allah dan memakmurkan bumi,” pesan Prof. Ahmad Dahlan.


Tausiyah Penutup dan Harapan untuk Kemajuan

Di akhir ceramah, Prof. Dr. H. Ahmad Dahlan, M.Ag. mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan level kehidupan masing-masing. Beliau berharap pengajian rutin Ahad pagi ini tidak sekadar menjadi rutinitas, melainkan menjadi momentum untuk introspeksi dan peningkatan kualitas hidup.

“Saudara-saudaraku sekalian, mari kita jadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai panduan utama. Mari kita tingkatkan diri dari sekadar hidup untuk hobi atau tanpa tujuan, menuju hidup yang bermakna—hidup yang bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat, dan bangsa. Karena itulah esensi Islam berkemajuan,” pungkasnya.

Pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Prof. Ahmad Dahlan. Suasana haru dan khidmat menyelimuti ruangan, diiringi lantunan aamiin dari para jamaah yang berharap keberkahan ilmu yang telah disampaikan.


Antusiasme Jamaah dan Harapan PCM Kesambi

Ketua PCM Kesambi Kota Cirebon, H. Digyono, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya pengajian yang dihadiri oleh jajaran pimpinan wilayah dan daerah tersebut. “Kami berharap dengan hadirnya Ketua PWM Jawa Barat, warga Muhammadiyah di Kesambi semakin semangat dalam menjalankan dakwah dan amal usaha. Semoga ilmu yang disampaikan menjadi berkah bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PDM Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kualitas keimanan serta keilmuan warga persyarikatan. “Muhammadiyah hadir untuk mencerahkan dan memberdayakan. Kita harus terus bergerak maju dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As-Sunnah,” tuturnya.

Pengajian Ahad pagi PCM Kesambi ini menjadi salah satu agenda rutin yang selalu dinanti oleh warga Muhammadiyah dan masyarakat umum di Kota Cirebon. Dengan menghadirkan penceramah-penceramah berkualitas dari tingkat pusat, wilayah, dan daerah, diharapkan PCM Kesambi dapat terus menjadi pusat pencerahan dan pembinaan umat di lingkungan Kecamatan Kesambi.


Liputan: Muryanto dan Tim Media PCM Kesambi Kota Cirebon
Editor: Arofah Firdaus
Foto: Dokumentasi PCM Kesambi

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 tanggapan untuk “Pengajian Ahad Pagi PCM Kesambi Hadirkan Ketua PWM Jabar, Bahas Islam Berkemajuan dan Lima Level Kehidupan Manusia”

  1. Avatar Fahyudin
    Fahyudin

    Pengingat penting bagi kita semua untuk selalu menjadikan Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagai kompas kehidupan agar selamat dunia-akhirat.
    Semoga kegiatan rutin PCM Kesambi ini terus istikamah membawa berkah

  2. Avatar puji nirmo
    puji nirmo

    Semoga dg kegiatan pengajian ahad pagi ini, bs menambah khasanah keilmuan para jamaah dan diamalkan dlm kehidupan sehari-hari