CIREBON, 26 April 2026 – Masjid Annur Sangkana, yang merupakan bagian dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, menggelar pengajian Ahad pagi, (26/4/2026). Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan Ustadz Ahmad Mapparumpa, S.Ag., M.Pd., sebagai penceramah.
Pengajian tersebut turut dihadiri oleh Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Cirebon Retno Kuntjorowati, S.Pd., serta Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Harjamukti Kota Cirebon, Yandi Heryandi, M.Pd. Jemaah tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.

Muqaddimah: QS. Al-Furqan Ayat 74
Mengawali tausiyahnya, Ustadz Ahmad Mapparumpa membacakan surat Al-Furqan ayat 74 sebagai landasan utama dalam membina keluarga Islami. Beliau menekankan bahwa doa seorang muslim yang paling utama adalah memohon keturunan dan keluarga yang menjadi teladan.
QS. Al-Furqan (25): 74
وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Artinya: “Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk mata (hati), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.’”

Manajemen Rumah Tangga Islami
Dalam ceramahnya, Ustadz Ahmad yang juga seorang pendidik ini menyampaikan bahwa manajemen rumah tangga Islami tidak semata mengatur keuangan atau pembagian kerja, tetapi yang terpenting adalah kepemimpinan rohani. Beliau menegaskan:
“Rumah tangga yang hebat berawal dari suami dan ayah yang hebat.”
Menurutnya, seorang suami bukan hanya pencari nafkah, melainkan nahkoda yang menentukan arah bahtera keluarga menuju ridha Allah. Hal ini dapat dipelajari dari keluarga Nabi Ibrahim AS.

Belajar dari Keluarga Nabi Ibrahim AS
Ustadz Ahmad mengupas tuntas kisah keluarga Nabi Ibrahim AS. Kesuksesan Nabi Ibrahim dalam membangun generasi tangguh tidak terlepas dari peran beliau sebagai sosok ayah yang hebat.
- Sosok Ayah Hebat: Ibrahim AS mampu mendidik Ismail AS menjadi anak yang hebat, bahkan rela disembelih karena kepatuhan kepada Allah dan orang tua.
- Istri Hebat: Siti Hajar, istri Ibrahim AS, adalah perempuan tangguh yang berlari-lari kecil antara Safa dan Marwa demi anaknya. Inilah buah dari bimbingan suami yang visioner.
“Ketika seorang ayah kuat secara iman dan akhlak, maka lahirlah istri yang tangguh dan anak-anak yang saleh,” jelas Ustadz Ahmad.

Kunci Kebahagiaan: Al-Walud dan Al-Wadud
Memasuki inti materi, penceramah menjelaskan bahwa kebahagiaan rumah tangga terletak pada dua sifat utama: Al-Walud (subur, banyak keturunan) dan Al-Wadud (penuh cinta kasih). Dua sifat ini merujuk pada sabda Nabi Muhammad ﷺ ketika menganjurkan umatnya untuk memilih pasangan hidup.
Rasulullah ﷺ bersabda:
Hadis Riwayat Abu Dawud dan Nasa’i
تَزَوَّجُوا الْوَلُودَ الْوَدُودَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الْأُمَمَ
Artinya: “Nikahilah wanita yang penyayang (al-wadud) lagi subur (al-walud), karena sesungguhnya aku akan membanggakan banyaknya umat kalian di hadapan para nabi pada hari kiamat.”
Ustadz Ahmad memerinci dua sifat agung ini:
- Al-Walud (الولود): Wanita yang subur, memiliki keturunan banyak. Ini menunjukkan keberkahan umat dan kekuatan generasi Islam.
- Al-Wadud (الودود): Wanita yang penuh kasih sayang, setia, dan mampu menciptakan ketenangan bagi suami. Dalam Al-Qur’an, Allah menyebut pasangan sebagai sumber ketenangan.
Beliau juga mengutip QS. Ar-Rum ayat 21 yang menjelaskan tentang mawaddah (cinta) dan rahmah (kasih):
QS. Ar-Rum (30): 21
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً
Artinya: “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa cinta (mawaddah) dan kasih sayang (rahmah).”
Ustadz Ahmad menjelaskan bahwa kata al-walud mengandung makna kesuburan lahir, sementara al-wadud adalah kesuburan batin dalam bentuk cinta dan ketenangan. Beliau pun menyentil secara ringan, “Sifat walud dan wadud ini adalah anugerah. Jangan bandingkan dengan sifat lain yang kadang muncul dari lisan, karena laki-laki dan perempuan sama-sama memiliki keistimewaan.”

Penutup: Selamatkan Keluarga dari Api Neraka
Di akhir tausiyahnya, Ustadz Ahmad mengingatkan seluruh jemaah dengan firman Allah dalam QS. At-Tahrim ayat 6:
QS. At-Tahrim (66): 6
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.”
“Ini adalah inti dari manajemen rumah tangga Islami. Selamatkan diri dengan ilmu, selamatkan keluarga dengan pendidikan tauhid dari seorang ayah yang hebat,” pungkasnya.
Pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Ahmad Mapparumpa, disaksikan langsung oleh jajaran pimpinan. Para jemaah pulang dengan membawa semangat baru untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah, warahmah.
Redaktur: Tim Liputan Masjid Annur Sangkana


Tinggalkan Balasan ke Yandi Heryandi Batalkan balasan