Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesambi Gelar Pengajian Ahad Pagi: Ustadz Dr. Muchlis, M.Ag Paparkan Tema “Islam Berkemajuan”

CIREBON, 12 Juli 2026 – Suasana khidmat menyelimuti Balai Pengajian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi, Kota Cirebon, pada Ahad pagi (12/7/2026). Jamaah dari berbagai ranting dan warga sekitar tampak antusias mengikuti pengajian rutin Ahad pagi yang kali ini menghadirkan penceramah utama, Ustadz Dr. Muchlis, M.Ag. Dengan tema besar “Islam Berkemajuan”, pengajian ini menjadi momentum refleksi kolektif bagi warga persyarikatan dalam menyambut dinamika zaman tanpa kehilangan pijakan fundamental ajaran Islam.

Ketua PCM Kesambi, H. Digyono., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pengajian Ahad pagi merupakan program unggulan pembinaan mental-spiritual yang berkelanjutan. “Kami berharap kehadiran jamaah yang padat ini menjadi energi baru bagi gerakan dakwah di Kecamatan Kesambi. Tema yang diangkat hari ini sangat relevan, mengingat tantangan umat ke depan semakin kompleks,” ujarnya.

Tafsir Surat Al-An’am Ayat 125 sebagai Landasan

Mengawali tausiyahnya, Ustadz Dr. Muchlis, M.Ag mengajak seluruh jamaah untuk merenungi firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-An’am ayat 125:

فَمَنْ يُرِدِ اللَّهُ أَنْ يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَنْ يُرِدْ أَنْ يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Artinya: “Barangsiapa yang Allah kehendaki untuk memberinya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (menerima agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Dia menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman.” (QS. Al-An’am: 125)

Menurut Ustadz Muchlis, ayat ini menegaskan bahwa kelapangan dada dalam menerima Islam adalah anugerah sekaligus tanda hidayah dari Allah. “Hidayah tidak datang dengan sendirinya. Ada tiga tingkatan hidayah yang harus kita pahami secara berurutan,” jelasnya di hadapan jamaah yang menyimak dengan seksama.

Beliau memaparkan tiga jenis hidayah yang menjadi kunci pemahaman Islam yang berkemajuan:

  1. Hidayah Fitriyah – yaitu hidayah bawaan sejak lahir, berupa potensi dasar manusia untuk mengenali Tuhan. Potensi ini bersifat universal dan melekat pada setiap insan.
  2. Hidayah ‘Aqliyah – yaitu hidayah yang diperoleh melalui akal sehat. Akal adalah anugerah agung yang memampukan manusia membedakan yang benar dan yang salah, serta mendorongnya untuk mencari kebenaran.
  3. Hidayah Taufiq – yaitu hidayah khusus dari Allah berupa pertolongan dan bimbingan-Nya kepada hamba yang dikehendaki. Inilah hidayah yang paling tinggi, yang menjadikan seseorang tidak sekadar tahu, tetapi juga mengamalkan dan istiqamah di jalan-Nya.

“Ketika ketiga hidayah ini bersatu dalam diri seorang muslim, maka ia akan merasakan kelapangan dada sebagaimana disebutkan dalam Surat Al-An’am. Ia tidak merasa berat menjalankan syariat, justru merasakan ketenangan dan kebahagiaan,” tambahnya.

Konsep Hijrah: Lebih dari Sekadar Perpindahan Fisik

Pada bagian kedua tausiyahnya, Ustadz Dr. Muchlis mengupas konsep hijrah secara komprehensif. “Seringkali kita memaknai hijrah hanya sebagai perpindahan fisik dari Mekah ke Madinah. Padahal, hijrah memiliki dimensi yang lebih luas dan mendalam,” ungkapnya. Beliau lalu merinci lima jenis hijrah yang menjadi indikator kemajuan Islam dalam diri seorang mukmin:

  1. Hijrah Makaniyah – hijrah secara fisik, sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dari Mekah ke Madinah. Hijrah ini merupakan bukti kesiapan berkorban demi mempertahankan iman.
  2. Hijrah Maknawiyah – hijrah rohani, yaitu perpindahan kondisi jiwa dari kelalaian menuju kedekatan dengan Allah, dari hati yang keras menjadi lembut dan tunduk.
  3. Hijrah Fikriyah – hijrah pemikiran, yaitu perpindahan pola pikir dari kebodohan, takhayul, dan bid’ah menuju pemikiran yang rasional, bersih, dan berdasarkan dalil.
  4. Hijrah Syukriyah – hijrah dari kekufuran (ingkar nikmat) menjadi rasa syukur yang tulus. Ini adalah perubahan orientasi hidup dari selalu mengeluh menjadi senantiasa melihat anugerah Allah.
  5. Hijrah Syirkiyah – hijrah dari kesyirikan menuju kemurnian tauhid. Inilah hijrah paling fundamental, karena tauhid adalah inti dari seluruh ajaran Islam.

“Hijrah-hijrah ini harus berjalan simultan. Jangan hanya hijrah makaniyah, tetapi fikriyah dan syirkiyahnya tidak berubah. Islam berkemajuan adalah Islam yang menggerakkan seluruh potensi hijrah ini dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Ustadz Muchlis dengan nada penuh semangat.

Karakter Berkemajuan Berlandaskan Tauhid

Mengakhiri tausiyahnya, Ustadz Dr. Muchlis menegaskan bahwa kata “Islam” disebutkan kurang lebih delapan kali dalam Al-Qur’an dengan berbagai konteks, namun esensinya selalu merujuk pada sikap pasrah dan tunduk total kepada Allah. “Karakter utama dari Islam yang berkemajuan adalah berlandaskan tauhid. Tanpa tauhid yang murni, gerakan apapun akan kehilangan ruhnya,” ujarnya.

Beliau mengutip sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penguat:

أَفْضَلُ الْعَمَلِ إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ

Artinya: “Amal yang paling utama adalah iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Kemajuan dalam perspektif Islam bukanlah sekadar kemajuan teknologi atau ekonomi semata, tetapi kemajuan yang berporos pada ketakwaan, kejujuran, dan keadilan. Inilah yang disebut Islam berkemajuan — sebuah Islam yang selalu dinamis, membawa rahmat bagi semesta, namun tidak pernah mengkompromikan akidah tauhid,” pungkasnya.

Pengajian yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 08.00 WIB itu ditutup dengan doa dan sesi tanya jawab yang interaktif. Para jamaah terlihat antusias mengajukan pertanyaan seputar implementasi hijrah fikriyah dalam kehidupan modern. Acara kemudian diakhiri dengan santapan yang disediakan oleh pelaksana kegiatan, menambah kehangatan ukhuwah di antara warga persyarikatan.

Liputan: Muryanto dan Tim Media Dakwah PCM Kesambi
Editor: Arofah Firdaus

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu tanggapan untuk “Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesambi Gelar Pengajian Ahad Pagi: Ustadz Dr. Muchlis, M.Ag Paparkan Tema “Islam Berkemajuan””

  1. Avatar Fahyudin
    Fahyudin

    Materi yang sangat mencerahkan. Penjelasan Ustadz Muchlis mengingatkan kita bahwa Islam Berkemajuan harus menyentuh seluruh dimensi kehidupan, mulai dari mengoptimalkan hidayah akal hingga melakukan hijrah fikriyah (pemikiran) agar umat tidak mudah tertinggal oleh zaman namun tetap kokoh di atas tauhid

KOMENTAR TERBARU