SDIT Muhammadiyah Harjamukti Kota Cirebon menggelar Rapat Evaluasi Bulanan sekaligus Pembinaan Pembelajaran Mendalam pada Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh tenaga pendidik dan kependidikan, bertempat di lingkungan sekolah setempat.
Rapat evaluasi dipimpin langsung oleh Kepala SDIT Muhammadiyah Harjamukti, Encup Supriatna, S.Pd. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya refleksi berkala terhadap proses pembelajaran yang telah berjalan. Menurutnya, evaluasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan ikhtiar untuk memastikan setiap peserta didik mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik.

“Evaluasi ini menjadi cermin bagi kita semua. Apa yang sudah baik harus dipertahankan, apa yang kurang harus segera diperbaiki. Jangan sampai kita berjalan tanpa arah,” ujar Encup Supriatna.
Ia juga mengingatkan bahwa seorang pendidik senantiasa terikat dengan nilai-nilai keislaman, termasuk kesadaran untuk terus memperbaiki diri. Dalam konteks inilah, ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan setiap mukmin untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.
وَيَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Wa yā ayyuhal-lażīna āmanut-taqullāha wal tanẓur nafsum mā qaddamat ligad, wat-taqullāh, innallāha khabīrum bimā ta‘malūn.
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Usai sesi evaluasi, acara dilanjutkan dengan pembinaan pembelajaran mendalam yang disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Harjamukti, H. Yandi Heryandi, M.Pd. Dalam pemaparannya, Yandi menegaskan komitmen Muhammadiyah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh secara spiritual.
“Sekolah Muhammadiyah harus menjadi garda terdepan dalam menghadirkan pendidikan Islam yang berkemajuan. Guru-gurunya pun dituntut untuk terus belajar, karena guru yang berkemajuan akan melahirkan generasi yang berkemajuan,” tegas Yandi.
Ia mengingatkan bahwa tugas mendidik adalah amanah yang menuntut kesabaran dan keteladanan. Setiap pendidik, lanjutnya, hendaknya mampu menjadi pribadi yang terus mengevaluasi diri sebelum menuntut perubahan dari peserta didiknya.
Pesan tersebut sejalan dengan hadis Nabi Muhammad ﷺ yang diriwayatkan dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus, di mana beliau menggambarkan orang yang cerdas sebagai pribadi yang senantiasa menghisab dirinya sendiri.
الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ، وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ، وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا، ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللَّهِ
Al-kayyisu man dāna nafsah, wa ‘amila limā ba‘dal-maut, wal-‘ājizu man atba‘a nafsahū hawāhā, ṡumma tamannā ‘alallāh.
Artinya: “Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri serta beramal untuk kehidupan setelah kematian. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah.” (HR. Tirmidzi)
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi diskusi antar tenaga pendidik mengenai strategi implementasi pembelajaran mendalam di kelas masing-masing. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir. (*)
Peliput : Rifda dan Tim Media SDIT Muhammadiyah


Tinggalkan Balasan