Selamat datang, ahlan wa sahlan,…

—

Muhammadiyah Kota Cirebon

—

Informasi layanan publik, kabar, tuntunan, dan wawasan Islam Berkemajuan

Muhammadiyah Kota Cirebon

Gerakan Islam Berkemajuan untuk Melayani Warga Kota Cirebon dan sekitarnya

Dakwah, pendidikan, kesehatan, dan layanan sosial —hadir nyata bagi siapa pun yang memerlukan.

Siapa Kami

Muhammadiyah Kota Cirebon adalah bagian dari Persyarikatan Muhammadiyah, gerakan Islam yang menjalankan dakwah amar makruf nahi munkar dengan berpedoman pada al-Qur’an dan Sunah.

Di Kota Cirebon, persyarikatan dipimpin oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon.

Bagi sebagian besar warga, wajah kami paling mudah dikenali lewat sekolah, rumah sakit, masjid, layanan jenazah, dan panti wreda.

Semuanya dikelola sebagai amal usaha untuk kemaslahatan bersama, dan pelayanannya terbuka menjangkau semua warga Kota Cirebon dan sekitarnya.

Dari Kauman ke Cirebon

Muhammadiyah didirikan oleh KH Ahmad Dahlan di Kampung Kauman, Yogyakarta, pada 8 Dzulhijjah 1330 H (18 November 1912).

Sejak awal, gerakan ini memadukan pembaruan pemahaman Islam (tajdid) dengan kerja nyata: membangun sekolah, layanan kesehatan, dan pelayanan sosial bagi masyarakat.

Di Jawa Barat, Muhammadiyah mulai dikenal sejak 1922 lewat kunjungan KH Ahmad Dahlan ke Garut, lalu menyebar ke daerah sekitarnya, termasuk Kuningan dan Cirebon.

Menurut catatan Moch. Sidik Sadali, perkenalan warga Cirebon dengan Muhammadiyah bermula pada 1935 lewat pengajian rutin yang dibimbing Kyai Toyib dari Kuningan.

Pada 1937 Muhammadiyah resmi berdiri sebagai cabang di Cirebon. Sejumlah rujukan menyebut para pedagang batik sebagai perintisnya, dengan pusat kegiatan awal di kawasan Pekarungan.

Perkembangan administrasi tata negara pada masa awal pembangunan pasca pengakuan kedaulatan Indonesia berpengaruh langsung terhadap struktur organisasi Muhammadiyah.

Pengesahan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 1965 tentang Pokok-Pokok Pemerintahan Daerah—yang menjadi cikal bakal Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 tentang Pemerintahan Daerah—merombak tata administrasi negara dengan memberlakukan skema Provinsi (Daerah Tingkat I) serta Kabupaten/Kotamadya (Daerah Tingkat II) yang secara tata ruang lebih rasional.

Sebagai tanggapan terhadap pembenahan birokrasi tersebut, Muhammadiyah dengan cepat merombak struktur organisasinya secara mendasar pada Muktamar ke-36 1965 di Bandung.

Sistem Konsulat yang berbasis keresidenan secara resmi ditiadakan. Muhammadiyah mulai mengadopsi hirarki lima tingkatan yang selaras langsung dengan struktur administrasi negara.

Pada periode itulah Pimpinan Muhammadiyah Daerah Cirebon yang meliputi Kota Cirebon dan Kabupaten Cirebon secara resmi ditetapkan melalui surat keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor J.002/D-1 bertanggal 20 Maret 1966.

Pada awal perubahan tersebut, nomenklatur yang digunakan sempat mengalami anomali linguistik.

Struktur tingkat provinsi disebut Pimpinan Muhammadiyah Wilayah (PMW) dan tingkat kabupaten/kota disebut Pimpinan Muhammadiyah Daerah (PMD).

Pada Muktamar 1985 di Solo, susunan gramatikal ini diperbaiki secara konsisten.

Nomenklatur PMW diubah menjadi Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM), PMD menjadi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), Pimpinan Muhammadiyah Cabang (PMC) menjadi Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), dan Pimpinan Muhammadiyah Ranting (PMR) menjadi Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM).

Menyikapi perkembangan organisasi dan menyesuaikan dinamika sosial politik pasca reformasi, pada Musyawarah Daerah Muhammadiyah 2006, disepakati dan ditetapkan pemisahan daerah Muhammadiyah di Cirebon dibagi menjadi Kota dan Kabupaten.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon melanjutkan khidmat di wilayah kota. Dengan demikian, Musyawarah Daerah (Musyda) 2006 adalah kali terakhir permusyawaratan sebelum pemisahan.

Susunan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Cirebon pertama pasca pemisahan disahkan dengan surat keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Nomor 057/KEP/II.0/D/2006 (05 Mei 2006 M / 7 Rabiul Tsani 1427 H), sebagai berikut:

KetuaDrs. Kosasih Natawijaya
SekretarisE. Muksidi
BendaharaArofah Firdaus, S.Pd
Wakil KetuaDrs. Abdul Rozak, M.Pd.
Wakil KetuaMufid
Wakil KetuaDrs. Agus Hidayat
Wakil KetuaSalim Sobari
Wakil KetuaAbdul Aziz Munawar, M.Ag
Wakil KetuaAchdat Wirakusumah HR
Wakil KetuaDedi Ahyadi
Wakil KetuaM. Yani Zamzam, S.Si., Apt.
Wakil KetuaDrs. Faisal Rasyad
Wakil KetuaM. Ishomudin AB, MBA

Jejak yang tercatat (Milestone)

TahunKejadian Penting
1912Muhammadiyah berdiri di Yogyakarta
1922Muhammadiyah mulai hadir di Jawa Barat (Garut)
1935Awal perkenalan Cirebon dengan Muhammadiyah lewat pengajian bersama Kyai Toyib dari Kuningan
1937Muhammadiyah resmi berdiri sebagai cabang di Cirebon
1966Penetapan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Cirebon
1985Perubahan nomenklatur dari Pimpinan Muhammadiyah Daerah menjadi Pimpinan Daerah Muhammadiyah
2006Musyawarah Daerah pada 25–26 Maret 2006 bertempat di Akademi Keperawatan (Akper) Muhammadiyah Cirebon, menyepakati pemisahan daerah menjadi kota dan kabupaten
2010Pindah kantor PDM dari semula di jalan Bahagia (Syarif Abdurrahman) No. 49, Panjunan, Lemhawungkuk ke jalan Pilang Raya No. 09, Sukapura, Kejaksan
2019Peresmian Gedung Dakwah PDM Kota Cirebon sekaligus sebagai kantor PDM Kota Cirebon sampai sekarang

Disclaimer

Kami masih melakukan kajian dan penelusuran data berkenaan sejarah perjalanan Muhammadiyah di Cirebon. Jika didapati keterangan atau fakta yang tidak sesuai, kami terbuka menerima masukan berbagai pihak yang berkepentingan untuk tersusunnya dokumen sejarah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Silakan baca ➞ Sejarah Muhammadiyah Cirebon.


Cara Kami Bergerak

Tujuan Muhammadiyah adalah tegaknya ajaran Islam hingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Di Cirebon, tujuan itu kami jalankan lewat tiga pegangan:

  • Dakwah yang menjawab kebutuhan. Dakwah tidak berhenti di mimbar. Kami berusaha menghadirkan solusi yang terasa dalam kehidupan sehari-hari: layanan kesehatan, pendidikan, bantuan sosial, dan informasi yang mudah diakses.
  • Tajdid: pembaruan yang berpijak. Kami terus memperbarui cara memahami dan mengamalkan Islam agar tetap kontekstual, dengan tetap kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.
  • Islam Berkemajuan. Islam yang moderat (wasathiyah) dan tidak berpuas diri pada ibadah semata, tetapi mendorong kemajuan sosial, ekonomi, dan pendidikan umat serta bangsa.

Yang Kami Kerjakan untuk Warga

Berikut gambaran amal usaha dan layanan Muhammadiyah Kota Cirebon:

BidangGambaranSelengkapnya
Pendidikan
(13 unit)
PKBM, TK/PAUD, SD, SMP, dan SMK, antara lain SD Islam Terpadu Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah 1, SMK Muhammadiyah, dan PKBM ‘Aisyiyah Bina CerdasLihat sekolah
Perguruan Tinggi
(2 unit)
Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) dan Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA)Lihat
Kesehatan
(4 unit)
Klinik dan rumah sakit ➞ RSU Muhammadiyah Kota Cirebon (tipe D, layanan umum dan spesialis terbatas)Lihat
Sosial
(2 unit)
Panti Wreda (LKSLU) Siti Khodijah dan Unit Pelayanan Jenazah (Unzah)Lihat
Ekonomi
(3 unit)
Koperasi syariah, toko, dan travelLihat
Masjid dan Musola
(10 unit)
Berdiri di lahan wakaf atau amal usahaLihat
Zakat, Infak, SedekahDikelola melalui Lazismu Kota CirebonLazismu

Butuh layanan jenazah sekarang?

Unit Pelayanan Jenazah (Unzah) Muhammadiyah Kota Cirebon siaga 24 jam.

Bagaimana Kami Tersusun

Pimpinan Daerah, masa jabatan 2022–2027

JabatanNama
KetuaDrs. Puji Nirmo
SekretarisParta Juwanda, S.IP.
BendaharaH. Ayi Azhari, S.IP.
Wakil KetuaEnam orang, lihat ➞ susunan lengkap beserta foto

Dikukuhkan melalui Surat Keputusan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat Nomor 73/KEP/II.0/D/2024 tertanggal 27 Muharram 1446 H (1 Agustus 2024).

Cabang

Persyarikatan di tingkat kecamatan dijalankan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM): Harjamukti, Kejaksan, Kesambi, Lemahwungkuk, dan Pekalipan.

Organisasi Otonom (Ortom)

OrtomSasaran
‘AisyiyahPerempuan
Nasyiatul ‘AisyiyahPutri dan perempuan muda
Pemuda MuhammadiyahPemuda
Tapak Suci Putera MuhammadiyahPencak silat
Hizbul WathanKepanduan
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)Mahasiswa
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM)Pelajar

🧩 Majelis dan Lembaga

Majelis dan lembaga membantu pimpinan menjalankan program di bidang masing-masing.

MajelisLembaga
Tarjih dan TajdidHikmah dan Kebijakan Publik
TablighPembinaan Cabang, Ranting, dan Pembinaan Masjid
Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non FormalPembinaan dan Pengawasan Keuangan
Pendidikan Kader dan Sumber Daya InsaniSeni, Budaya, dan Olahraga
Pembinaan Kesehatan UmumPengembangan Pondok Pesantren
Pelayanan SosialResiliensi Bencana
Ekonomi, Bisnis, dan PariwisataZakat, Infaq, dan Shadaqah (Lazismu)
Pemberdayaan WakafBantuan Hukum dan Advokasi Publik
Pemberdayaan Masyarakat
Hukum dan Hak Asasi Manusia
Lingkungan Hidup
Pustaka dan Informasi

Kegiatan yang Terbuka untuk Umum

Siapa pun boleh hadir. Kegiatan rutin kami berpusat di Masjid Santun Muhammadiyah, Jalan Pilang Raya No. 09, Kota Cirebon:

  1. Pengajian Reboan: umumnya setiap Rabu, ba’da Maghrib hingga Isya, dengan penceramah bergantian.
  2. Salat dan Khutbah Jumat: khatib dari para ustadz dan pimpinan persyarikatan.
  3. Kajian rutin lainnya: jadwal diperbarui di situs.

Mari Terlibat

Muhammadiyah Kota Cirebon bergerak karena dukungan banyak orang. Ada beberapa cara untuk ikut serta:

  1. Berdonasi, berzakat, berinfak: salurkan melalui Lazismu Kota Cirebon.
  2. Berbagi tulisan dan kabar kegiatan: baca panduan kirim tulisan.
  3. Menyampaikan saran dan masukan: gunakan formulir kontak.
  4. Bekerja sama: instansi, sekolah, dan komunitas dipersilakan menghubungi sekretariat.

Temui Kami

Sekretariat PDM Kota Cirebon
Jalan Pilang Raya No. 9, Sukapura, Kejaksan, Kota Cirebon 45122

Panduan Lokasi ➞ Google Maps

📞 (0231) 226068
💬 WhatsApp: 0822 1913 1054
✉️ muh.kotacrb@gmail.com · info@muhammadiyahciko.or.id
📘 Facebook: Muhammadiyah Kota Cirebon
📸 Instagram: @muhammadiyah_kotacirebon


❓ Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)