Assalaamu 'alaikum,...

Apa yang bisa kami bantu?

SMP Muhammadiyah 1 Kota Cirebon Gelar Parenting dan Luncurkan SPMB

·

Editor:

|

⏱

5 menit

|

📋

Dibaca: 9 x

SMP Muhammadiyah 1 Kota Cirebon sukses menyelenggarakan kegiatan rutin tiga bulanan yang syarat makna pada Sabtu pagi (10/10/2026). Bertempat di lingkungan sekolah, acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini memadukan empat agenda penting sekaligus: Seminar Parenting, pembagian Syahadah Tasmi, pembagian rapor tahsin tahfidz, serta peluncuran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Kegiatan tersebut dihadiri dengan antusias oleh orang tua siswa kelas 7, 8, dan 9 SMP Muhammadiyah 1, serta orang tua murid kelas 5 dan 6 dari SD 1, 2, 3 Muhammadiyah dan SDIT Muhammadiyah. Sinergi lintas jenjang pendidikan ini mencerminkan komitmen Muhammadiyah dalam membangun kesinambungan pembinaan karakter sejak usia dini.

Sinergi Sekolah dan Keluarga

Rangkaian acara diawali dengan sambutan dari tiga unsur pimpinan. Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kota Cirebon, Ikhwan Maulana, S.Pd., bersama Wakil Kemendikdasmen dan PNF, Erli Ifidah, S.T., S.A.P., serta Ketua PDM Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, secara konsisten menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung pendidikan anak.

Dalam perspektif Islam, tanggung jawab pendidikan anak merupakan amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Rasulullah ﷺ bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Kullukum rā‘in wa kullukum mas’ūlun ‘an ra‘iyyatih

“Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa peran orang tua bukan sekadar memenuhi kebutuhan material anak, melainkan mencakup tanggung jawab pendidikan spiritual dan moral.

Pesan Ketua PDM Kota Cirebon

Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDM Kota Cirebon, Puji Nirmo, menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus menguatkan komitmen bersama dalam dunia pendidikan.

Beliau menegaskan bahwa pendidikan bukanlah tanggung jawab sekolah semata, melainkan amanah kolektif yang harus ditunaikan bersama oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.

“Anak-anak kita adalah generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan umat dan bangsa. Maka, mendidik mereka bukan sekadar menyiapkan mereka untuk lulus ujian, tetapi menyiapkan mereka untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia, sehat jiwa, dan dekat dengan Al-Qur’an.”

Puji Nirmo juga mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara SMP Muhammadiyah 1 Kota Cirebon dengan para orang tua, khususnya melalui program parenting rutin tiga bulanan ini.

“Kami sangat mengapresiasi langkah sekolah yang secara konsisten melibatkan orang tua dalam proses pendidikan. Ini adalah wujud nyata dari pendidikan yang berkeadilan dan menyeluruh—bukan hanya aspek akademik, tetapi juga spiritual dan emosional anak.”

Menutup sambutannya, beliau mengajak seluruh orang tua untuk terus memperkuat peran sebagai pendidik pertama dan utama di rumah.

“Jadikanlah rumah sebagai madrasah pertama bagi anak-anak kita. Jadikanlah pelukan dan perhatian kita sebagai ruang aman pertama bagi mereka. Dan jadikanlah doa kita sebagai senjata terkuat dalam mengawal masa depan mereka.”

Pesan ini sejalan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbanā hab lanā min azwājinā wa dzurriyyātinā qurrata a‘yun waj‘alnā lil-muttaqīna imāmā

“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan yang menjadi penyejuk mata (hati), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa membimbing langkah kita dalam mendidik generasi penerus yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Aamiin.

Apresiasi Penghafal Al-Qur‘an

Suasana haru dan bangga menyelimuti prosesi pembagian Syahadah Tasmi. Penghargaan ini diberikan kepada lima siswa-siswi berprestasi yang telah menyelesaikan ujian hafalan Al-Qur’an:

  1. Muhammad Hanif (Juz 30, Kelas 7)
  2. Hanif Abdul Fattah (Juz 30, Kelas 7)
  3. Khoirun Nisa (Juz 30, Kelas 8)
  4. Cinta Rahmatina (Juz 29, Kelas 8)
  5. Alya Kamila Nurain (Juz 30, Kelas 9)

Prestasi ini menjadi bukti nyata implementasi program tahfidz yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah.

Penampilan Seni dan Sesi Inti Parenting

Setelah prosesi penghargaan, acara dihibur dengan penampilan tari kreasi nusantara dari para siswa, menambah semarak kemeriahan pagi itu.

Memasuki sesi inti, Dr. Ria Yulianti Triwahyuningsih, SST., M.Kes. menyampaikan materi parenting dengan tema “Mental Health: Bersama, Memahami, Menjaga”. Beliau menegaskan bahwa kesehatan mental dalam keluarga merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, anak, dan lingkungan sekolah.

Dalam penjelasannya, rumah dan orang tua diposisikan sebagai “sekolah pertama” sekaligus “ruang aman pertama” bagi emosi anak. Beliau mengajak para orang tua untuk memvalidasi emosi anak tanpa membenarkan perilaku yang keliru, serta menghapus stigma negatif terhadap konsultasi psikologis.

Sesi tanya jawab berlangsung hidup dengan antusiasme tinggi dari para orang tua.

Landasan Qur’ani dalam Pengasuhan

Tema kesehatan mental yang diangkat sejalan dengan prinsip-prinsip Qur’ani dalam pengasuhan. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

Yā ayyuhal-ladzīna āmanū qū anfusakum wa ahlīkum nāran wa qūduhan-nāsu wal-ḥijārah

“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” (QS. At-Tahrim: 6)

Ayat ini mengandung pesan bahwa perlindungan terhadap keluarga mencakup dimensi spiritual, emosional, dan intelektual—bukan sekadar fisik.

Rasulullah ﷺ juga mengajarkan pentingnya kelembutan dalam mendidik anak:

إِنَّ اللهَ رَفِيقٌ يُحِبُّ الرِّفْقَ

Innallāha rafīqun yuḥibbur-rifq

“Sesungguhnya Allah Mahalembut dan menyukai kelembutan.” (HR. Muslim)

Penutup dan Peluncuran SPMB

Sebagai penutup, acara kelima diisi dengan pembagian rapor tahsin dan tahfidz kepada para orang tua siswa. Momen ini sekaligus menandai berakhirnya rangkaian kegiatan rutin tiga bulanan.

Dengan diluncurkannya SPMB di tengah momen spesial tersebut, SMP Muhammadiyah 1 Kota Cirebon menyatakan kesiapannya untuk kembali mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga sehat secara mental dan kuat landasan agamanya.

“Muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah adab mereka,” pesan Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, menjadi pengingat bahwa pendidikan yang holistik—memadukan intelektualitas, spiritualitas, dan kesehatan jiwa—adalah warisan terbaik yang dapat diberikan kepada generasi penerus. (*)

Peliput : Aip Syarifudin




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *