CIREBON, muhammadiyahciko – Suasana khidmat dan penuh ketenangan menyelimuti Masjid Santun Muhammadiyah, Jl. Pilang Raya No. 09, Kota Cirebon, pada pelaksanaan ibadah Salat Jumat hari ini (4/9/26). Jamaah dari berbagai penjuru kota tampak hadir untuk menunaikan kewajiban mingguan dan menyimak pesan-pesan keagamaan yang disampaikan oleh khatib.
Bertindak sebagai imam sekaligus khatib pada kesempatan ini adalah Ustadz Drs. Sukardi, ME.Sy. Dalam khutbahnya yang menggugah, beliau mengangkat tema tentang hakikat meraih rahmat Allah Subhanahu Wa Ta’ala untuk masuk surga, dengan menekankan pentingnya mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sebagai manifestasi kecintaan kepada Sang Pencipta.

Turut hadir dalam pelaksanaan salat Jumat kali ini, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, beserta jajaran pimpinan dan warga Muhammadiyah lainnya. Kehadiran para pemimpin ini menambah semarak dan kebersamaan dalam menjalankan ibadah mingguan.
Inti Khutbah: Mencintai Rasul, Jalan Meraih Rahmat
Mengawali khutbahnya, Ustadz Sukardi menyitir sebuah hadits agung yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
لَا يَدْخُلُ أَحَدٌ الْجَنَّةَ بِعَمَلِهِ قَالُوا وَلَا أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ وَلَا أَنَا إِلَّا أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ بِرَحْمَةٍ
Artinya: “Tidak seorang pun akan masuk surga karena amalnya.” Para sahabat bertanya, “Tidak juga engkau, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tidak juga aku, kecuali Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku.” (HR. Bukhari & Muslim).

Ustadz Sukardi menjelaskan bahwa hadits ini menjadi pengingat bagi setiap muslim untuk senantiasa merendahkan hati dan tidak berbangga dengan amal ibadah semata. Surga adalah karunia dan rahmat Allah yang agung. Lantas, bagaimana cara kita mendapatkan karunia tersebut? Salah satunya adalah dengan mencintai Zat yang menciptakan surga, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang akan melimpahkan rahmat-Nya kepada hamba yang dicintai-Nya. “Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kunci utama untuk meraih cinta dan rahmat Allah. Ini adalah jalan yang harus kita tempuh dengan sungguh-sungguh,” ujar Ustadz Sukardi di hadapan jamaah.
Beliau kemudian membacakan firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 31:
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran [3]: 31) .
Berdasarkan ayat ini, bukti cinta kepada Allah adalah dengan mengikuti dan mencintai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Ustadz Sukardi memaparkan tiga cara utama untuk mewujudkan kecintaan kepada Rasulullah agar kita mendapatkan syafaat dan rahmat-Nya:
- Mencintai Salat dalam Keadaan Bagaimanapun: Rasulullah menjadikan salat sebagai penyejuk mata dan kebutuhan ruhani. Beliau tidak pernah meninggalkan salat, bahkan dalam kondisi apa pun. “Jika kita mencintai Rasul, maka kita akan mencintai apa yang beliau cintai, yaitu salat. Salat adalah kebutuhan kita, kebutuhan ruhani yang menghubungkan kita dengan Allah dan Rasul-Nya,” tegas khatib.
- Istiqomah dalam Beramal, Meskipun Sedikit: Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sangat menyukai amal yang konsisten (kontinu) meskipun terlihat kecil. “Jangan remehkan amal kecil yang dilakukan secara istiqomah, karena itulah yang dicintai oleh Rasulullah,” pesan Ustadz Sukardi.
- Berakhlak dengan Akhlakul Karimah: Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Mencintai beliau berarti meneladani akhlak luhurnya dalam kehidupan sehari-hari. “Akhlak mulia adalah cerminan dari keimanan dan kecintaan kita kepada Rasulullah,” imbuhnya.
Penutup: Membiasakan Salawat Sepanjang Kehidupan
Di akhir khutbahnya, Ustadz Sukardi mengajak seluruh jamaah untuk membiasakan diri membaca salawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sepanjang kehidupan, setiap hari, di setiap waktu. “Perbanyaklah salawat, karena itu adalah bentuk cinta kita yang paling sederhana dan agung kepada beliau. Dengan salawat, kita berharap syafaat dan rahmat-Nya di dunia dan di akhirat,” pungkas beliau.
Salat Jumat yang dipimpin oleh Ustadz Drs. Sukardi, ME.Sy. berlangsung dengan khusyuk dan diakhiri dengan doa memohon ampunan, rahmat, dan petunjuk dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Jamaah berharap pesan-pesan yang disampaikan dapat menjadi pengingat dan penguat keimanan, serta memotivasi untuk senantiasa meningkatkan kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
Peliput: Dakum, S.Pd., dan Tim Media masjid Santun


Tinggalkan Balasan