Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMC Gelar LKMM-TM 2026: Membangun Pemimpin Muda yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas

·

Editor:

|

⏱

3 menit

|

📋

Dibaca: 1 x

BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Cirebon (FEB UMC) resmi menyelenggarakan Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Tingkat Menengah (LKMM-TM) selama dua hari, Selasa hingga Rabu, 29–30 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kampus 1 UMC ini mengusung tema “Membangun Pemimpin Muda yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berintegritas dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan.”

Menurut Ketua Pelaksana LKMM-TM 2026 Harits menyatakan : “Kegiatan ini merupakan tahapan lanjutan dalam kaderisasi mahasiswa yang bertujuan membekali peserta dengan keterampilan manajemen, kepemimpinan, dan integritas yang kokoh”. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di lingkungan FEB UMC, yang telah lulus tahap LKMM Dasar sebelumnya. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembekalan intensif yang dimulai pukul 06.00 WIB hingga berakhir pukul 15.30 WIB.

AIK: Menguatkan Identitas Keislaman Menuju Generasi Berkemajuan

Salah satu materi inti dalam LKMM-TM kali ini adalah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dengan judul “Menguatkan Identitas Keislaman Menuju Generasi Berkemajuan.” Materi ini disampaikan oleh Arofah Firdaus, S.Pd., M.M. yang menekankan pentingnya fondasi keislaman sebagai landasan kepemimpinan mahasiswa Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Arofah menjelaskan bahwa identitas keislaman bukan sekadar formalitas identitas organisasi, melainkan ruh yang menggerakkan setiap aktivitas kepemimpinan. Mahasiswa Muhammadiyah dituntut tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mampu menjawab tantangan zaman. Pendekatan AIK di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah (PTMA) diarahkan untuk menghadirkan Islam sebagai nilai universal yang menjembatani perbedaan, menjunjung etika, keadilan, toleransi, dan semangat persaudaraan.

Landasan Qur’ani dan Nabawi Kepemimpinan

Dalam perspektif Islam, kepemimpinan adalah amanah yang kelak dipertanggungjawabkan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Qashash ayat 26:

إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ

Inna khaira manis ta’jarta al-qawiyyul amīn

Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS. Al-Qashash: 26)

Ayat ini memberikan pesan mendasar bahwa pemimpin yang ideal memiliki dua sifat utama: kuat dalam kapasitas dan kapabilitas, serta amanah dalam integritas. Kekuatan tanpa amanah melahirkan kesewenangan, sedangkan amanah tanpa kekuatan melahirkan kelemahan. Keduanya harus berjalan beriringan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga memberikan peringatan tegas mengenai amanah kepemimpinan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, beliau bersabda:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Āyatul munāfiqi tsalātsun: idzā haddatsa kadzaba, wa idzā wa’ada akhlafa, wa idzā’tumina khāna

Artinya: “Tanda orang munafik itu ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika diberi amanah ia berkhianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menjadi cermin bagi setiap pemimpin muda untuk senantiasa menjaga integritas dalam setiap ucapan, janji, dan amanah yang diemban. Dalam konteks LKMM-TM, nilai-nilai inilah yang ingin ditanamkan kepada para calon pemimpin organisasi.

Menjawab Tantangan Masa Depan dengan Tiga Pilar

Tema yang diusung dalam LKMM-TM tahun ini—adaptif, kolaboratif, dan berintegritas—merupakan respons terhadap kompleksitas tantangan yang dihadapi generasi muda. Mahasiswa sebagai pengurus organisasi menghadapi dinamika yang semakin beragam, sehingga dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, negosiasi, dan kepemimpinan yang mumpuni .

Konsep Leadership 360° yang menekankan bahwa setiap individu dapat menjadi pemimpin dari posisi mana pun sejalan dengan semangat LKMM-TM untuk melahirkan pemimpin di semua lini, bukan hanya di kursi ketua. Dengan demikian, kaderisasi Muhammadiyah tidak berhenti pada figur sentral, melainkan menciptakan ekosistem kepemimpinan yang kolektif-kolaboratif.

FEB UMC sendiri telah menegaskan komitmennya untuk mencetak lulusan yang memiliki keseimbangan tiga dimensi: heart (karakter), head (pengetahuan), dan hand (keterampilan). LKMM-TM menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun dimensi karakter dan keterampilan tersebut, melengkapi capaian akademik di ruang kelas.

Penutup

Dengan terselenggaranya LKMM-TM ini, BEM FEB UMC berharap lahir pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya cakap dalam manajemen organisasi, tetapi juga teguh dalam identitas keislaman dan berintegritas dalam setiap amanah. Sebagaimana pesan Arofah Firdaus dalam materinya, generasi berkemajuan adalah generasi yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan kepekaan sosial dalam satu tarikan napas kepemimpinan.

Wallahu a’lam bish-shawab.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *