Dr. Amin Basir Paparkan Enam Langkah Pelestarian Alam dalam Khutbah Jumat di Masjid Ad-Dien UMMADA Kalitanjung

·

Editor:

|

⏱

4 menit

|

📋

Dibaca: 0 x

MASJID Ad-Dien Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA) Kalitanjung, Kota Cirebon, menggelar Salat Jumat berjamaah pada Jumat, 2 Oktober 2026. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Dr. Amin Basir, MA., menyampaikan khutbah bertema “Pelestarian Alam dalam Perspektif Islam”. Dalam khutbahnya, beliau menegaskan bahwa menjaga lingkungan bukan sekadar persoalan sosial atau kebijakan pemerintah, melainkan bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab keimanan dan ketakwaan seorang Muslim.


Alam sebagai Amanah dan Tanggung Jawab Khalifah

Ustadz Amin Basir membuka khutbah dengan mengingatkan jamaah bahwa bumi yang kita tempati bukanlah sumber daya yang boleh dieksploitasi tanpa batas. Air, tanah, hutan, laut, udara, tumbuhan, dan hewan semuanya merupakan bagian dari ciptaan Allah ﷻ yang memiliki manfaat dan keseimbangan.

Beliau membacakan firman Allah ﷻ dalam Surah Al-A’raf ayat 56:

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Artinya: “Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56)

Dr. Amin menegaskan bahwa ayat ini memberikan peringatan yang sangat jelas: jangan sampai tangan manusia justru menjadi sebab rusaknya keseimbangan alam. Manusia diberi mandat sebagai khalifah di bumi, sebagaimana firman Allah ﷻ:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.’” (QS. Al-Baqarah: 30)

Menjadi khalifah berarti memiliki amanah. Kita diperintahkan untuk memanfaatkan alam dengan bijaksana, bukan merusaknya.


Kerusakan Akibat Perbuatan Tangan Manusia

Dalam khutbahnya, Ustadz Amin juga mengutip Surah Ar-Rum ayat 41 yang menegaskan bahwa kerusakan di darat dan di laut adalah akibat perbuatan manusia sendiri:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS. Ar-Rum: 41)

Beliau menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan sering kali bermula dari kebiasaan yang dianggap kecil: membuang sampah sembarangan, membakar sampah tanpa memperhatikan dampaknya, menggunakan air secara berlebihan, menebang pohon tanpa tanggung jawab, mencemari sungai, serta menggunakan berbagai sumber daya secara boros. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan-kebiasaan ini menimbulkan kerusakan yang besar.


Teladan Rasulullah ﷺ dalam Menjaga Alam

Ustadz Amin mengingatkan bahwa Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan nyata dalam pelestarian alam. Salah satunya adalah anjuran menanam pohon, sebagaimana sabda beliau:

مَا يَغْرِسُ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلَا يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَادَابَّةٌ وَلَا شَيْءٌ إِلَّا كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ

Artinya: “Tiada seorang muslim yang menanam pohon atau tumbuhan lalu dimakan oleh seseorang, hewan ternak, atau apapun itu, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya.” (HR. Muslim)

Rasulullah ﷺ bahkan menegaskan pentingnya keberlanjutan tindakan meskipun dalam kondisi yang tampaknya tidak ada harapan:

إِنْ قَامَتِ السَّاعَةُ وَفِي يَدِ أَحَدِكُمْ فَسِيلَةٌ، فَإِنِ اسْتَطَاعَ أَنْ لَا تَقُومَ حَتَّى يَغْرِسَهَا فَلْيَغْرِسْهَا

Artinya: “Jika kiamat terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma, maka tanamlah.” (HR. Bukhari)

Dr. Amin juga menyoroti pentingnya menjaga sumber daya air. Rasulullah ﷺ pernah menegur sahabat Sa’ad yang berlebihan dalam menggunakan air wudu:

إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

Artinya: “Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)

Dalam hadis lain, beliau bersabda: “Janganlah kamu boros memakai air, meskipun kamu berwudu di sungai yang mengalir.” (HR. Ahmad)


Enam Langkah Praktis Pelestarian Alam

Di akhir khutbah, Ustadz Amin Basir memberikan enam langkah praktis yang dapat dilakukan setiap Muslim dalam menjaga kelestarian alam:

  1. Menjaga kebersihan lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, selokan, dan laut.
  2. Menghemat air dan energi. Gunakan secukupnya dan hindari pemborosan.
  3. Menanam dan merawat pohon. Pohon memberikan manfaat bagi manusia, hewan, dan lingkungan.
  4. Mengurangi sampah, terutama sampah yang sulit terurai. Gunakan kembali barang yang masih layak dan pilah sampah sesuai jenisnya.
  5. Tidak merusak makhluk hidup dan habitatnya. Islam mengajarkan kasih sayang terhadap seluruh makhluk Allah ﷻ.
  6. Mendidik keluarga dan generasi muda agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Beliau menutup khutbah dengan pesan yang menggugah: “Bumi yang kita tempati bukan hanya milik generasi sekarang. Anak-anak dan cucu-cucu kita juga memiliki hak untuk menikmati udara yang bersih, air yang sehat, tanah yang subur, dan lingkungan yang aman.”

Salat Jumat ditutup dengan doa bersama, memohon agar Allah ﷻ menjadikan seluruh jamaah sebagai hamba-hamba-Nya yang mampu menjaga amanah bumi, tidak berbuat kerusakan, serta senantiasa menebarkan kebaikan kepada seluruh makhluk. (*)

Peliput : Fahyudin dan Tim Media masjid Ad-Dien UMMADA




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

One response to “Dr. Amin Basir Paparkan Enam Langkah Pelestarian Alam dalam Khutbah Jumat di Masjid Ad-Dien UMMADA Kalitanjung”

  1. Avatar Moch Sidik Sadali
    Moch Sidik Sadali

    Semoga paparan ceramah khotbah Jum’at 02 Oktober 2026 M yang dilaksanakan di Masjid Ad-Dien UMMADA Kalitanjung Kota Cirebon yang bertemakan,
    6 (ENAM) LANGKAH PELESTARIAN ALAM yang disampaikan oleh DR Amin Basir selaku khatib sekaligus imam,
    bisa diterima oleh para hadirin, bisa dipetik hikmahnya dan berfaedah serta bisa dijadikan sebagai pengingat kehidupan.
    Aamiin Allaahumma Yaa Rabbal’aalamiin.