MASJID Ad-Dien UMMADA Kalitanjung menyelenggarakan salat Jumat berjamaah pada Jumat, 25 September 2026. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz H. Ali Mahfudz. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan tema penting mengenai empat perkara yang dapat memusnahkan pahala amal shalih seorang hamba.
Khatib mengawali khutbah dengan mengingatkan jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Muhammad ayat 33:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَطِيْعُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوا الرَّسُوْلَ وَلَا تُبْطِلُوْٓا اَعْمَالَكُمْ
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada Rasul, dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu.” (QS. Muhammad: 33)
Ustadz H. Ali Mahfudz menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan peringatan tegas kepada orang-orang beriman agar tidak merusak atau menghilangkan pahala amal shalih yang telah dilakukan. Dalam kehidupan dunia ini, setidaknya ada empat perkara yang dapat menyebabkan musnahnya pahala amal shalih.
Pertama, kekufuran. Kekufuran adalah sikap menolak dan menentang ajaran Allah (ad-din al-Islam). Hal ini menyebabkan semua amal kebaikan seseorang tidak diterima oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 85:
وَمَنْ يَّبْتَغِ غَيْرَ الْاِسْلَامِ دِيْنًا فَلَنْ يُّقْبَلَ مِنْهُۚ وَهُوَ فِى الْاٰخِرَةِ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Artinya: “Dan barang siapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran: 85)
Selain itu, murtad dari agama Islam juga menyebabkan amal shalihnya terhapus. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 217:
وَمَنْ يَّرْتَدِدْ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَيَمُتْ وَهُوَ كَافِرٌ فَاُولٰۤىِٕكَ حَبِطَتْ اَعْمَالُهُمْ فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
Artinya: “Dan barang siapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah: 217)
Kedua, kemusyrikan. Kemusyrikan adalah sikap menyekutukan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dengan makhluk-Nya dalam hal penyembahan dan kepatuhan serta ketaatan. Perbuatan ini dapat menyebabkan terhapusnya pahala kebaikan seseorang. Allah berfirman dalam Surah Az-Zumar ayat 65:
وَلَقَدْ اُوْحِيَ اِلَيْكَ وَاِلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكَۚ لَىِٕنْ اَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْخٰسِرِيْنَ
Artinya: “Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, ‘Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang-orang yang rugi.’” (QS. Az-Zumar: 65)
Khatib juga mengingatkan tentang kemusyrikan yang tersembunyi, yaitu sikap riya’. Sikap riya’ dapat menyebabkan amalan kebaikan seseorang tidak diberi nilai oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Ketiga, kefasikan. Kefasikan adalah sikap atau perbuatan seseorang yang gemar melakukan kemaksiatan, sementara ia tahu bahwa yang dilakukannya itu adalah kemaksiatan.
Keempat, kefasadan. Kefasadan adalah sikap membuat kerusakan di bumi, baik kerusakan alam maupun kerusakan lingkungan sosial.
Dalam khutbah kedua, Ustadz H. Ali Mahfudz kembali mengajak seluruh jamaah salat Jumat untuk berhati-hati dalam menjalani roda kehidupan di dunia ini. Ia menegaskan bahwa sedikit saja seseorang terpeleset dan jatuh pada perbuatan-perbuatan yang disebutkan sebelumnya, taruhannya adalah pahala amal shalih yang telah dikumpulkan.
“Jangan sampai kita menjadi hamba yang rugi kelak di akhirat, yang penyesalannya sepanjang masa tiada henti. Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta’ala selalu melindungi kita dari segala bentuk perbuatan penyimpangan,” tuturnya.
Salat Jumat di Masjid Ad-Dien UMMADA Kalitanjung berlangsung dengan tertib dan khidmat. Jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian ibadah hingga selesai. Acara ditutup dengan doa untuk kebaikan umat dan bangsa.
Piliput : Fahyudin dan Tim Media masjid Ad-Dien


Tinggalkan Balasan