Muhammadiyah Kota Cirebon

—

Informasi layanan publik, kabar, tuntunan, dan wawasan Islam Berkemajuan

Tingkatkan Ukhuwah, Masjid Ad-Dien UMMADA Gelar Salat Jumat Bertema “Diikat Iman, Bukan Kepentingan”

·

Editor:

|

⏱

3 menit

|

📋

Dibaca: 0 x

MASJID Ad-Dien Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA) Cirebon kembali menggelar ibadah salat Jumat berjamaah dengan penuh khidmat, Jumat (30/10). Bertindak selaku imam sekaligus khatib, Ustadz Ucha Idra Gunawan, S.E., M.M., menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya menjaga persatuan umat di tengah keberagaman.

Mengangkat tema “Diikat Iman, Bukan Kepentingan”, Ustadz Ucha menekankan bahwa persatuan umat Islam harus dilandasi oleh ketakwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukan karena kepentingan duniawi, kesamaan suku, atau golongan politik tertentu.

Dalam khutbahnya, ia mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an surah Ali ‘Imran ayat 103:

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْاۚ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَاۤءً فَاَلَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖٓ اِخْوَانًاۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَاۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

Artinya: “Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali ‘Imran: 103).

Ustadz Ucha menjelaskan, “Hablullah” (tali Allah) dalam ayat tersebut merujuk pada Al-Qur’an dan agama Islam. Menurutnya, persatuan yang diperintahkan bukanlah persatuan dalam kesalahan, melainkan persatuan di atas kebenaran. Ia juga mengingatkan kisah historis antara Suku Aus dan Khazraj di Madinah yang dahulu bermusuhan selama puluhan tahun, namun disatukan hatinya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala setelah datangnya Islam.

“Persatuan sejati tidak dibangun oleh kesamaan organisasi atau kepentingan dunia, tetapi dibangun oleh iman dan ketaatan kepada Allah,” tegasnya.

Lebih lanjut, khatib memaparkan tiga poin utama dalam menjaga persatuan. Pertama, perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah. Kedua, persatuan harus dimulai dari hati. Ia mengingatkan bahwa penyakit hasad (dengki), su’uzan (prasangka buruk), ghibah, dan dendam adalah racun yang dapat merusak ukhuwah, meskipun secara fisik seseorang duduk bersebelahan di masjid.

Dalam konteks perbedaan pendapat (ijtihadiyah), Ustadz Ucha mengutip perkataan Imam Asy-Syafi’i:

رَأْيِي صَوَابٌ يَحْتَمِلُ الْخَطَأَ، وَرَأْيُ غَيْرِي خَطَأٌ يَحْتَمِلُ الصَّوَابَ
Artinya: “Pendapatku benar namun mungkin salah, dan pendapat orang lain salah namun mungkin benar.”

Hal ini menunjukkan pentingnya kelapangan hati dalam menyikapi perbedaan di antara umat.

Ketiga, mengingat nikmat persaudaraan. Sering kali manusia melupakan bahwa hidup rukun, belajar bersama, dan beribadah bersama adalah nikmat yang sangat besar dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala yang harus disyukuri.

Menutup khutbahnya, Ustadz Ucha membacakan hadis Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam riwayat Muslim:

إِنَّ اللهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا… وَأَنْ تَعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللهِ جَمِيْعًا وَلَا تَفَرَّقُوْا
Artinya: “Sesungguhnya Allah meridai bagi kalian tiga hal… dan (salah satunya) agar kalian berpegang teguh kepada tali Allah semuanya dan janganlah kalian berpecah belah.” (HR. Muslim).

Pelaksanaan salat Jumat di Masjid Ad-Dien UMMADA berjalan tertib dan lancar. Para jamaah yang hadir diharapkan dapat mengambil pelajaran dari khutbah tersebut untuk terus mempererat tali silaturahmi dan persaudaraan, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat luas, dengan landasan iman yang kuat. (*)

Peliput : Fahyudin




Kirim Tanggapan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses