Forum Strategis di Muktamar Nasyiatul ‘Aisyiyah Dorong Peran Perempuan Muda di Era Society 5.0

Surakarta, muhammadiyahciko – Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) di Surakarta tidak hanya menjadi ajang musyawarah nasional, tetapi juga diwarnai dengan forum diskusi strategis yang menghadirkan sejumlah pemimpin nasional. Salah satu forum yang menarik perhatian mengusung tema peningkatan kapasitas perempuan muda di tengah tantangan era Society 5.0 menuju kebijakan yang responsif gender.

Forum yang berlangsung di sela-sela rangkaian acara Muktamar di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Jumat (7/8) ini menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D., serta Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Iffa Rosita. Diskusi dimoderatori oleh Risni Julaeni dan berlangsung interaktif dengan dihadiri oleh ribuan kader NA dari seluruh Indonesia.

Wakil Menteri Stella Christie dalam pemaparannya menekankan pentingnya peran perempuan muda sebagai subjek utama dalam transformasi digital dan ilmu pengetahuan. Ia menyoroti perlunya akses yang setara bagi perempuan di bidang pendidikan tinggi dan teknologi untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di kancah global.

“Kita tidak hanya berbicara tentang kesempatan, tetapi juga tentang bagaimana perempuan muda dapat menjadi pelopor dan penggerak utama perubahan di era disrupsi ini. Kebijakan yang responsif gender adalah kunci untuk memastikan tidak ada yang tertinggal,” ujar Stella Christie di hadapan para peserta.

Sementara itu, Iffa Rosita mengangkat isu peran strategis perempuan dalam politik dan pengambilan keputusan. Ia mengajak kader Nasyiatul ‘Aisyiyah untuk menjadi garda terdepan dalam menolak politik uang dan memperkuat demokrasi yang berintegritas. Menurutnya, kapasitas perempuan di ruang publik harus terus ditingkatkan agar bisa memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

“Perempuan yang mandiri adalah perempuan yang cerdas dalam menentukan pilihannya. Kami ingin Nasyiatul ‘Aisyiyah menjadi benteng yang memutus budaya politik transaksional. Keterlibatan perempuan dalam politik bukan hanya tentang angka, tetapi tentang kualitas kepemimpinan yang bersih,” tegas Iffa Rosita, yang juga dikenal sebagai kader aktif ‘Aisyiyah.

Forum diskusi ini menjadi salah satu rangkaian penting dalam Muktamar yang mengusung tema besar “Perempuan Muda Berkemajuan untuk Peradaban Berkelanjutan”. Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berasal dari berbagai perwakilan wilayah di Indonesia.

Prof. Stella

Tampak hadir dalam forum tersebut perwakilan dari Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah (PDNA) Kota Cirebon, yaitu Titi Pertiwi dan Vianty Mutya Sari. Kehadiran mereka turut mewarnai semangat kebersamaan para kader NA dari berbagai penjuru Nusantara dalam merumuskan langkah organisasi ke depan.

Iffa Rosita

Setelah sesi diskusi, rangkaian Muktamar akan dilanjutkan dengan agenda-agenda penting lainnya, termasuk pemilihan formatur dan penetapan program kerja strategis NA untuk periode 2026-2030. (*)

Peliput : Tim Media PDNA Kota Cirebon

Editor : Arofah Firdaus

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *