CIREBON, 13 Maret 2026 – Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon menjadi saksi pelaksanaan Geladak Ramadhan pada Jumat sore, 13 Maret 2026. Acara yang dihadiri oleh banyak jamaah ini menghadirkan penceramah Ustadz Drs. Ayi Azhari dengan tema “Fathul Mekah: Titik Balik Kejayaan Islam” .
Dalam suasana Ramadhan yang penuh berkah, Ustadz Ayi Azhari mengajak jamaah untuk merenungkan salah satu peristiwa terbesar dalam sejarah Islam, yaitu pembebasan Kota Mekah (Fathu Makkah) yang terjadi pada bulan Ramadhan tahun 8 Hijriyah. Peristiwa ini menjadi momentum penting yang mengubah peta dakwah Islam di Jazirah Arab dan menegaskan Mekah sebagai pusat spiritual umat Islam hingga saat ini.
Fathul Mekah: Peristiwa Agung di Bulan Ramadhan
Ustadz Ayi Azhari mengawali tausiyahnya dengan mengingatkan bahwa Fathul Mekah terjadi pada bulan Ramadhan, bulan yang penuh kemuliaan. Peristiwa ini bukan hanya kemenangan militer, tetapi juga kemenangan spiritual yang membawa Islam semakin kuat dan menyebar luas.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-Fath ayat 1-2:
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا . لِّيَغْفِرَ لَكَ اللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُّسْتَقِيمًا
“Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang, menyempurnakan nikmat-Nya atasmu, dan menunjukimu ke jalan yang lurus.” (QS. Al-Fath: 1-2)
“Kemenangan ini dinyatakan Allah sebagai fathun mubin (kemenangan yang nyata). Ia menjadi pintu masuk bagi bangsa Arab berbondong-bondong memeluk Islam,” papar Ustadz Ayi.
Enam Poin Penting dari Peristiwa Fathul Mekah
Memasuki inti pembahasan, Ustadz Ayi memaparkan enam poin penting dari peristiwa Fathul Mekah yang menjadi pelajaran berharga bagi umat Islam:
1. Penetapan Status Tanah Haram
Fathul Mekah menegaskan kembali status Mekah sebagai tanah haram (tanah suci) yang harus dijaga kedamaiannya. Di dalamnya, peperangan tidak boleh terjadi, dan setiap orang yang masuk ke dalamnya harus merasa aman. Hal ini sesuai dengan firman Allah:
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ
“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (QS. Ali ‘Imran: 96)
2. Kemenangan Besar dan Dakwah Nabi
Fathul Mekah menjadi titik balik kejayaan Islam. Setelah peristiwa ini, suku-suku Arab berbondong-bondong masuk Islam. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
“Tidak ada Tuhan selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan golongan-golongan (musuh) sendirian.”
3. Amnesti Umum (Pengampunan)
Salah satu keistimewaan Fathul Mekah adalah pengampunan total yang diberikan Rasulullah SAW kepada penduduk Quraisy yang sebelumnya memusuhi dan menindas umat Islam. Nabi bersabda:
لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ، يَغْفِرُ اللَّهُ لَكُمْ، وَهُوَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ
“Tidak ada cercaan terhadap kalian pada hari ini. Allah mengampuni kalian, dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang.” (HR. Baihaqi)
“Bayangkan, setelah puluhan tahun disakiti, diusir, dan dibunuh pengikutnya, Nabi justru memberikan maaf. Inilah akhlak agung yang patut kita teladani,” ujar Ustadz Ayi haru.
4. Pembebasan Tanpa Pertumpahan Darah
Rasulullah berhasil menguasai Mekah dan Kakbah tanpa perlawanan fisik yang berarti. Dengan 10.000 pasukan yang memasuki Mekah dari berbagai penjuru, kota suci itu ditaklukkan dengan damai. Ini membuktikan bahwa Islam menjunjung tinggi perdamaian.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
“Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam.” (QS. Al-Anbiya’: 107)
5. Pembersihan Kakbah dari Berhala
Fokus utama Fathul Mekah adalah pembersihan Kakbah dari 360 berhala yang mengelilinginya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sendiri yang menghancurkan berhala-berhala itu dengan tongkatnya sambil membaca:
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ۚ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
“Dan katakanlah, ‘Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.’ Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.” (QS. Al-Isra’: 81)
“Dengan hancurnya berhala, tegaklah tauhid. Hanya Allah yang disembah di rumah suci-Nya,” tegas Ustadz Ayi.
6. Pelanggaran Perjanjian Hudaibiyah
Penyebab langsung terjadinya Fathul Mekah adalah pelanggaran yang dilakukan oleh kaum Quraisy dan sekutunya (Bani Bakr) terhadap Perjanjian Hudaibiyah, dengan menyerang Bani Khuza’ah yang menjadi sekutu kaum Muslimin.
Ustadz Ayi menjelaskan sekilas tentang Bani Khuza’ah, sebuah suku Arab terkemuka yang pernah menguasai Kakbah selama sekitar 300-500 tahun sebelum Islam. Mereka adalah sekutu setia kaum Muslimin, sehingga serangan terhadap mereka dianggap sebagai pelanggaran perjanjian.
Hikmah dari Peristiwa Fathul Mekah
Di penghujung tausiyah, Ustadz Ayi mengajak jamaah untuk mengambil pelajaran dari Fathul Mekah, terutama di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini:
- Kemenangan sejati datang dari Allah, bukan dari kekuatan materi semata.
- Memaafkan musuh adalah akhlak mulia yang dicontohkan Nabi.
- Perdamaian dan kesucian harus dijaga, terutama di tanah haram.
- Tauhid adalah tujuan utama, membersihkan segala bentuk kesyirikan.
“Semoga kita bisa meneladani semangat Fathul Mekah: semangat memaafkan, semangat menegakkan kebenaran, dan semangat memurnikan tauhid dalam kehidupan kita,” pungkas Ustadz Ayi.
Geladak Ramadhan ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan dan kemenangan umat Islam di dunia dan akhirat. Aamiin.


Tinggalkan Balasan ke puji nirmo Batalkan balasan