CIREBON, 14 Juli 2026 – Memasuki hari kedua pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027, SDIT Muhammadiyah Harjamukti Kota Cirebon menghadirkan materi istimewa bertema kebencanaan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 14 Juli 2026 ini menghadirkan Lembaga Resmi Bantuan (LRB) atau MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) Kota Cirebon sebagai pemateri utama dengan fokus pada pengenalan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Program SPAB merupakan fondasi penting yang dicanangkan pemerintah untuk memastikan keberlanjutan layanan pendidikan, khususnya di daerah rawan bencana.


Ketua MDMC Kota Cirebon, Ferry Johari, didampingi oleh Kepala Bidang Diklat Nana Suryana serta Kepala Bidang Tanggap Darurat dan Rekonstruksi Rehabilitasi (RR TD), Sutadi, hadir langsung memberikan pemahaman komprehensif tentang mitigasi bencana kepada para siswa baru. Ferry Johari yang juga merupakan Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah Harjamukti ini memiliki rekam jejak panjang dalam aksi kemanusiaan, termasuk dalam misi penanganan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kehadiran tim MDMC ini disambut hangat oleh Kepala Sekolah SDIT Muhammadiyah Harjamukti, Encup Supriatna, S.Pd., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya membekali siswa dengan ilmu penyelamatan diri sejak dini. “Kesiapsiagaan adalah bentuk kecerdasan dan kepedulian kita terhadap sesama,” ujarnya.

Kegiatan ini mengajarkan siswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik dasar keselamatan diri, seperti jalur evakuasi dan titik kumpul aman. Hal ini sejalan dengan cita-cita pendidikan Islam yang menekankan pentingnya menjaga nyawa sebagai bagian dari iman. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 32:
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ
Artinya: “Barangsiapa membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Dan barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.” (QS. Al-Ma’idah: 32).


SDIT Muhammadiyah Harjamukti di bawah kepemimpinan Encup Supriatna yang baru dilantik untuk periode 2026-2030 berkomitmen menjadikan SPAB sebagai bagian dari kurikulum non-formal yang berkelanjutan. Hal ini mengingat bahwa masih banyak satuan pendidikan di Indonesia yang belum masuk kategori aman bencana. Dengan adanya edukasi dari MDMC, sekolah berharap dapat mencetak generasi yang tangguh dan berkarakter. Dalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: إِنَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَنْ هُمْ؟ قَالَ: هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ
Artinya: “Dari Anas bin Malik r.a., bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: ‘Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.’ Para sahabat bertanya: ‘Siapa mereka, wahai Rasulullah?’ Beliau menjawab: ‘Mereka adalah ahli Al-Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang istimewa-Nya.’” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Hakim).
Melalui sinergi antara lembaga pendidikan dan relawan kemanusiaan, proses belajar mengajar di SDIT Muhammadiyah Harjamukti tidak hanya fokus pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan karakter siaga yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani. Kegiatan MPLS hari kedua ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswa dalam menghadapi potensi risiko bencana di lingkungan sekitar.
Liputan : Tim Media SDIT Muhammadiyah Harjamukti Kota Cirebon
Editor : Arofah Firdaus


Tinggalkan Balasan