Kajian Tajwid dan Tafsir Reboan PRA Kejaksan di Masjid Al Anwar Syechmagelung: Ustadz Drs. H. Otang Misbah, M.Si. Kupas Tuntas Surat Al-Infithar Ayat 1–19

CIREBON – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Anwar yang terletak di kawasan Syechmagelung, Kota Cirebon, pada Rabu siang (20/5/2026). Puluhan jamaah tampak antusias mengikuti kegiatan rutin Kajian Tajwid dan Tafsir Reboan PRA Kejaksan. Pengajian kali ini menghadirkan narasumber utama, Ustadz Drs. H. Otang Misbah, M.Si., yang membahas tafsir mendalam dari Surat Al-Infithar (82) ayat 1 hingga 19.

Dalam pemaparannya, Ustadz Otang tidak hanya menjelaskan makna teks, tetapi juga memperhatikan kaidah tajwid setiap ayat. Beliau menekankan bahwa memahami Surat Al-Infithar penting untuk mengingatkan manusia tentang dahsyatnya hari kiamat dan pentingnya mempersiapkan amal saleh.

Isi Kandungan Surat Al-Infithar Ayat 1–19

Surat Al-Infithar termasuk golongan surat Makkiyah yang artinya “Terbelah”. Ayat 1 hingga 19 menggambarkan secara jelas kehancuran alam semesta pada hari kiamat, kebangkitan manusia, serta catatan amal yang dibaca oleh setiap hamba.

Berikut beberapa potongan ayat yang dijelaskan oleh Ustadz Otang beserta artinya:

Ayat 1–5:

Arab:
إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنفَطَرَتْ
وَإِذَا ٱلْكَوَاكِبُ ٱنتَثَرَتْ
وَإِذَا ٱلْبِحَارُ فُجِّرَتْ
وَإِذَا ٱلْقُبُورُ بُعْثِرَتْ
عَلِمَتْ نَفْسٌۭ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ

Latin:
Idzas samaa’un fatarat
Wa idzal kawaakibun tasarat
Wa idzal bihaaru fujjirat
Wa idzal qubuuru bu’tsirat
‘Alimat nafsum maa qaddamat wa akhkharat

Artinya:
“Apabila langit terbelah, dan apabila bintang-bintang berjatuhan, dan apabila lautan meluap, dan apabila kuburan-kuburan dibongkar, maka setiap jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan yang dilalaikannya.”

Ayat 6–8 (tentang kemuliaan manusia):

Arab:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلْكَرِيمِ
ٱلَّذِى خَلَقَكَ فَسَوَّىٰكَ
فَعَدَلَكَ فِىٓ أَىِّ صُورَةٍۢ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ

Latin:
Yaa ayyuhal insaanu maa gharraka birabbikal kariim
Alladzii khalaqaka fasawwaak
Fa’adalaka fii ayii suurotim maa syaa-a rakkabak

Artinya:
“Wahai manusia! Apakah yang telah memperdayakan engkau terhadap Tuhanmu Yang Mahamulia, yang telah menciptakanmu lalu menyempurnakan kejadianmu, dan menjadikanmu dalam bentuk apa pun yang Dia kehendaki?”

Ayat 10–12 (pencatatan amal):

Arab:
وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَٰفِظِينَ
كِرَامًۭا كَٰتِبِينَ
يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

Latin:
Wa inna ‘alaikum lahaafizhiin
Kiraaman kaatibiin
Ya’lamuuna maa taf’aluun

Artinya:
“Padahal sesungguhnya bagi kalian ada malaikat-malaikat yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (amal perbuatanmu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Penutup surat (ayat 17–19):

Arab:
وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا يَوْمُ ٱلدِّينِ
ثُمَّ مَآ أَدْرَىٰكَ مَا يَوْمُ ٱلدِّينِ
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌۭ لِّنَفْسٍۢ شَيْـًۭٔا ۖ وَٱلْأَمْرُ يَوْمَئِذٍۢ لِّلَّهِ

Latin:
Wa maa adraaka maa yawmuddiin
Tsumma maa adraaka maa yawmuddiin
Yawma laa tamliku nafsul linafsin syai-an wal amru yauma-idzin lillaah

Artinya:
“Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu? (Yaitu) hari ketika seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain. Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah.”

Hadits Penguat tentang Pentingnya Belajar Al-Qur’an dan Mengingat Hari Akhir

Dalam kajiannya, Ustadz Otang juga menyampaikan sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Muslim:

Teks Arab Hadits:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Latin:
Khairukum man ta‘allamal Qur’ana wa ‘allamah

Artinya:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.”
(HR. Bukhari, no. 5027)

Selain itu, beliau mengingatkan sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam tentang pentingnya mengingat hari kiamat:

Teks Arab Hadits:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ يَعْنِي الْمَوْتَ

Latin:
Aktsiruu dzikra haadzimil ladzdzaat, ya‘nil maut

Artinya:
“Perbanyaklah mengingat penghancur kenikmatan, yaitu kematian.”
(HR. Tirmidzi, no. 2307; Ibnu Majah, no. 4258)

Harapan dan Penutup

Kegiatan yang berlangsung hingga menjelang Ashar ini ditutup dengan doa bersama. Ketua Pimpinan Ranting Aisyiyah Kejaksan menyampaikan rasa syukur atas antusiasme jamaah dan berharap kajian seperti ini dapat terus berlanjut secara rutin. “Kami ingin masyarakat tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami isinya, lalu mengamalkannya,” ujarnya.

Ustadz Otang Misbah mengakhiri kajian dengan pesan agar jamaah tidak lalai terhadap empat hal: umur, kesehatan, waktu luang, dan kekayaan sebelum semuanya dihisab di yaumiddin. “Semoga Surat Al-Infithar menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus memperbaiki diri,” tutupnya.


Redaksi: Ayu Hilda

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 tanggapan untuk “Kajian Tajwid dan Tafsir Reboan PRA Kejaksan di Masjid Al Anwar Syechmagelung: Ustadz Drs. H. Otang Misbah, M.Si. Kupas Tuntas Surat Al-Infithar Ayat 1–19”

  1. Avatar Erli
    Erli

    Alhamdulillah, Terimakasih bisa terus mendapat tambahan ilmu

  2. Avatar Otang Misbah Jalil

    Wah cakep tim editornya, dengan mengucapan terima kasih, memang hebat timnya dan lanjutkan…., pokonya gini dech…..👍