CIREBON, 19 Juni 2026 — Suasana khusyuk dan penuh renungan menyelimuti pelaksanaan salat Jumat di Masjid Umar bin Khattab, kompleks Kampus 2 UMADA (Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan) dan SMK Farmasi Muhammadiyah, Kedawung, Jumat (19/6/2026). Bertindak sebagai imam dan khatib, Ustadz Drs. Somantri Perbangkara, M.Pd., menyampaikan khutbah yang menggetarkan jiwa dengan tema inti seputar makna hijrah, penyucian diri, serta pentingnya momentum Tahun Baru Hijriyah 1448 sebagai ajang transformasi menuju kehidupan yang lebih diridhoi Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Mengawali khutbahnya, Ustadz Somantri mengingatkan jamaah bahwa bulan Muharram adalah bulan yang mulia dan menjadi penanda peristiwa agung hijrahnya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam dari Makkah ke Madinah. Beliau menegaskan bahwa hijrah tidak sekadar perpindahan fisik, melainkan sebuah konsep perpindahan spiritual, moral, dan mental menuju keadaan yang lebih baik. “Hijrah adalah meninggalkan segala larangan Allah menuju ketaatan,” ujarnya mengutip sabda Rasulullah ﷺ:
عَنِ الْمُهَاجِرِينَ مِنْ هَذِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَنْهُ
“Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah.” (HR. Bukhari)
Khatib juga menekankan bahwa semangat hijrah harus menjadi fondasi bagi setiap Muslim untuk terus berbenah. Beliau mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Al-Baqarah ayat 218:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَةَ اللَّهِ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 218)
Lebih lanjut, Ustadz Somantri mengajak jamaah untuk menjadikan Tahun Baru Hijriyah 1448 ini sebagai momentum hijrah secara menyeluruh. “Marilah kita koreksi diri. Kita berhijrah dari kejahilan menuju Islam, dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari kebathilan menuju kebenaran, dan dari yang haram menuju yang halal,” tegasnya . Beliau juga menyoroti pentingnya kontribusi nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, dakwah, dan usaha umat, agar umat Islam tampil kokoh, solid, dan penuh kasih sayang .
Menutup khutbahnya, Ustadz Drs. Somantri Perbangkara, M.Pd., mengingatkan jamaah dengan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Ahmad, Turmudzi, dan Hakim:
حَيَاةُ الْمَوْتِ وَالْمَوْتِ
“Sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya dan bagus amalnya, dan seburuk-buruk manusia adalah orang yang panjang umurnya dan buruk amalnya.”
Beliau berharap semoga nilai-nilai hijrah yang telah disampaikan dapat membawa buah manis berupa ketenangan hati, kedekatan dengan Allah, keberkahan hidup, serta kemudahan dalam menghadapi setiap ujian. Salat Jumat dua rakaat yang dipimpinnya berlangsung tertib dan lancar, meninggalkan pesan mendalam bagi seluruh jamaah untuk senantiasa istiqamah dalam kebaikan.
Peliput : Tim Media Masjid Umar bin Khattab


Tinggalkan Balasan