CIREBON, 8 Maret 2026 – Jamaah memadati Masjid Al Ikhlas Drajat, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, pada pelaksanaan Kuliah Subuh, Ahad (8/3/2026). Bertindak sebagai penceramah, Prof. Dr. H. Achmad Kholiq, M.Ag., menyampaikan tausiyah yang mendalam dan menyejukkan hati dengan mengupas Surat Ar-Ra’d ayat 20-26 tentang reuni keluarga di surga ‘Adn.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi, H. Digyono, beserta Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kesambi, jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah se-Kecamatan Kesambi. Jamaah yang memadati masjid tampak khusyuk menyimak penjelasan tentang gambaran indah pertemuan kembali keluarga-keluarga beriman di surga Allah.

Keutamaan Orang-Orang yang Beriman dan Beramal Saleh
Prof. Achmad Kholiq mengawali kajian dengan membaca dan menafsirkan QS. Ar-Ra’d ayat 20-24 yang menjelaskan sifat-sifat orang yang akan mendapatkan surga ‘Adn:
الَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَلَا يَنقُضُونَ الْمِيثَاقَ . وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ . وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ . جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ . سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
“(Yaitu) orang-orang yang memenuhi janji Allah dan tidak merusak perjanjian, dan orang-orang yang menghubungkan apa yang diperintahkan Allah untuk dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mengharap keridaan Tuhannya, melaksanakan shalat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuki bersama dengan orang-orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya. Para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. (Sambil mengucapkan), ‘Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu.’ Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d: 20-24)
Prof. Achmad Kholiq menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan kebahagiaan terbesar yang tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga dinikmati bersama seluruh anggota keluarga yang saleh.

Reuni Keluarga di Surga ‘Adn
Memasuki inti pembahasan, Prof. Achmad Kholiq menyoroti ayat 23 yang menjadi pusat perhatian, yaitu tentang masuknya orang-orang saleh bersama keluarga mereka ke dalam surga ‘Adn.
جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ
“(Yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuki bersama dengan orang-orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya, dan anak cucunya.” (QS. Ar-Ra’d: 23)
“Inilah kabar gembira yang sangat menggembirakan. Bukan hanya diri sendiri yang masuk surga, tetapi Allah akan mempertemukan kembali dengan keluarga-keluarga yang saleh. Nenek moyang, pasangan, dan anak cucu yang beriman akan dikumpulkan kembali di surga ‘Adn. Inilah reuni keluarga yang abadi dan penuh kebahagiaan,” papar Prof. Achmad Kholiq dengan penuh haru.
Beliau menjelaskan bahwa kata ‘Adn berarti tempat tinggal yang tetap dan abadi. Surga ‘Adn adalah surga tertinggi yang dijanjikan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Syarat Agar Keluarga Bersatu Kembali di Surga
Prof. Achmad Kholiq menekankan bahwa reuni keluarga di surga tidak terjadi begitu saja. Ada syarat utama yang harus dipenuhi, yaitu kesalehan (shalih). Ayat tersebut secara tegas menyebut “man shalaha” (orang yang saleh).
“Yang akan berkumpul bersama di surga adalah mereka yang saleh. Nenek moyang yang saleh, pasangan yang saleh, dan anak cucu yang saleh. Inilah undangan Allah bagi keluarga-keluarga beriman,” jelasnya.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang keutamaan orang saleh:
إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
“Anak saleh yang ditinggalkan akan menjadi penyambung amal orang tua. Bahkan di akhirat, mereka bisa saling bertemu dan berkumpul kembali di surga,” tambah Prof. Achmad.

Sambutan Malaikat: “Selamat atas Kesabaran Kalian”
Setelah masuk surga, para malaikat akan menyambut mereka dengan ucapan selamat. Allah berfirman dalam ayat 24:
سَلَامٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ
“Selamat sejahtera atasmu karena kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d: 24)
Prof. Achmad menjelaskan bahwa kesabaran yang dimaksud dalam ayat ini mencakup tiga jenis kesabaran:
- Sabar dalam ketaatan – konsisten menjalankan perintah Allah seperti shalat, puasa, zakat.
- Sabar dalam menjauhi maksiat – menahan diri dari larangan Allah.
- Sabar menghadapi cobaan – ikhlas menerima takdir Allah yang pahit.
“Kesabaran inilah yang mengantarkan mereka ke surga. Dan ketika mereka sampai di sana, malaikat menyambut dengan ucapan salam penghormatan,” ungkap Prof. Achmad.
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ مِنْ وَصَبٍ وَلَا نَصَبٍ وَلَا سَقَمٍ وَلَا حَزَنٍ حَتَّى الْهَمِّ يُهَمُّهُ إِلَّا كُفِّرَ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ
“Tidaklah seorang mukmin tertimpa rasa sakit, keletihan, penyakit, kesedihan, bahkan kekhawatiran yang merisaukannya, melainkan Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karenanya.” (HR. Muslim)

Penutup: Bekal Menuju Reuni Abadi
Prof. Achmad Kholiq mengajak jamaah untuk mempersiapkan bekal agar dapat berkumpul kembali dengan keluarga di surga. Bekal tersebut adalah iman dan amal saleh yang dibangun bersama dalam keluarga.
“Marilah kita jadikan keluarga kita sebagai keluarga yang saleh. Bimbing pasangan dan anak-anak kita untuk taat kepada Allah. Bangun kebiasaan ibadah bersama, shalat berjamaah, tadarus Al-Qur’an, dan saling menasihati dalam kebaikan. Insya Allah, kelak kita akan berkumpul kembali di surga ‘Adn, disambut malaikat dengan ucapan selamat, dan menikmati kebahagiaan abadi,” pungkasnya.
Kuliah Subuh ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Prof. Dr. H. Achmad Kholiq, M.Ag., memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dipertemukan kembali dengan keluarga di surga-Nya yang mulia. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.


Tinggalkan Balasan