CIREBON – 23 Juli 2026. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 23 Juli, PAUD Terpadu ‘Aisyiyah Kota Cirebon menggelar kegiatan spesial bertajuk “Petualangan Anak Hebat”. Mengusung tema “Aku Anak Ceria, Sehat, Berani, dan Berakhlak Mulia”, kegiatan ini dirancang sebagai puncak perayaan yang menggabungkan esensi Kurikulum PAUD dengan semangat nasionalisme dan nilai-nilai keislaman. Acara yang berlangsung meriah ini diikuti oleh seluruh peserta didik dengan didampingi oleh para guru dan orang tua wali murid.

Kepala Sekolah PAUD Terpadu ‘Aisyiyah, Nurzini Fazilet, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan upaya nyata untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpihak pada anak.
“Pendidikan anak usia dini adalah fondasi utama pembentukan karakter. Melalui rangkaian 7 Pos Petualangan ini, kami ingin anak-anak belajar sambil bermain, mengembangkan seluruh potensinya, serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan rasa syukur sejak dini,” ujar Nurzini.
Kegiatan ini juga selaras dengan semangat Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema nasional “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, serta ajakan pemerintah untuk mengurangi penggunaan gawai dan memperbanyak interaksi langsung melalui permainan.

Filosofi 7 Pos Petualangan dan Capaian Pembelajaran
Rangkaian kegiatan dikemas dalam 7 Pos Petualangan Anak Hebat, yang masing-masing dirancang untuk mencapai Capaian Pembelajaran (CP) dan Tujuan Pembelajaran (TP) Kurikulum PAUD. Setiap pos menjadi laboratorium mini bagi anak untuk mengenal diri, Tuhan, alam, dan sesama.

1. Gerbang Pelangi: Menyambut dengan Ceria
Anak-anak disambut dengan gerbang pelangi yang penuh warna. Pos ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, membangun kepercayaan diri, serta menanamkan perasaan diterima sejak awal.

2. Berburu Harta Karun Alam: Eksplorasi Ciptaan Allah
Di pos ini, anak-anak diajak mengeksplorasi lingkungan sekitar untuk mencari benda-benda alam seperti daun, batu, dan bunga. Kegiatan ini mengembangkan kemampuan observasi dan motorik halus, sekaligus mengenalkan kebesaran Allah melalui ciptaan-Nya. Anak-anak kemudian membuat kolase sederhana, melatih kreativitas dan syukur atas keindahan alam.

3. Mini Outbound: Melatih Keberanian dan Motorik
Rintangan sederhana seperti titian, terowongan, dan lompatan menjadi ajang melatih motorik kasar, keseimbangan, dan keberanian. Anak-anak belajar mengambil risiko dan mengatasi tantangan dengan percaya diri.
4. Aku Bisa Berbagi: Menumbuhkan Empati
Pos ini menjadi wadah pembelajaran sosial-emosional. Anak-anak diajak untuk bermain peran, bergiliran, dan berbagi mainan. Mereka belajar mengucapkan terima kasih dan menghargai teman, menanamkan nilai peduli dan kerja sama.

5. Panggung Bintang Kecil: Berani Tampil dan Berekspresi
Anak-anak yang berani tampil di depan teman-temannya melalui kegiatan menyanyi, bercerita, membaca doa, atau menunjukkan karya akan mendapatkan apresiasi. Pos ini mengembangkan kemampuan bahasa, seni, dan rasa percaya diri, sesuai dengan tujuan pembelajaran untuk berani mengekspresikan ide dan perasaan.
6. Lukisan Tangan Harapan: Kreativitas dan Identitas Diri
Di pos ini, anak-anak mengekspresikan kreativitas melalui kegiatan cap tangan di atas kanvas besar. Kegiatan “Lukisan Tangan Harapan” menjadi simbol identitas diri dan kebersamaan dalam keberagaman.
7. Pohon Impianku: Mengenal Cita-Cita
Puncak dari seluruh rangkaian adalah kegiatan “Pohon Impianku”. Anak-anak diajak bercerita tentang cita-cita mereka yang ditempelkan pada pohon impian. Kegiatan ini tidak hanya melatih kemampuan berbicara, tetapi juga mengenalkan berbagai profesi dan menumbuhkan semangat bermimpi untuk masa depan.
Landasan Qur’ani dan Hadits
Seluruh rangkaian kegiatan ini dibingkai dalam nilai-nilai Islami yang kuat. Pendidikan anak usia dini dalam Islam memiliki landasan yang kokoh, sebagaimana firman Allah dalam QS. At-Tahrim ayat 6:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa pendidikan adalah bentuk perlindungan bagi generasi mendatang.
Selain itu, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:
كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ
Artinya: “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa tugas utama orang tua dan pendidik adalah menjaga dan mengarahkan fitrah anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kreatif, dan berakhlak mulia.
Dengan mengusung tema “Aku Anak Ceria, Sehat, Berani, dan Berakhlak Mulia”, PAUD Terpadu ‘Aisyiyah berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemandirian, dan kepekaan sosial, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
Peliput : Tim Media PAUD Terpadu Aisyiyah Kota Cirebon
Editor : Arofah Firdaus


Tinggalkan Balasan