PDA Kota Cirebon Ikuti Kuliah Umum dan Pembukaan Perkuliahan KMA Angkatan IV

Bandung, 26 April 2026 – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kota Cirebon mengirimkan empat orang anggotanya yang telah terdaftar sebagai mahasiswa Kulliyatul Muballighat ‘Aisyiyah (KMA) Angkatan IV untuk mengikuti kuliah umum dan pembukaan perkuliahan. Kegiatan yang mengusung tema “Menapaki Perjalanan Ilmu dan Dakwah Menuju Muslimah Berilmu, Berakhlak, dan Berdaya” ini berlangsung di Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Bandung.

Keempat utusan PDA Kota Cirebon tersebut adalah Eva Fauziah, Nuraeni, Ayu Soufiana Hilda, dan Uung Qurochtul ‘Ain. Program KMA merupakan program unggulan Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Jawa Barat yang telah berlangsung selama tiga tahun dan kini memasuki tahun keempat. Tujuan program ini adalah mewujudkan kualitas dan kuantitas muballighat ‘Aisyiyah yang mencerahkan, berintegritas, berkepribadian Islami, profesional, serta memahami visi misi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.

Revitalisasi Memori Ilmiah bagi Ibu-ibu Hebat

Dra. Etty Sri Mulyati, M.Pd.I., selaku Ketua KMA, dalam sambutannya menyatakan bahwa perkuliahan ini diharapkan dapat mereviu dan mengisi kembali memori keilmuan yang telah lama terpendam. Sebab, mahasiswa KMA adalah ibu-ibu yang telah menyelesaikan pendidikan strata satu (S1) maupun strata dua (S2), masih aktif bekerja, atau sudah purnatugas.

Mereka berusia antara 30-an hingga 60-an, dengan peserta tertua berusia 68 tahun. Sebanyak 35 orang peserta berasal dari PWA Jabar dan beberapa PDA kota/kabupaten di wilayah Jawa Barat, yaitu Kota Bandung (3 orang), Kabupaten Bandung (2 orang), Ciamis (4 orang), Cianjur (1 orang), Kota Cirebon (4 orang), Kabupaten Cirebon (2 orang), Garut (3 orang), Kuningan (2 orang), Majalengka (5 orang), Tasikmalaya (8 orang), dan PWA Jabar (3 orang).

Etty menekankan keseriusan para mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan yang akan diselenggarakan secara daring maupun luring selama dua semester. “Upayakan masuk kelas secara kontinu karena termasuk dalam penilaian kehadiran. Aktiflah bertanya agar mendapatkan pemahaman yang baik. Perkuliahan daring dilaksanakan pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu pukul 10.30 hingga 15.30. Untuk pertemuan tatap muka akan disesuaikan dengan kondisi,” ujarnya.

Muballighat ‘Aisyiyah: Dakwah untuk Ridho Allah, Bukan Panggung

Kuliah umum disampaikan oleh Ketua PWA Jawa Barat, Dra. Hj. Ia Kurniati, M.Pd. Beliau memberikan apresiasi kepada para peserta yang didominasi ibu-ibu lanjut usia yang berani belajar dan cinta kepada ilmu. Salah satu konsekuensi menjadi mahasiswa adalah belajar dan ujian. Setelah menempuh pendidikan selama satu tahun, peserta akan mendapat nilai dan ijazah sebagai legal formal. Namun, nilai sesungguhnya kelak akan diuji di masyarakat.

“Bagaimana berbagi ilmu dan pengalaman, menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari. Dakwah bil hal (dakwah dengan perbuatan) akan lebih mengena di masyarakat. Jangan berkecil hati karena berusia senja, sebab lansia punya keunggulan dakwah yang khas, yakni dipercaya umat karena nasihat orang tua biasanya lebih didengarkan, memiliki banyak waktu luang sebagai ladang amal, dan menjadi gudangnya pengalaman,” tutur Ia Kurniati.

Beliau menegaskan bahwa menjadi muballighat harus dimulai dengan niat yang lurus. Dakwah bukan mencari panggung, tetapi mencari rida Allah dan menolong orang lain agar selamat. Berdakwahlah dengan ilmu secukupnya, tetapi beramallah sebanyak-banyaknya, serta gunakan bahasa yang sederhana dan mengena. Kunci dakwah adalah sabar dan lemah lembut, sebagaimana firman Allah Swt. dalam QS. Ali ‘Imran: 159.

QS. Ali ‘Imran: 159


فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya:
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.”

KMA Menghidupkan Sejarah Muhammadiyah

Lebih lanjut, Ia Kurniati menyampaikan bahwa KMA menghidupkan kembali sejarah Muhammadiyah yang asalnya bergerak dari pengajian ke pengajian. Mengaji adalah identitas gerakan ‘Aisyiyah. Dakwah amar ma’ruf nahi mungkar merupakan dasar yang menggerakkan dakwah mereka, sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nahl: 125.

QS. An-Nahl: 125


ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya:
“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih tahu tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih tahu orang-orang yang mendapat petunjuk.”

Selain itu, Rasulullah saw. juga mengajarkan bahwa menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim, sebagaimana sabda beliau:

Hadits Riwayat Ibnu Majah


طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

Artinya:
“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

Dengan semangat yang membara di usia yang tidak muda lagi, para mahasiswi KMA Angkatan IV, termasuk dari PDA Kota Cirebon, siap mengarungi perjalanan ilmiah dan dakwah demi meraih rida Allah dan menjadi muslimah yang berilmu, berakhlak, serta berdaya guna bagi umat dan masyarakat.

Redaksi: Eva Fauziah

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan ke Erli Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Satu tanggapan untuk “PDA Kota Cirebon Ikuti Kuliah Umum dan Pembukaan Perkuliahan KMA Angkatan IV”

  1. Avatar Erli
    Erli

    Barakallah fiikum seluruh mhs KMA IV