CIREBON, 18 Februari 2026 – Majelis Tabligh dan Ketarjihan (MTK) Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Jawa Barat sukses menyelenggarakan Pelatihan Konten Tabligh Digital bagi anggota Aisyiyah se-Jawa Barat pada tanggal 14 hingga 17 Februari 2026. Pelatihan yang berlangsung secara daring melalui aplikasi Zoom dari pukul 08.00 hingga 15.00 WIB ini diikuti oleh 42 peserta dari Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) di seluruh Provinsi Jawa Barat.
PDA Kota Cirebon turut berpartisipasi dengan mengutus tiga orang anggota terbaiknya, yakni Eva Fauziah, Erli Ifidah, dan Nurul Alliya. Selama empat hari, ketiganya mengikuti rangkaian pelatihan dengan penuh antusiasme dan intensitas tinggi, meskipun harus berjibaku dengan berbagai tantangan teknis.

Dakwah Digital: Medan Baru yang Luas dan Berpengaruh
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Ketua MTK Jawa Barat, Kokom Komariah. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya peran Aisyiyah dalam memanfaatkan ruang digital sebagai medan dakwah yang strategis.
“Pelatihan ini bertujuan membekali para peserta agar dapat berkontribusi dalam membangun dakwah moderat, mencerahkan, dan berkeadaban di ruang digital. Ruang digital menjadi medan dakwah yang luas, cepat, dan berpengaruh. Namun, di saat yang sama, ruang ini juga rawan terhadap narasi keagamaan yang keras, parsial, dan tidak berimbang,” ujar Kokom Komariah.
Beliau mengingatkan bahwa dakwah digital harus berlandaskan nilai-nilai Islam wasathiyah (moderat) agar pesan keislaman tetap rahmatan lil ‘alamin, mencerdaskan, dan mempersatukan umat. Hal ini sejalan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala :
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِّتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا
“Dan demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) sebagai umat pertengahan (wasathiyah) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu.” (QS. Al-Baqarah: 143)
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga bersabda tentang pentingnya menyampaikan dakwah dengan cara yang baik:
بَلِّغُوا عَنِّي وَلَوْ آيَةً
“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat.” (HR. Bukhari)
Materi Padat dan Menantang: Dari ChatGPT hingga Canva
Selama empat hari pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai materi dan praktik langsung pembuatan konten digital untuk berbagai platform media sosial, termasuk Instagram, TikTok, YouTube, Facebook, dan WhatsApp. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan platform-platform tersebut sebagai sarana dakwah yang efektif.
Beberapa materi kunci yang disampaikan dalam pelatihan antara lain:
- Nilai-nilai Islam Wasathiyah sebagai Konten Dakwah Digital
- Etika dan Adab Berdakwah di Media Sosial
- Pengenalan Dasar Penggunaan Gawai dan Istilah-istilah Media Digital
- Jenis Konten dan Media Sosial
- Mencari Ide Konten dan Kata Kunci
- Menguasai Tabligh Digital dan Manajemen Konten
- Aplikasi Canva dan Penggunaannya untuk Mengedit Konten
- Cara mengunggah video/teks dakwah ke dalam YouTube dan TikTok
- Cara mengunggah video/teks dakwah ke aplikasi META (WhatsApp, Instagram, Facebook)
Para peserta juga dilatih menggunakan aplikasi ChatGPT secara bijak untuk membantu menyusun materi dakwah, serta memanfaatkan Canva sebagai alat bantu membuat poster, flyer, dan video dakwah yang menarik. Bahkan, aplikasi Zoom pun dapat dimanfaatkan untuk membuat podcast dakwah.
Antusiasme di Tengah Keterbatasan
Materi yang padat, menarik, dan menantang membuat para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan hingga akhir. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian besar peserta adalah ibu-ibu yang tidak akrab dengan media-media digital tersebut . Mereka harus pontang-panting dan tertatih-tatih ketika menyelesaikan tugas, terutama saat berhadapan dengan aplikasi Canva yang memiliki beragam fitur, atau saat harus membuat konten untuk Instagram, TikTok, dan YouTube.
Salah satu peserta dari PDA Kota Cirebon, Eva Fauziah , mengungkapkan pengalamannya. “Kami benar-benar merasakan tantangan yang luar biasa. Aplikasi Canva dengan segala fiturnya, cara mengedit video, hingga mengunggah ke berbagai platform—semuanya baru bagi kami. Tapi alhamdulillah, dengan semangat dan bimbingan dari pemateri, kami bisa sampai selesai,” ujarnya.
Kendala Jaringan dan Harapan Pelatihan Kombinasi
Kendala terbesar yang dihadapi selama pelatihan adalah jaringan internet yang tidak stabil. Beberapa peserta bahkan pemateri tiba-tiba terlempar dari ruang Zoom di tengah sesi penting. Pada saat praktik, beberapa peserta kebingungan dan tertinggal karena tidak terbiasa menggunakan aplikasi, sementara bimbingan dari pemateri sangat terbatas karena tidak bisa langsung melihat perangkat yang digunakan peserta.
Para peserta pelatihan berharap pada pelatihan berikutnya dilakukan kombinasi secara daring dan luring sehingga dapat meminimalisasi kendala tersebut. Dengan pertemuan langsung, pemateri dapat memberikan bimbingan yang lebih intensif dan personal.
Manfaat Besar untuk Dakwah Aisyiyah
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, para peserta sepakat bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat . Mereka mendapatkan wawasan baru tentang dakwah digital dan keterampilan menggunakan perangkat media sosial yang sebelumnya asing bagi mereka.
“Kami berharap ilmu yang kami dapatkan ini dapat berdampak positif bagi perkembangan dakwah Aisyiyah, khususnya di Kota Cirebon. Dengan konten digital yang menarik dan bernuansa Islam wasathiyah, kami ingin menyebarkan pesan-pesan kebaikan yang mencerahkan dan mempersatukan umat,” pungkas Eva Fauziah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang pentingnya berdakwah dengan hikmah dan cara yang baik:
ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ ۖ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang terbaik.” (QS. An-Nahl: 125)
Dengan bekal pelatihan ini, para mubalighat Aisyiyah Kota Cirebon siap berkontribusi dalam mewujudkan dakwah digital yang mencerahkan, moderat, dan berkeadaban di era digital. (Eva Fauziah)


Tinggalkan Balasan