CIREBON, 16 Juli 2026 — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Al Ikhlas pada pelaksanaan pengajian malam Jumat (16/7/2026). Acara rutin yang dihadiri oleh puluhan jamaah dari berbagai kalangan ini menghadirkan penceramah kondang, Ustadz H. Dedi Ahyadi, dengan tema utama tentang Akhlak, khususnya mengupas tuntas sub tema “Pemaaf”.
Turut hadir dalam pengajian tersebut Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi Kota Cirebon, H. Digyono, yang memberikan sambutan hangat serta dukungan penuh terhadap kegiatan pembinaan umat ini .
Meneladani Akhlak Pemaaf: Jalan Menuju Kemuliaan
Dalam tausiyahnya, Ustadz H. Dedi Ahyadi menekankan bahwa akhlak pemaaf merupakan salah satu ciri utama orang yang bertakwa. Beliau mengawali ceramah dengan membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surat Ali ‘Imran ayat 134:
اَلَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّاۤءِ وَالضَّرَّاۤءِ وَالْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَالْعَافِيْنَ عَنِ النَّاسِۗ وَاللّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَۚ
Latin: Allażīna yunfiqūna fis-sarrā’i waḍ-ḍarrā’i wal-kāẓimīnal-gaiẓa wal-‘āfīna ‘anin-nās, wallāhu yuḥibbul-muḥsinīn.
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan” .
Ustadz Dedi menjelaskan bahwa dalam ayat ini, Allah Subhanahu Wa Ta’ala secara langsung mengaitkan sifat pemaaf dengan kecintaan-Nya. “Memaafkan bukanlah tanda kelemahan, justru itu adalah kekuatan hati dan kemuliaan jiwa,” tegasnya. Beliau juga mengingatkan bahwa memaafkan adalah investasi akhirat yang besar, sebagaimana disebutkan dalam QS. Asy-Syura ayat 40 yang artinya, “Barang siapa memaafkan dan berdamai, maka pahalanya atas tanggungan Allah” .

Teladan Rasulullah: Pemaaf Sejati
Untuk memperkuat pemahaman jamaah, Ustadz Dedi mengutip hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban yang menggambarkan agungnya akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:
كَانَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا، لَمْ يَكُنْ فَاحِشًا وَلَا مُتَفَحِّشًا، وَلَا سَخَّابًا فِي الْأَسْوَاقِ، وَلَا يَجْزِي بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ، وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَصْفَحُ
Artinya: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling bagus akhlaknya. Beliau tidak pernah kasar, berbuat keji, berteriak-teriak di pasar, dan tidak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan. Malahan beliau adalah sosok yang pemaaf dan suka mendamaikan” .
Beliau mengisahkan peristiwa penaklukan Kota Makkah sebagai bukti nyata sikap pemaaf Rasulullah. Di hadapan orang-orang Quraisy yang selama bertahun-tahun memusuhi dan menyakitinya, Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam berkata, “Pergilah kamu sekalian, kamu sekarang sudah bebas!” Sikap ini menunjukkan bahwa memaafkan dapat menghapus dendam dan menyatukan persaudaraan .
Pesan Ketua PCM Kesambi: Implementasi Akhlak dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam sambutannya, Ketua PCM Kesambi, H. Digyono, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan pengajian ini. Beliau berharap materi yang disampaikan oleh Ustadz Dedi Ahyadi dapat menjadi bekal berharga bagi seluruh jamaah untuk terus memperbaiki akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pengajian malam Jumat ini adalah momentum bagi kita untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Semoga kita semua diberikan kemudahan untuk menjadi pribadi yang pemaaf, sebagaimana yang diajarkan oleh Allah dan Rasul-Nya,” ujar H. Digyono .
Pengajian berlangsung dengan penuh khidmat dan ditutup dengan doa, memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar seluruh jamaah diberikan hati yang lapang dan kekuatan untuk senantiasa saling memaafkan.
Peliput : Tim Media Masjid Al-Ikhlas PCM Kesambi Kota Cirebon
Editor : Arofah Firdaus


Tinggalkan Balasan