CIREBON, 14 Maret 2026 – Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) menggelar Pengajian Ramadhan bagi seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan kampus. Acara yang berlangsung khidmat ini menghadirkan penceramah istimewa, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., anggota DPR RI Komisi IV periode 2024-2029, yang juga dikenal sebagai pakar kelautan dan tokoh nasional.
Dalam tausiyahnya, Prof. Rokhmin menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang pentingnya kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman hidup, kritik terhadap sekularisasi, serta harapan besar kepada Muhammadiyah sebagai garda terdepan kebangkitan umat Islam Indonesia.

Dua Warisan Nabi: Jaminan Sukses Dunia dan Akhirat
Mengawali tausiyahnya, Prof. Rokhmin mengutip hadits terkenal yang diriwayatkan oleh Imam Malik dalam kitab Al-Muwaththa’:
تَرَكْتُ فِيكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللَّهِ وَسُنَّةَ نَبِيِّهِ
“Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah (Al-Qur’an) dan Sunnah Nabi-Nya.” (HR. Malik)
“Siapa pun yang berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Hadits, Allah jamin sukses dan bahagia di dunia maupun di akhirat. Ini bukan teori, ini janji Allah dan Rasul-Nya,” tegas Prof. Rokhmin di hadapan para akademisi UMC.
Beliau menyayangkan realitas umat Islam saat ini yang mulai meninggalkan kedua warisan agung tersebut. “Semua sudah sekuler. Banyak di antara kita yang hanya menjadikan agama sebagai ritual belaka, sementara dalam kehidupan sehari-hari, kita justru mengadopsi cara pandang dan nilai-nilai yang jauh dari Islam. Cukup lah kita dibodohi oleh musuh-musuh Islam. Saatnya kita bangkit dan kembali kepada jati diri kita sebagai umat terbaik,” paparnya dengan penuh semangat.

Muhasabah: Menjadi Umat Terbaik
Prof. Rokhmin mengajak seluruh civitas akademika UMC untuk melakukan muhasabah (introspeksi) dengan merenungkan firman Allah dalam QS. Ali ‘Imran ayat 110:
كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ
“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali ‘Imran: 110)
“Allah sudah menyatakan bahwa kita adalah umat terbaik. Tetapi pertanyaannya, apakah kita sudah layak menyandang predikat itu? Umat terbaik adalah mereka yang aktif melakukan amar ma’ruf nahi munkar dan memiliki iman yang kokoh. Bukan umat yang lemah, tertindas, dan tertinggal dalam berbagai bidang kehidupan,” ujar Prof. Rokhmin.
Beliau juga mengutip doa yang diajarkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 201:
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah: 201)
“Doa ini mengajarkan keseimbangan. Kita tidak boleh hanya fokus pada akhirat dan melupakan dunia, atau sebaliknya. Islam mengajarkan kita untuk meraih keunggulan di kedua alam sekaligus,” jelasnya.

Peringatan: Literasi Indonesia Darurat
Prof. Rokhmin menyampaikan data yang memprihatinkan tentang kondisi literasi di Indonesia. “Indonesia termasuk negara dengan tingkat literasi terburuk kedua di dunia. Ini adalah fakta yang tidak bisa kita pungkiri. Padahal, peradaban Islam masa lalu jaya karena umatnya gemar membaca, meneliti, dan menulis. Al-Qur’an sendiri diturunkan dengan perintah pertama Iqra’ (bacalah),” ungkapnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1-5:
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ . خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ . اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ . الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ . عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1-5)
“Ini adalah perintah pertama dalam Al-Qur’an, tetapi kita justru meninggalkannya. Umat Islam harus bangkit, harus menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena dengan ilmu, kita bisa menguasai ekonomi, dan dengan ekonomi yang kuat, kita bisa membangun militer yang tangguh untuk melindungi peradaban,” tegas anggota DPR RI tersebut.

Muhammadiyah: Harapan Umat Islam Indonesia
Di hadapan keluarga besar UMC, Prof. Rokhmin menyampaikan harapan besarnya kepada Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia.
“Umat Islam berharap Muhammadiyah menjadi harapan umat Islam. Muhammadiyah memiliki jaringan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang sangat luas. Jika Muhammadiyah serius mengembangkan sumber daya manusia unggul yang menguasai sains dan teknologi, insya Allah Indonesia bisa menjadi negara adidaya. Jangan biarkan umat Islam terus tertinggal dan dibodohi oleh musuh-musuh Islam,” paparnya.
Beliau mengingatkan bahwa sejarah kejayaan Islam tidak lepas dari penguasaan ilmu pengetahuan. “Ketika umat Islam menguasai sains, teknologi, ekonomi, dan militer, saat itulah peradaban Islam berjaya. Sekarang giliran kita untuk mewujudkannya kembali.”
Pesan untuk UMC: Bekerja dengan Itqan dan Ihsan
Di penghujung tausiyah, Prof. Rokhmin memberikan pesan khusus kepada dosen dan tenaga kependidikan UMC. “UMC akan unggul bila dosen dan tendik bekerja dengan itqan (tuntas, profesional) dan ihsan (berbuat baik dengan kualitas terbaik).”
Kata itqan mengacu pada hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ
“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila mengerjakan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan itqan (profesional, tuntas, dan berkualitas).” (HR. Thabrani)
Sedangkan ihsan adalah puncak ibadah sebagaimana sabda Nabi:
الْإِحْسَانُ أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Ihsan adalah engkau menyembah Allah seakan-akan engkau melihat-Nya, maka jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Bukhari & Muslim)
“Jika setiap dosen dan tendik UMC bekerja dengan itqan dan ihsan, insya Allah UMC akan menjadi kampus unggulan yang melahirkan generasi-generasi pemimpin bangsa yang berakhlak mulia dan berilmu tinggi,” pungkas Prof. Rokhmin.
Sambutan Rektor: Menguatkan Komitmen
Rektor UMC, Arief Nurudin, M.T. , dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kesediaan Prof. Rokhmin Dahuri memberikan pencerahan di tengah kesibukannya sebagai anggota DPR RI.
“Kami sangat terhormat dan berterima kasih kepada Prof. Rokhmin yang telah hadir dan memberikan motivasi luar biasa kepada seluruh keluarga besar UMC. Pesan-pesan beliau tentang itqan dan ihsan akan menjadi spirit baru bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas kerja dan pengabdian,” ujar Arief Nurudin.
Acara pengajian Ramadhan ini diikuti oleh ratusan dosen dan tenaga kependidikan UMC dengan penuh antusias. Selain mendapatkan pencerahan spiritual, para peserta juga diajak untuk merefleksikan peran strategis mereka sebagai pendidik dalam mencetak generasi unggul bangsa.
Penutup: Doa dan Harapan
Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar menjadikan UMC sebagai institusi pendidikan yang mampu melahirkan kader-kader bangsa yang unggul, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi agama, nusa, dan bangsa. Aamiin.


Tinggalkan Balasan