CIREBON, 17 Juli 2026 — Suasana khusyuk menyelimuti pelaksanaan salat Jumat di Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon pada Jumat, 17 Juli 2026. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Apt. Didin Ahidin, M.Farm., menyampaikan khutbah dengan tema mendalam tentang hakikat musibah dan ujian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala .
Jamaah tampak larut dalam renungan saat Ustadz Didin membacakan firman Allah dalam Surat At-Taghabun ayat 11:
مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Artinya: “Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah. Siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Musibah sebagai Ujian Keimanan
Mengawali khutbahnya, Ustadz Didin menjelaskan bahwa segala musibah yang terjadi di muka bumi—baik bencana alam maupun cobaan pribadi—terjadi semata-mata atas izin dan ketetapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Lebih lanjut, beliau mengajak jamaah untuk merenungkan apakah musibah yang datang merupakan ujian dari Allah bagi orang-orang beriman, sebagaimana ditegaskan dalam Surat Al-Baqarah ayat 155:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ
Artinya: “Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.”
“Setiap ujian yang Allah berikan mengandung hikmah besar. Ujian bukanlah tanda kemurkaan semata, melainkan proses pembersihan dan peningkatan derajat bagi hamba-Nya yang sabar,” tegas Ustadz Didin di hadapan jamaah.

Musibah Akibat Perbuatan Manusia
Ustadz Didin juga mengingatkan bahwa musibah yang silih berganti dapat terjadi akibat kemungkaran dan dosa-dosa yang diperbuat oleh manusia. Beliau mengutip firman Allah dalam Surat Asy-Syura ayat 30:
وَمَآ اَصَابَكُمْ مِّنْ مُّصِيْبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ اَيْدِيْكُمْ وَيَعْفُوْا عَنْ كَثِيْرٍۗ
Artinya: “Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (kesalahanmu).”
“Musibah yang datang silih berganti boleh jadi merupakan konsekuensi logis dari dosa-dosa yang kita lakukan. Namun, Allah Yang Maha Pengampun tetap memaafkan sebagian besar kesalahan kita. Ini adalah pintu taubat yang selalu terbuka,” ujar beliau dengan nada penuh harap.
Menuju Keberkahan dengan Iman dan Takwa
Menutup khutbahnya, Ustadz Didin mengajak jamaah untuk mengambil hikmah dari setiap musibah yang terjadi, menjadikannya sebagai momentum kembali ke jalan yang diridhai Allah. Beliau membacakan Surat Al-A’raf ayat 96 yang menjadi kunci keberkahan:
وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰٓى اٰمَنُوْا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِ وَلٰكِنْ كَذَّبُوْا فَاَخَذْنٰهُمْ بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ
Artinya: “Sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami akan membukakan untuk mereka berbagai keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi, mereka mendustakan (para rasul dan ayat-ayat Kami). Maka, Kami menyiksa mereka disebabkan oleh apa yang selalu mereka kerjakan.”
“Kunci untuk mendapatkan pintu keberkahan adalah cinta dan takwa kepada Allah. Dengan iman dan takwa, musibah yang kita hadapi akan terasa ringan, dan kita akan merasakan pertolongan serta petunjuk-Nya,” pungkas Ustadz Apt. Didin Ahidin, M.Farm.
Salat Jumat berlangsung dengan tertib dan diakhiri dengan doa bersama, memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala agar dijauhkan dari segala musibah dan senantiasa diberikan kekuatan dalam menghadapi setiap ujian.
Peliput : Dakum, S.Pd., dan Tim Media Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon.


Tinggalkan Balasan