SMK Muhammadiyah Kota Cirebon: Membangun Generasi SMART-Q melalui Pendidikan Vokasi Berbasis Al-Qur’an

·

Editor:

|

6 menit

|

📋

Dibaca: 78 x

DI TENGAH arus transformasi industri dan perkembangan teknologi yang begitu pesat, kehadiran lembaga pendidikan kejuruan yang mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dan industri menjadi sebuah keniscayaan. SMK Muhammadiyah Kota Cirebon hadir sebagai salah satu Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di bidang pendidikan yang berkomitmen mencetak lulusan tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berkarakter Qur’ani.

Dalam wawancara eksklusif pada Rabu (23/9/2026), Kepala SMK Muhammadiyah Kota Cirebon, Yani Mardiani, S.E., M.M., memaparkan secara komprehensif mengenai visi, misi, serta keunggulan sekolah yang berlokasi di Jl. Karang Kencana, Kelurahan Panjunan, Kecamatan Lemahwungkuk ini.

“Sebagai bagian dari pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah, kami berkomitmen menghadirkan pendidikan kejuruan yang adaptif terhadap perubahan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah,” ujar Yani Mardiani membuka perbincangan.

Berpijak pada Perintah Al-Qur’an

Yani menegaskan bahwa semangat mendirikan dan mengembangkan lembaga pendidikan ini tidak terlepas dari perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al-Qur’an untuk menuntut ilmu. Allah berfirman dalam Q.S. Al-Mujadilah ayat 11:

يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ

“Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Ayat ini, lanjutnya, menjadi fondasi spiritual bahwa menuntut ilmu adalah jalan mulia yang akan mengangkat derajat manusia. Hal ini selaras dengan sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah)

“Kami juga berpijak pada hadis lain yang sangat relevan dengan pendidikan vokasi, yaitu sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam:

إِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ

‘Sesungguhnya Allah mencintai seorang mukmin yang bekerja profesional (terampil).’ (HR. Thabrani)

Dua sumber utama inilah yang menjadi ruh dalam setiap proses pendidikan di SMK Muhammadiyah Kota Cirebon. Kami ingin memastikan bahwa setiap lulusan tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual dan kesiapan kerja yang mumpuni,” tegasnya.

Empat Program Studi Strategis

SMK Muhammadiyah Kota Cirebon menawarkan empat program studi yang dirancang selaras dengan kebutuhan industri dan dunia kerja kontemporer:

Pertama, Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG). Program ini membekali siswa dengan kompetensi pemrograman, pengembangan aplikasi, hingga penciptaan gim. “Kebutuhan tenaga kerja digital di Indonesia sangat besar. Kami mempersiapkan siswa untuk mengisi posisi strategis di industri teknologi,” ungkap Yani.

Kedua, Desain Komunikasi Visual (DKV). Program ini mengasah kreativitas siswa dalam bidang desain grafis, ilustrasi, fotografi, videografi, dan periklanan. “Ini adalah bidang yang terus berkembang seiring maraknya industri kreatif di tanah air,” tambahnya.

Ketiga, Perhotelan. Program ini menyiapkan lulusan yang siap bersaing di industri hospitality dengan kemampuan pelayanan prima, tata boga, dan tata graha.

Keempat, Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Program ini melatih siswa dalam pengelolaan keuangan, pembukuan, perpajakan, dan penerapan sistem informasi akuntansi yang relevan dengan kebutuhan lembaga maupun perusahaan.

Keunggulan Berbasis Teaching Factory

Salah satu pembeda SMK Muhammadiyah Kota Cirebon dengan sekolah lain adalah penerapan Teaching Factory (Tefa) sebagai model pembelajaran berbasis produksi. Yani menjelaskan bahwa terdapat tiga unit Tefa yang beroperasi dan menjadi laboratorium praktik sekaligus sumber pendapatan sekolah:

  1. Digital Printing — Melayani kebutuhan percetakan digital dengan standar industri.
  2. Laundry — Memberikan layanan pencucian dengan manajemen profesional.
  3. Edumart dan Eduplan — Sebagai unit ritel dan layanan perencanaan pendidikan.

“Melalui Tefa, siswa belajar langsung bagaimana menghadapi pelanggan nyata, mengelola produksi, dan menjaga kualitas. Ini adalah simulasi dunia kerja yang paling efektif,” papar Yani.

Full Praktik: Belajar dengan Mengalami

Salah satu keunggulan utama yang ditekankan Yani adalah penerapan full praktik dalam proses pembelajaran. Berbeda dengan pendekatan yang didominasi teori, SMK Muhammadiyah Kota Cirebon memastikan porsi praktik jauh lebih besar.

“Kami menerapkan full praktik, artinya siswa tidak hanya belajar di atas kertas, tetapi langsung mengerjakan proyek nyata. Untuk program keahlian tertentu, komposisi praktik mencapai 70 persen, sementara teori hanya 30 persen. Ini memastikan lulusan kami benar-benar siap kerja,” jelasnya.

Early Industrial Job: Pengalaman Kerja Sejak Dini

Keunggulan lain yang jarang dimiliki sekolah lain adalah program Early Industrial Job, yaitu program penempatan siswa di hotel dan industri mitra selama satu hingga dua minggu. Program ini memberikan pengalaman kerja nyata sejak dini.

“Untuk program Perhotelan, siswa kami dikirim ke hotel-hotel berbintang selama satu sampai dua minggu. Mereka merasakan langsung bagaimana bekerja di front office, housekeeping, food and beverage, dan departemen lainnya. Ini adalah pengalaman yang tidak ternilai harganya sebelum mereka lulus,” ungkap Yani dengan bangga.

Penetapan Budaya Industri

SMK Muhammadiyah Kota Cirebon juga menerapkan penetapan budaya industri dalam lingkungan sekolah. Hal ini bertujuan agar siswa terbiasa dengan disiplin, etika kerja, dan standar profesionalisme yang berlaku di dunia industri.

“Budaya industri kami terapkan mulai dari ketepatan waktu, kerapian berpakaian, komunikasi profesional, hingga penyelesaian tugas sesuai tenggat. Siswa dibiasakan hidup dengan standar industri, sehingga ketika mereka masuk ke dunia kerja, tidak ada lagi kejutan budaya,” terang Yani.

Pembelajaran Bilingual: Indonesia-Inggris

Menghadapi era globalisasi dan Masyarakat Ekonomi ASEAN, SMK Muhammadiyah Kota Cirebon menerapkan bahasa pengantar Indonesia-Inggris dalam pembelajaran produktif. Langkah ini diambil untuk membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi internasional.

“Dalam mata pelajaran produktif, terutama untuk program Perhotelan dan DKV, kami menggunakan bilingual. Instruksi, presentasi, dan komunikasi di kelas menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Ini persiapan mereka untuk bersaing di tingkat global,” jelas Yani.

Visi dan Misi SMART-Q

SMK Muhammadiyah Kota Cirebon memiliki visi yang jelas: “Menciptakan Generasi SMART-Q yang unggul, berkarakter Qur’ani, menguasai teknologi produktif, dan siap bersaing di Dunia Usaha, Dunia Industri dan Dunia Kerja.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, sekolah menerapkan enam misi utama yang mencakup pembentukan karakter santun, pengembangan kemandirian dan jiwa enterpreneur, penciptaan lingkungan belajar adaptif, penanaman nilai religius, integrasi teknologi dalam pembelajaran, serta menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi hidup.

“SMART-Q adalah akronim dari Santun, Mandiri, Adaptif, Religius, Teknologi, dan Qur’ani. Ini bukan sekadar slogan, tetapi nilai yang kami tanamkan dalam setiap aktivitas sekolah,” tegas Yani.

Tujuan Pendidikan yang Terukur

Sekolah menetapkan lima tujuan strategis dalam penyelenggaraan pendidikannya. Pertama, mewujudkan peserta didik yang berakhlak mulia terhadap guru, orang tua, dan sesama. Kedua, membentuk jiwa kepemimpinan dan kewirausahaan. Ketiga, menghasilkan lulusan yang berpikir kritis, kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Keempat, menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai cerminan perilaku sehari-hari. Kelima, meningkatkan kemampuan peserta didik dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasis TIK dan digitalisasi.

Motto “Unggul dalam Karya, Santun dalam Perilaku” menjadi kompas yang memandu seluruh civitas akademika. Sementara tagline SMART-Q terinternalisasi dalam setiap dimensi kehidupan sekolah, mulai dari pembiasaan ibadah, kajian keislaman, hingga proses pembelajaran di kelas.

Harapan dan Arah ke Depan

Di akhir perbincangan, Yani Mardiani menyampaikan harapan besarnya. “Kami ingin SMK Muhammadiyah Kota Cirebon menjadi pusat keunggulan pendidikan vokasi yang melahirkan generasi siap kerja, siap wirausaha, dan siap berkontribusi bagi kemajuan umat dan bangsa. Dengan izin Allah, ikhtiar ini akan terus kami perjuangkan,” pungkasnya.

SMK Muhammadiyah Kota Cirebon membuktikan bahwa pendidikan kejuruan dapat berjalan beriringan dengan pembinaan karakter dan nilai-nilai keislaman. Sebuah institusi yang tidak hanya mencetak tenaga kerja terampil, tetapi juga kader umat yang berilmu, beramal, dan berakhlak mulia.

Peliput : Ramses dan Tim Media SMKM Kota Cirebon




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

4 responses to “SMK Muhammadiyah Kota Cirebon: Membangun Generasi SMART-Q melalui Pendidikan Vokasi Berbasis Al-Qur’an”

  1. Avatar Fahyudin
    Fahyudin

    SMK Muhammadiyah Kota Cirebon luar biasa! Kombinasi antara pembentukan karakter Qur’ani, porsi praktik hingga 70%, serta keberadaan Teaching Factory nyata menjadikan sekolah ini melahirkan lulusan yang tak hanya cerdas dan berilmu, tetapi juga sangat terampil serta siap kerja.
    Sukses selalu!

  2. Avatar yani mardiani
    yani mardiani

    Semoga SMK Muhammadiyah kota Cirebon semakin sukses dan bertambah jumlah muridnya, Aamiin

  3. Avatar Moch Sidik Sadali
    Moch Sidik Sadali

    Dengan tema:
    MEMBANGUN GENERASI SMART-Q MELALUI PENDIDIKAN VOKASI BERBASIS AL-QUR’AN,
    di tengah arus transformasi industri dan perkembangan teknologi yang begitu pesat dan mendorong kehadiran lembaga pendidikan kejuruan yang mampu menjembatani kebutuhan dunia usaha dan industri menjadi sebuah sekolah unggulan, SMK Muhammadiyah melalui amal usahanya di bidang pendidikan, berkomitmen mencetak lulusan yang berkompeten secara teknis dan berkarakter Qur’ani serta berkiprah lebih maju, mandiri, tetap bersyukur dan konsisten dalam KBM guna membina dan mendidik para siswa.
    Semoga Allaah SWT. memudahkan segala urusan-Nya.

  4. Avatar Uung Qurochtul'ain
    Uung Qurochtul’ain

    SMK Muhammadyah bisa menjadi sekolah unggul busa menjadi contoh AUM yg lain yg di kota dan kabupaten, harapannya unggul untuk Prof jawa Barat.