Suasana Khidmat Warnai Pengajian Ahad Pagi dan Halal Bi Halal PCM & PCA Kesambi

CIREBON, 12 April 2026 – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon, menggelar acara pengajian Ahad pagi sekaligus halal bi halal di Aula Persyarikatan setempat, pada Ahad (12/4/2026). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai ini diikuti oleh puluhan warga persyarikatan, kader, serta simpatisan dari berbagai ranting di lingkungan Kesambi.

Mengusung tema “Refleksi Ibadah Shaum Ramadhan bagi Insan Persyarikatan”, acara ini menjadi momen penting untuk kembali menelaah hikmah puasa Ramadhan serta mempererat tali silaturahmi pasca Idulfitri 1447 H.

Sambutan Ketua PCM: Perkuat Ukhuwah dan Introspeksi Diri

Acara diawali dengan sambutan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesambi, H. Digyono. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jamaah yang hadir di pagi hari yang penuh berkah ini.

“Halal bi halal bukan sekadar tradisi bersalaman, tetapi momentum untuk membersihkan hati dan memperbaiki relasi antarsesama, sebagaimana ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Mari kita jadikan hasil dari Ramadhan sebagai bekal mengarungi bulan-bulan berikutnya dengan semangat persyarikatan yang lebih baik,” ujar H. Digyono.

Beliau juga berharap agar pengajian ini mampu menjadi media transformasi moral dan spiritual bagi seluruh kader Muhammadiyah dan Aisyiyah di Kesambi.

Tausiyah Ustadz Agus Wahid: Shaum sebagai Pembentuk Karakter Tangguh

Penceramah utama dalam pengajian ini, Ustadz Agus Wahid, S.Ag., menyampaikan materi tentang refleksi ibadah shaum. Dalam tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk merenungkan kembali esensi puasa, bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga membentuk pribadi yang bertakwa dan berintegritas.

Ustadz Agus mengawali ceramahnya dengan membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)

Beliau menjelaskan bahwa target tertinggi dari ibadah puasa adalah takwa, yaitu kesadaran penuh untuk melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. “Bagi insan persyarikatan, takwa ini harus terwujud dalam gerakan nyata, kejujuran dalam bermuamalah, serta keikhlasan dalam berdakwah,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Agus juga mengutip sebuah hadits riwayat Bukhari dan Muslim tentang keutamaan puasa sebagai perisai:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ

Artinya: “Puasa adalah perisai. Jika seseorang di antara kalian sedang berpuasa, maka janganlah ia berkata kotor dan jangan bertindak bodoh. Jika seseorang mencacinya atau mengajaknya berkelahi, hendaklah ia berkata, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa’.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ustadz Agus menambahkan bahwa hadits ini mengajarkan umat Islam, khususnya warga Muhammadiyah, untuk memiliki pengendalian diri yang kuat, tidak mudah terprovokasi, dan tetap menjaga akhlak mulia dalam kondisi apa pun. “Refleksi puasa sejati adalah ketika kita mampu menahan amarah dan tetap istiqamah dalam kebaikan setelah Ramadhan berlalu,” pesannya.

Suasana Halal Bi Halal: Memaafkan dengan Hati yang Lapang

Setelah sesi tausiyah dan tanya jawab interaktif, acara dilanjutkan dengan halal bi halal. Seluruh jamaah bersama-sama melantunkan doa kafaratul majelis, kemudian saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Suasana haru dan hangat terlihat jelas ketika para warga persyarikatan, termasuk jajaran pengurus PCM dan PCA Kesambi, saling berpelukan dan memohon maaf lahir dan batin.

Ketua PCA Kesambi dalam sela-sela acara menyampaikan, “Halal bi halal ini menjadi penutup yang manis dari rangkaian Ramadhan. Semoga silaturahmi yang kami jalin menjadi berkah dan memperkuat amal usaha Muhammadiyah di Kesambi.”

Penutup dan Doa Bersama

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadz Agus Wahid, memohon kepada Allah Swt. agar seluruh amal ibadah selama Ramadhan diterima dan diberikan kekuatan untuk terus istiqamah dalam berkhidmat kepada agama dan umat.

Pengajian Ahad pagi yang dikemas dengan tema reflektif ini pun berakhir pada pukul 09.30 WIB. Jamaah pulang dengan hati yang lebih tenang dan tekad yang diperbarui untuk terus mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Redaktur: Tim Media PCM Kesambi
Kota Cirebon


Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *