CIREBON, 29 Mei 2026 – Rasa syukur dan ketenangan menyelimuti jamaah salat Jumat di Masjid Santun Muhammadiyah Kota Cirebon pada hari Jumat, 29 Mei 2026. Bertindak selaku imam sekaligus khatib, Ustadz Aip Syarifudin, S.Pd.I., guru tahfidz SMP Muhammadiyah 1 Kota Cirebon, menyampaikan khutbah yang menggugah hati dengan mengangkat tiga pesan utama dari Rasulullah ﷺ.

Muqaddimah: Wasiat Taqwa dan Nikmat Allah
Mengawali khutbahnya, Ustadz Aip Syarifudin menyampaikan wasiat taqwa kepada seluruh jamaah. Beliau mengingatkan bahwa taqwa adalah bekal terbaik bagi seorang Muslim dalam menjalani kehidupan di dunia maupun menghadapi akhirat.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”
(QS. Ali ‘Imran: 102)
Beliau juga mengajak jamaah untuk senantiasa memanjatkan puji syukur atas segala nikmat Allah, baik nikmat iman, Islam, kesehatan, maupun kesempatan untuk kembali beribadah di masjid yang nyaman ini. “Nikmat yang paling agung adalah hidayah untuk mengenal Allah dan menjalankan perintah-Nya,” ujar beliau.

Pesan Nabi Muhammad ﷺ: Tiga Landasan Hidup Muslim
Dalam khutbah keduanya, Ustadz Aip menyampaikan tiga pesan agung dari Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan dalam berbagai hadits. Beliau menjelaskan bahwa pesan-pesan ini menjadi pijakan utama bagi setiap Muslim agar selamat dunia dan akhirat.
1. Ketaqwaan kepada Allah SWT
Pertama, beliau menekankan kembali tentang inti ketaqwaan, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Taqwa adalah benteng yang melindungi seorang hamba dari murka Allah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada.”
(HR. Tirmidzi, beliau menilai hadits ini hasan)
Artinya, seorang Muslim harus senantiasa sadar bahwa Allah mengawasinya setiap saat, baik dalam kesendirian maupun di tengah keramaian.

2. Iringi Keburukan dengan Kebaikan, Semua Dosa Diampuni Kecuali Syirik
Pesan kedua yang disampaikan adalah tentang rahmat Allah yang begitu luas. Ustadz Aip mengingatkan bahwa pintu taubat selalu terbuka. Setiap keburukan yang dilakukan hendaknya segera diikuti dengan kebaikan, karena kebaikan akan menghapuskan keburukan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا
“Iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya kebaikan itu akan menghapuskannya.”
(HR. Tirmidzi)
Beliau juga mengingatkan bahwa Allah mengampuni segala dosa kecuali syirik (mempersekutukan Allah), sebagaimana firman-Nya:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik (mempersekutukan-Nya), dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya.”
(QS. An-Nisa’: 48)
Karena itu, jamaah diimbau untuk segera bertaubat dan tidak pernah putus asa dari rahmat Allah.

3. Sikapi Orang Lain dengan Akhlak yang Baik
Pesan terakhir yang sangat menyentuh adalah tentang pentingnya akhlak mulia dalam pergaulan sehari-hari. Ustadz Aip mengajak jamaah untuk membiasakan diri bersikap lemah lembut, jujur, pemaaf, dan selalu berbuat baik kepada sesama, baik Muslim maupun non-Muslim selama mereka tidak memusuhi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.”
(HR. Abu Daud dan Tirmidzi)
Beliau mencontohkan bagaimana Rasulullah ﷺ tidak pernah membalas keburukan dengan keburukan, tetapi justru dengan kebaikan. “Sikapilah orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Dunia akan terasa damai jika akhlak kita mulia,” pesan beliau mengakhiri khutbah.
Penutup: Doa dan Harapan
Salat Jumat berlangsung dengan khusyuk di bawah arahan imam Ustadz Aip Syarifudin. Jamaah yang hadir tampak terharu dan bersemangat untuk mempraktikkan tiga pesan Nabi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Selesai salat, Ustadz Aip memimpin doa memohon ampunan, keselamatan, dan kekuatan bagi seluruh umat Islam, khususnya warga Cirebon, untuk tetap istiqamah dalam ketaqwaan dan akhlak mulia.
Redaktur: Dakum, S.Pd., dan Tim Humas Masjid Santun Muhammadiyah


Tinggalkan Balasan