Tarawih Malam ke-24 di Masjid Annur Sangkana: Ustadz Abdul Aziz Fakhrurozi Ajak Jamaah Maksimalkan Iman dan Ibadah di 10 Hari Terakhir

CIREBON, 12 Maret 2026 – Masjid Annur Sangkana Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, kembali dipenuhi jamaah pada pelaksanaan Salat Tarawih malam ke-24 Ramadhan 1447 H, Kamis (12/3/2026). Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, Ustadz Abdul Aziz Fakhrurozi, S.H., menyampaikan kultum yang menggetarkan hati dengan tema “Dua Pesan Penting di 10 Hari Terakhir Ramadhan”.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Harjamukti, Ustadz Yandi Heryandi, M.Pd., beserta jajaran pengurus dan warga Muhammadiyah Harjamukti. Jamaah yang memadati masjid tampak khusyuk menyimak tausiyah yang mengajak untuk memaksimalkan sisa waktu Ramadhan yang sangat berharga.


Waktu Terasa Cepat: Tanda Mendekatnya Kiamat

Ustadz Abdul Aziz mengawali kultum dengan merenungkan betapa cepatnya waktu berlalu. “Waktu tidak terasa begitu cepat. Rasanya baru awal puasa, sekarang kita sudah berada di malam ke-24 Ramadhan,” ujarnya.

Beliau mengingatkan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi tentang tanda mendekatnya hari kiamat, yaitu waktu yang terasa semakin cepat:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يَتَقَارَبَ الزَّمَانُ، فَتَكُونَ السَّنَةُ كَالشَّهْرِ، وَالشَّهْرُ كَالْجُمُعَةِ، وَتَكُونَ الْجُمُعَةُ كَالْيَوْمِ، وَيَكُونَ الْيَوْمُ كَالسَّاعَةِ، وَتَكُونَ السَّاعَةُ كَاحْتِرَاقِ الْخُوصَةِ

“Tidak akan terjadi kiamat sehingga waktu terasa semakin dekat. Satu tahun seperti satu bulan, satu bulan seperti satu Jumat, satu Jumat seperti satu hari, satu hari seperti satu jam, dan satu jam seperti terbakarnya selembar daun kurma.” (HR. Tirmidzi)

“Waktu yang terasa begitu cepat ini adalah pengingat bagi kita bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Jangan sampai kita lalai dan melewatkan kesempatan emas di sepuluh malam terakhir Ramadhan,” tegas Ustadz Abdul Aziz.


Dua Pesan Penting di 10 Hari Terakhir

Memasuki inti pembahasan, Ustadz Abdul Aziz menyampaikan dua pesan utama yang harus menjadi fokus setiap muslim di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

1. Tazidul Iman (Bertambah Iman)

Pesan pertama adalah meningkatkan keimanan. Di sepuluh malam terakhir, terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Untuk meraihnya, disunnahkan untuk melakukan i’tikaf (berdiam diri di masjid).

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang keagungan Lailatul Qadar:

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ . لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1-3)

“Ibadah pada malam Lailatul Qadar lebih utama daripada ibadah selama 83 tahun. Ini adalah kesempatan yang tidak boleh disia-siakan. Yakinlah dan bersemangatlah meraihnya,” ajak Ustadz Abdul Aziz.

Beliau mengingatkan hadits Aisyah RA tentang i’tikaf Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam :

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشَرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ

“Bahwa Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan hingga Allah mewafatkan beliau.” (HR. Muslim)

2. Tazidul Ibadah (Bertambah Ibadah)

Pesan kedua adalah memperbanyak ibadah, tidak hanya shalat dan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memperbanyak sedekah. Di sepuluh hari terakhir, amalan harus dilipatgandakan baik kualitas maupun kuantitasnya.

Ustadz Abdul Aziz mengutip hadits dari Aisyah RA yang menggambarkan semangat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam di sepuluh malam terakhir:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وَأَحْيَا لَيْلَهُ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ

“Adalah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam apabila memasuki sepuluh (malam terakhir), beliau mengencangkan sarungnya (menjauhi istri), menghidupkan malamnya (dengan ibadah), dan membangunkan keluarganya.” (HR. Bukhari & Muslim)

“Tiga hal ini yang harus kita contoh: pertama, fokus beribadah dan menjauhi hal-hal duniawi; kedua, menghidupkan malam dengan qiyamul lail, dzikir, doa, dan membaca Al-Qur’an; ketiga, membangunkan keluarga agar tidak kehilangan kesempatan meraih Lailatul Qadar,” jelasnya.


Perbanyak Doa dan Istighfar

Ustadz Abdul Aziz juga mengingatkan untuk memperbanyak doa, terutama doa yang diajarkan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam kepada Aisyah RA ketika ditanya doa apa yang paling baik dibaca di Lailatul Qadar:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, Engkau menyukai maaf, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

“Doa ini sangat pendek namun sarat makna. Kita memohon kepada Allah yang Maha Pemaaf agar memaafkan segala dosa dan kesalahan kita. Perbanyaklah doa ini, terutama di malam-malam ganjil,” pesan Ustadz Abdul Aziz.

Selain itu, beliau juga mengajak untuk memperbanyak istigfar, memohon ampunan atas segala dosa yang telah dilakukan. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam sendiri, meskipun telah dijamin masuk surga, beristigfar minimal 100 kali dalam sehari.


Penutup: Jangan Sia-siakan Kesempatan

Menutup kultum, Ustadz Abdul Aziz Fakhrurozi mengajak jamaah untuk tidak menyia-nyiakan sisa Ramadhan yang hanya tinggal beberapa hari lagi.

“Saudara-saudaraku, kita tidak tahu apakah tahun depan masih diberi kesempatan bertemu Ramadhan atau tidak. Maka manfaatkan sisa waktu ini sebaik-baiknya. Tingkatkan iman, perbanyak ibadah, dan jangan lupa ajak keluarga kita. Semoga Allah mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan mengampuni segala dosa kita. Aamiin,” pungkasnya.

Salat Tarawih malam ke-24 berlangsung dengan penuh kekhusyukan. Jamaah yang hadir tampak semakin bersemangat setelah mendapatkan pencerahan tentang dua pesan penting di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Komentar (Tanggapan)

Tinggalkan Balasan ke Erli Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 tanggapan untuk “Tarawih Malam ke-24 di Masjid Annur Sangkana: Ustadz Abdul Aziz Fakhrurozi Ajak Jamaah Maksimalkan Iman dan Ibadah di 10 Hari Terakhir”

  1. Avatar Erli
    Erli

    Allahumma innaka ‘afuwwun kariim, tuhibbul ‘afwa fa’funni

  2. Avatar Yandi Heryandi
    Yandi Heryandi

    Istiqamah dalam melakukan ibadah dan ketaatan kepada Allah selama Bulan Ramadhan khususnya pada 10 hari terakhir untuk meraih taqwa