DALAM upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mewujudkan dakwah bil-hal yang nyata, Pimpinan Cabang (PC) Aisyiyah Harjamukti Kota Cirebon sukses menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi (18/10/26). Kegiatan yang mengusung tema “Cerdas Kelola Obat: Upaya Menjaga Keselamatan Keluarga dan Lingkungan Berbasis Semangat Al-Ma’un” ini berlangsung khidmat di Masjid Annur Sangkana, Kalijaga, Harjamukti, Kota Cirebon.

Acara tersebut menghadirkan dua narasumber kompeten di bidangnya, yaitu apt. Anisah Khusnul Imamah Basri dan apt. Sri Marfuati, M.Farm. Turut hadir memberikan dukungan serta sambutan hangat, Rektor Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan (UMMADA) Cirebon, Sri Musfiroh, S.Si.T., M.Kes. Kehadiran jamaah ‘Aisyiyah tampak antusias mengikuti jalannya pengajian dari awal hingga akhir.
Dalam pemaparannya, para apoteker menekankan bahwa pengelolaan obat yang tepat merupakan bagian dari ikhtiar menjaga jiwa (Hifdz an-Nafs), yang merupakan salah satu prinsip utama dalam ajaran Islam. Sering kali, masyarakat menyimpan obat sisa hingga kedaluwarsa di rumah, membuangnya sembarangan, atau mengombinasikannya dengan jamu tanpa memperhatikan jeda waktu. Hal ini berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan keluarga dan pencemaran lingkungan.

Narasumber memperkenalkan program JATI (Jaga & Atur Terapi Ikhtiar) dan pedoman DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang). Jamaah diajarkan untuk selalu membawa “Buku Saku JATI” saat berobat, memisahkan jeda minimal 2 jam antara obat dokter dan herbal, serta tidak membuang obat keras atau antibiotik ke saluran air (sungai/selokan) karena dapat mencemari sumber air tanah.
Tema yang diangkat sangat selaras dengan spirit Teologi Al-Ma’un yang diajarkan oleh KH Ahmad Dahlan, di mana iman tidak cukup hanya diucapkan, melainkan harus diwujudkan dalam aksi nyata kepedulian terhadap sesama. Dalam konteks ini, pendampingan apoteker kepada jamaah adalah bentuk nyata dari dakwah pelayanan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengingatkan umat manusia untuk senantiasa menjaga keselamatan jiwa dan tidak berbuat kerusakan di muka bumi, sebagaimana firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’idah ayat 32:
مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ اَوْ فَسَادٍ فِى الْاَرْضِ فَكَاَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيْعًاۗ وَمَنْ اَحْيَاهَا فَكَاَنَّمَا اَحْيَا النَّاسَ جَمِيْعًاۗ
“Barang siapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan ia telah memelihara kehidupan semua manusia.” (QS. Al-Ma’idah: 32)
Selain itu, kewajiban menjaga lingkungan dari pencemaran akibat limbah obat yang dibuang sembarangan juga ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 56:
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا
“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi setelah (diadakan) perbaikan padanya.” (QS. Al-A’raf: 56)
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam juga mengajarkan umatnya untuk senantiasa berhati-hati dan tidak mencelakakan diri sendiri maupun orang lain. Sebagaimana sabda beliau:
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan orang lain.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)
Melalui kegiatan ini, PC Aisyiyah Harjamukti berharap para ibu sebagai manajer kesehatan di rumah dapat lebih cerdas dalam mengelola terapi keluarga. Dengan memahami cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar, keluarga Indonesia khususnya warga Muhammadiyah di Cirebon dapat terhindar dari risiko polifarmasi (kombinasi obat yang berbahaya) serta turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan sesi Post-Test dan Pojok Konseling Apoteker, di mana para jamaah dapat berkonsultasi secara personal mengenai obat-obatan yang rutin mereka konsumsi. Wallahu a’lam bish-shawab. (*)
Peliput : Jamhari dan Fahyudin


Kirim Tanggapan