PIMPINAN Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Kesambi Kota Cirebon kembali menggelar agenda rutin Pengajian Ahad Pagi. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar pada Ahad, 18 Oktober 2026, bertempat di Balai Pengajian Muhammadiyah Kesambi.
Pengajian kali ini menghadirkan penceramah kompeten, yaitu Ustadz Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, S.H.I., M.Ag. Dalam tausiyahnya, beliau membahas dua tema utama yang sangat esensial bagi kehidupan seorang muslim, yakni Tuntunan Dzikir Setelah Sholat dan Adab Berdoa.

Tuntunan Dzikir Setelah Sholat
Ustadz Arief memaparkan bahwa berdzikir setelah sholat fardhu adalah amalan yang sangat dianjurkan untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala Beliau merinci beberapa amalan dzikir yang dapat dipraktikkan, di antaranya:
- Membaca Istighfar 3 kali.
“Astaghfirullahal ‘adzim, Alladzi la ilaha illa Huwal Hayyul Qayyum wa atubu ilaih.”
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
- Membaca doa keselamatan:
“Allahumma antas salam wa minkas salam tabarakta ya dzal jalali wal ikram.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Maha Pemberi keselamatan, dan dari-Mu segala keselamatan. Maha Berkah Engkau, wahai Dzat Yang Maha Memiliki Keagungan dan Kemuliaan.”
- Membaca Tahlil:
“La ilaha illallah wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qadir.”
Artinya: “Tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
- Membaca Tasbih, Tahmid, dan Takbir masing-masing 33 kali, yang kemudian ditutup dengan bacaan tahlil panjang sebagai penyempurna dzikir.
Hadits yang menjadi landasan amalan ini diriwayatkan oleh Imam Muslim:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ… غُفِرَتْ خَطَايَاهُ
Artinya: “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘Barangsiapa yang bertasbih kepada Allah setiap selesai sholat 33 kali, memuji Allah 33 kali, dan bertakbir kepada Allah 33 kali… maka diampuni dosa-dosanya’.” (HR. Muslim)
Adab Berdoa
Pada sesi selanjutnya, Ustadz Arief memberikan penjelasan mendalam mengenai adab-adab yang harus diperhatikan saat berdoa agar doa tersebut dikabulkan oleh Allah Subhanahu gesBeberapa adab yang beliau sampaikan antara lain:
- Angkatlah kedua tangan saat berdoa sebagai bentuk permohonan dan kerendahan diri.
- Mengikhlaskan diri dalam berdoa hanya semata-mata menghadap kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
- Bersuara lembut (lirih), tidak dengan suara yang terlalu keras dan tidak pula diucapkan di dalam hati saja.
- Memuji Allah (Tahmid), mengagungkan Allah (Takbir), serta membaca Sholawat kepada Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam sebagai pembuka doa.
- Bertawasul kepada Allah dengan menyebutkan nama-nama-Nya yang baik (Asmaul Husna) atau amal saleh yang pernah dilakukan.
- Meyakini bahwa doa akan dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala tanpa rasa ragu.
- Menutup doa dengan hamdalah (memuji Allah) dan tidak terburu-buru mengusap wajah sebelum doa benar-benar selesai.

Terkait adab berdoa, Rasulullah saw. bersabda:
إِذَا دَعَا أَحَدُكُمْ فَلْيَعْزِمْ فِي الدُّعَاءِ وَلَا يَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنْ شِئْتَ فَأَعْطِنِي
Artinya: “Apabila salah seorang dari kalian berdoa, maka hendaklah ia bersungguh-sungguh (dalam permintaannya) dan janganlah ia mengatakan: ‘Ya Allah, jika Engkau mau, berikanlah kepadaku’.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Acara pengajian Ahad pagi ini dihadiri oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kesambi H. Digyono bersama pimpinan lainnya dan pengajian ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Arief, diakhiri dengan hamdalah. Seluruh jamaah yang hadir tampak antusias mengikuti pemaparan materi hingga akhir acara. Diharapkan, melalui kajian ini, warga Muhammadiyah dan Aisyiyah Kesambi dapat mengamalkan tuntunan dzikir dan adab berdoa dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Peliput: Muryanto


Kirim Tanggapan