PIMPINAN Cabang Muhammadiyah (PCM) Kesambi Kota Cirebon menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi (13/9/26) bertempat di Balai Pengajian PCM Kesambi dengan tema “Strategi Kebudayaan Muhammadiyah”. Kegiatan ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta warga Muhammadiyah di lingkungan PCM Kesambi.

Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua PDM Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, beserta jajaran pimpinan lainnya. Sebagai penceramah, hadir Ustadz H. Dedi Ahyadi, yang menyampaikan materi mengenai pentingnya strategi kebudayaan dalam menghadapi perkembangan zaman.

Dalam paparannya, Ustadz H. Dedi Ahyadi menjelaskan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar harus mampu masuk dan menyatu dalam kehidupan serta kebudayaan konkret yang dihadapi umat Islam. Hal ini sejalan dengan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. Ali Imran (3) ayat 104:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran [3]: 104)

Ustadz H. Dedi Ahyadi juga menekankan bahwa strategi kebudayaan Muhammadiyah harus berpijak pada potensi manusia yang dianugerahkan Allah. Dalam buku Himpunan Putusan Tarjih 3 disebutkan bahwa manusia memiliki empat potensi pokok, yaitu ruhani, hati nurani (qalb), akal atau rasio, serta emosi dan imajinasi. Keempat potensi ini menjadi modal dalam mengembangkan kebudayaan yang beradab.
Lebih lanjut, beliau mengutip firman Allah dalam QS. Ar-Rum (30) ayat 30:
فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا ۗ فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۗ لَا تَبْدِيْلَ لِخَلْقِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ ۙ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ar-Rum [30]: 30)

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz H. Dedi Ahyadi juga mengingatkan bahwa Muhammadiyah telah merumuskan strategi kebudayaan melalui Halaqah Tarjih di Solo pada 2–4 November 2001. Strategi tersebut meliputi dua pendekatan utama, yaitu strategi koeksistensi dan strategi proeksistensi. Strategi koeksistensi berarti mendalami wawasan seni tradisi dengan pendekatan bayani, burhani, dan irfani, serta menghargai seni tradisi yang berkembang di masyarakat. Adapun strategi proeksistensi berarti empati terhadap perkembangan seni tradisi serta membuka ruang publik untuk mengembangkan seni tradisi Islami, seperti penyelenggaraan festival budaya dan halaqah budaya.

Sementara itu, Ketua PDM Kota Cirebon, Drs. Puji Nirmo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian ini. Menurutnya, tema strategi kebudayaan sangat relevan dalam memperkuat identitas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan. “Pengajian Ahad pagi ini menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman dan komitmen warga Muhammadiyah dalam membangun peradaban Islam yang rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Kegiatan Pengajian Ahad Pagi ini diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah. Diharapkan, melalui kajian ini, warga Muhammadiyah PCM Kesambi Kota Cirebon semakin memahami pentingnya strategi kebudayaan dalam dakwah dan kehidupan bermasyarakat, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Peliput : Muryanto, dan Tim Media PCM Kesambi


Tinggalkan Balasan