PIMPINAN Cabang Muhammadiyah (PCM) Kejaksan Kota Cirebon menyelenggarakan Pengajian Ahad Pagi (13/9/26) dengan tema “Tarjih Kepercayaan atau Iman”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di SD Muhammadiyah 3 Jalan Siliwangi No 64 Kota Cirebon dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta warga Muhammadiyah di lingkungan PCM Kejaksan.
Tampak hadir dalam acara tersebut Ketua PDM Kota Cirebon Drs Puji Nirmo, Ketua PCM Kejaksan Kota Cirebon, Yoyon Sumaryono, S.E., beserta jajaran pimpinan lainnya. Sebagai penceramah, hadir Ustadz H. Dedi Ahyadi, yang menyampaikan materi mengenai dasar-dasar keimanan sesuai dengan Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Ustadz H. Dedi Ahyadi menjelaskan bahwa masalah kepercayaan atau iman merupakan fondasi utama dalam beragama. Hal ini sebagaimana tertuang dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah yang menempatkan bagian keimanan pada posisi paling awal. Beliau menekankan bahwa iman bukan sekadar keyakinan pasif, melainkan keyakinan yang melahirkan amal saleh dan akhlak mulia.
Sebagai landasan dalil, beliau membacakan firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam QS. At-Taghabun (64) ayat 8:
فَاٰمِنُوْا بِاللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَالنُّوْرِ الَّذِيْٓ اَنْزَلْنَا ۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
“Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya serta cahaya (Al-Qur’an) yang telah Kami turunkan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. At-Taghabun [64]: 8)
Ustadz H. Dedi Ahyadi juga mengutip hadis Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dari riwayat Muslim tentang rukun iman. Dalam hadis tersebut, Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam mengenai iman, dan Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam menjawab:
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
“Iman adalah engkau percaya kepada Allah, Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, Hari Kemudian, dan percaya akan takdir baik dan takdir buruk.” (HR. Muslim)
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa dalam Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah, terdapat penjelasan mengenai jaminan keselamatan. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam hadis riwayat Tirmidzi dari Abu Hurairah:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تَفَرَّقَتِ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى وَسَبْعِيْنَ أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى مِثْلِ ذَلِكَ، وَتَفَرَّقَتْ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً
“Dari Abu Hurairah, bahwasannya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: ‘Umat Yahudi telah bercerai berai menjadi 71 atau 72 golongan, dan umat Nasrani pun demikian pula. Dan umatku akan bercerai berai menjadi 73 golongan.’” (HR. Tirmidzi, hadis hasan sahih)

Selain itu, beliau juga menyampaikan hadis dari Abdullah bin Amr:
وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيْلَ حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ، حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلَانِيَةً لَكَانَ فِي أُمَّتِي مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ، وَإِنَّ بَنِي إِسْرَائِيْلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً، وَتَفَرَّقَتْ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِيْنَ مِلَّةً، كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً. قَالُوْا: وَمَنْ هِيَ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟ قَالَ: مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي
“Dan dari Abdullah bin Amr, katanya: ‘Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda: Niscaya akan datang kepada umatku apa yang telah datang kepada Bani Israil, teladan cerupu dengan cerupu-cerupu yang telah datang kepada Bani Israil… Dan bahwasannya Bani Israil telah bercerai berai menjadi 72 aliran, dan umatku akan bercerai berai menjadi 73 aliran; semuanya masuk neraka kecuali satu aliran.’ Jawab beliau: ‘Itulah mereka yang mengikuti jejakku dan sahabat-sahabatku.’” (HR. Tirmidzi)
Dalam bidang keimanan, Ustadz H. Dedi Ahyadi juga menekankan pentingnya mengenal Allah melalui alam semesta, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Ghasyiyah (88) ayat 17-20:
اَفَلَا يَنْظُرُوْنَ اِلَى الْاِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْۖ ١٧ وَاِلَى السَّمَاۤءِ كَيْفَ رُفِعَتْۖ ١٨ وَاِلَى الْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْۖ ١٩ وَاِلَى الْاَرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْۖ ٢٠
“Tidakkah mereka memperhatikan kepada unta, betapa ia dijadikan? Kepada langit, bagaimana ia ditinggikan? Kepada gunung-gunung, betapa ia ditegakkan, dan kepada bumi, betapa ia dibentangkan?” (QS. Al-Ghasyiyah [88]: 17-20)

Beliau juga mengingatkan bahwa akal manusia memiliki keterbatasan dalam memahami Dzat Allah. Oleh karena itu, Tarjih Muhammadiyah menetapkan bahwa manusia diperintahkan untuk memikirkan makhluk Allah, bukan Dzat-Nya. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Shalallahu Alaihi Wasallam:
تَفَكَّرُوْا فِي خَلْقِ اللهِ وَلَا تَفَكَّرُوْا فِي اللهِ فَإِنَّكُمْ لَنْ تَقْدِرُوْا قَدْرَهُ
“Fikirkanlah makhluk Allah dan jangan memikirkan Dzat-Nya, karena kamu tidak akan dapat menduga kekuasaan-Nya.” (HR. Abu Syaikh)
Sementara itu, Ketua PCM Kesambi Kota Cirebon, Yoyon Sumaryono, S.E., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pengajian ini. Menurutnya, tema Tarjih Kepercayaan atau Iman sangat penting untuk memperkuat akidah warga Muhammadiyah. “Pengajian Ahad pagi ini menjadi sarana penting untuk memperkuat pemahaman dan komitmen warga Muhammadiyah dalam menjalankan ajaran Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah,” ujarnya.
Kegiatan Pengajian Ahad Pagi ini diakhiri dengan doa dan ramah tamah. Diharapkan, melalui kajian ini, warga Muhammadiyah PCM Kejaksan Kota Cirebon semakin memahami pentingnya dasar-dasar keimanan yang kokoh, serta mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. (*)
Peliput : Budi Sy., Suparno dan Tim Media PCM Kejaksan Kota Cirebon


Tinggalkan Balasan