CIREBON, muhammadiyahciko | Universitas Muhammadiyah Cirebon akan menyelenggarakan Pengkaderan Fungsional Dosen Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dengan tema “Dosen AIK Berkemajuan: Menguatkan Ideologi, Menggerakkan Pendidikan, Mencerahkan Peradaban”. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen AIK di lingkungan Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC).
Acara yang akan berlangsung dari tanggal 29-30 Agustus 2026 ini merupakan bentuk komitmen UMC dalam memperkuat ideologi serta meningkatkan kompetensi profesional para dosen sebagai garda terdepan pendidikan tinggi yang berdasarkan nilai-nilai Islam berkemajuan. Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, S.H.I., M.Ag., selaku perwakilan panitia pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar pelatihan teknis, melainkan sebuah proses transformasi ideologis yang mendalam.
Filosofi dan Makna Pengkaderan Fungsional
Menurut penjelasan Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi, pengkaderan fungsional ini memiliki empat makna fundamental yang menjadi landasan penyelenggaraannya:
1. Peneguhan Ideologi Muhammadiyah (Ideologisasi)
Kegiatan ini merupakan upaya untuk menyuntikkan kembali nilai-nilai pemikiran KH. Ahmad Dahlan, pemahaman agama yang berkemajuan, serta khittah perjuangan Muhammadiyah ke dalam jiwa setiap peserta. Hal ini sejalan dengan pernyataan Rektor UMC, Arif Nurudin, M.T., bahwa penguatan ideologi adalah solusi atas tantangan yang dihadapi persyarikatan saat ini.
2. Standardisasi Kompetensi Profesi (Profesionalisme Islam)
Pengkaderan fungsional menjadi wadah peningkatan keahlian spesifik bagi dosen, terutama dalam keterampilan mengajar yang profesional. Muhammadiyah meyakini bahwa pengelolaan amal usaha harus dilakukan secara profesional sebagai bentuk ibadah.
3. Penguatan Ruh Ukhuwah dan Kolegialitas
Acara ini mempertemukan para penggerak dari berbagai unit dan latar belakang, menciptakan ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, dan penyamaan persepsi agar tidak terjadi ego sektoral di dalam persyarikatan.
4. Regenerasi dan Keberlanjutan Gerakan (As-Sabiqunal Awwalun)
Setiap pelatihan adalah ikhtiar agar Muhammadiyah tidak kekurangan pelangsung dan penyempurna amanah. Acara ini bermakna mempersiapkan barisan kader yang siap mengemban estafet kepemimpinan di masa depan, baik di struktur pimpinan maupun di lini amal usaha.
Landasan Qur’ani dan Hadits
Dalam kesempatan tersebut, Assoc. Prof. Dr. Arief Hidayat Afendi juga menyampaikan landasan fundamental dari kegiatan pengkaderan ini berdasarkan Al-Qur’an dan Hadits. Beliau mengutip firman Allah dalam Surah Ali ‘Imran ayat 104:
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali ‘Imran: 104)
Ayat ini menjadi dasar bahwa tugas dosen AIK tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi penggerak dakwah dan pencerahan di lingkungan kampus.
Selain itu, beliau juga mengutip hadits Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim:
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Artinya: “Barang siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang melakukannya.” (HR. Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa peran dosen sebagai pengkader dan pendidik memiliki nilai pahala yang berkesinambungan.
Dosen AIK: Penggerak Pendidikan dan Pencerah Peradaban
Sesuai dengan tema yang diusung, “Dosen AIK Berkemajuan: Menguatkan Ideologi, Menggerakkan Pendidikan, Mencerahkan Peradaban”, para peserta dibekali dengan pemahaman tentang peran strategis mereka.
AIK tidak sekadar mata kuliah wajib, tetapi fondasi pembentukan karakter dan kepemimpinan mahasiswa di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Dosen AIK dituntut menjadi teladan akademik dan moral, menunjukkan profesionalisme akademik, integritas pribadi, dan konsistensi antara nilai yang diajarkan dan perilaku sehari-hari.
Pengkaderan fungsional ini juga merupakan implementasi dari standar mutu yang ditetapkan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, di mana dosen AIK didorong untuk aktif menulis dan mempublikasikan karya ilmiah di jurnal bereputasi sebagai bentuk peningkatan kapasitas intelektual.
Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan para dosen AIK Universitas Muhammadiyah Cirebon dapat menjadi agen perubahan yang menguatkan ideologi, menggerakkan pendidikan yang bermutu, dan mencerahkan peradaban bangsa. (*)


Tinggalkan Balasan