MASJID Santun Muhammadiyah Kota Cirebon kembali menggelar Salat Jumat berjamaah pada Jumat, 2 Oktober 2026. Bertindak sebagai imam dan khatib, Dr. H. Muchlis, M.Pd.I., yang menyampaikan khutbah bertema “Spirit Panggilan Sebagai Orang Mukmin”. Dalam khutbahnya, beliau mengupas karakteristik mukmin sejati berdasarkan Surah Al-Anfal ayat 2–4 dan Surah Fathir ayat 29, serta mengingatkan jamaah tentang tiga hadiah utama yang Allah janjikan bagi orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Tampak hadir pula Ketua PDM Kota Cirebon Drs Puji Nirmo dan jajaran pimpinan lainnya.
Spirit Panggilan Iman di Awal Surah Al-Baqarah
Dr. Muchlis membuka khutbah dengan mengingatkan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagaimana firman Allah ﷻ:
ذٰلِكَ الْكِتٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيْهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِيْنَ
Artinya: “Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; (ia merupakan) petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)
Beliau menjelaskan bahwa panggilan iman adalah panggilan yang paling hakiki bagi setiap manusia. Al-Qur’an menjadi petunjuk sempurna bagi mereka yang mempersiapkan diri untuk menerima kebenaran dengan ketakwaan, yaitu mengikuti segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Lima Karakteristik Mukmin Sejati dalam Surah Al-Anfal Ayat 2–4
Memasuki inti khutbah, Dr. Muchlis membacakan Surah Al-Anfal ayat 2–4 yang menjadi landasan utama pembahasan:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ ۚ
الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ ۗ
اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّا ۗ لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ۗ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetar hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan salat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya, ampunan, dan rezeki yang mulia.” (QS. Al-Anfal: 2–4)
Dr. Muchlis kemudian menguraikan lima karakteristik mukmin sejati yang terkandung dalam ayat tersebut:
1. Apabila Disebut Nama Allah, Gemetar Hatinya
Frasa وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ (wajilat qulubuhum) bermakna hati mereka bergetar karena takut dan haru mengingat besarnya keagungan Allah. Dr. Muchlis menegaskan bahwa makna wajila di sini bersifat majazi (kiasan), yaitu memunculkan sikap batin yang tercermin dalam kulubuhum (hati mereka). Orang yang senantiasa mengingat Allah tidak akan gelisah, karena hatinya tertambat kepada Yang Maha Tenang.
2. Apabila Dibacakan Ayat-Ayatnya, Bertambah Imannya
Frasa زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا (zaadat-hum iimaanan) menunjukkan bahwa membaca dan mendengar ayat-ayat Allah menambah keimanan. Dr. Muchlis menjelaskan bahwa tilawah memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar qira’ah (membaca). Tilawah mencakup membaca, mengkaji, merenungkan, dan mengamalkan. Oleh karena itu, beliau mengajak jamaah untuk menghiasi rumah dengan Al-Qur’an, menjadikannya sebagai bacaan harian keluarga.
3. Hanya kepada Tuhannya Bertawakal
Frasa وَعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَ (wa ‘alaa rabbihim yatawakkalun) menegaskan bahwa setelah berikhtiar maksimal, seorang mukmin menyerahkan hasilnya kepada Allah. Sikap tawakal menjadi identitas penting seorang mukmin, yang melahirkan kesabaran dan ketahanan dalam menghadapi ujian hidup.
4. Mendirikan Salat
Frasa الَّذِيْنَ يُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ (alladziina yuqiimuunash shalaata) menunjukkan bahwa mukmin sejati adalah mereka yang mendirikan salat dengan sempurna syarat, rukun, dan sunahnya. Dr. Muchlis mengutip Surah Fathir ayat 29 sebagai penguat:
اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَۙ
Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an), menegakkan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.” (QS. Fathir: 29)
5. Menafkahkan Sebagian Rezeki
Frasa وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَ (wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun) mencakup zakat, infak, dan sedekah. Dr. Muchlis menekankan pentingnya menjaga ukhuwah di antara sesama, saling tolong-menolong, dan kepedulian sosial sebagai wujud nyata dari keimanan. Beliau juga mengingatkan agar umat memahami agama Islam secara kaffah (keseluruhan), tidak setengah-setengah.

Tiga Hadiah Utama bagi Mukmin yang Haqq
Di akhir khutbah, Dr. Muchlis menyampaikan bahwa Allah ﷻ menjanjikan tiga hadiah utama bagi orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya (mu’minuuna haqqan), sebagaimana disebutkan di penghujung ayat:
لَهُمْ دَرَجٰتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
Artinya: “Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya, ampunan, dan rezeki yang mulia.” (QS. Al-Anfal: 4)
Pertama, derajat yang tinggi di sisi Allah ﷻ. Kedua, ampunan atas dosa-dosa yang telah diperbuat bagi orang-orang yang bertobat. Ketiga, rezeki yang mulia — bukan sekadar banyak, melainkan halal, berkah, dan kenikmatan yang disediakan Allah .
Salat Jumat ditutup dengan doa, memohon agar seluruh jamaah dikaruniai keimanan yang haqq, keteguhan hati dalam mengingat Allah, serta kemampuan untuk menegakkan salat dan menafkahkan rezeki di jalan-Nya.
Peliput : Dakum, S.Pd., dan Tim Media masjid Santun


Tinggalkan Balasan